Model Model Pembelajaran Guru Madrasah Ibtidaiyah

  • Whatsapp
Undangan Digital
Abstrak
Maksud diadakannya penelitian ini ialah untuk mengetahui metode apa saja yang kebanyakan digunakan oleh guru madrasah ibtidaiyah dalam menyampaikan pelajaran di kelas, agar seluruh siswa mampu menangkap dan mampu menerapkan apa yang telah diajarkan. Metode penelitian ini menggunakan pengamatan dikelas dan juga wawancara yang diajukan kepada para siswa madrasah ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa metode yang mudah diterima oleh para siswa madrasah ibtidaiyah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang faham dengan pelajaran yang telah disampaikan oleh para guru. Meskipun masih ada beberapa model pembelajaran yang masih membosankan dan tidak bias diterima oleh beberapa  siswa.
Kata Kunci: model, pembelajaran, guru
Model Model Pembelajaran Guru Madrasah Ibtidaiyah
Abstract
The purpose of this research is to find out what methods are mostly used by madrasa ibtidaiyah teachers in delivering lessons in class, so that all students are able to grasp and be able to apply what has been taught. This research method uses classroom observations and also interviews submitted to students of madrasah ibtidaiyah. The results showed that there were several methods that were easily accepted by madrasah ibtidaiyah students. This is evidenced by the many students who understand the lessons that have been delivered by the teachers. Although there are still some learning models that are still boring and cannot be accepted by some students.
Keywords: model, learning, teacher

Model Model Pembelajaran Guru Madrasah Ibtidaiyah

1.    PENDAHULUAN
Dalam suatu proses pembelajaran, pasti ada tiga aspek penting yang saling terkait satu sama lain. Tiga aspek tersebut ialah: materi yang diajarkan, proses mengajarkan materi, dan hasil dari proses pembelajaran tersebut. Banyak di antara para pengajar hanya menyibukkan diri pada materi dan hasil belajar. Waktu mereka tersita untuk menyiapkan rencana pembelajaran serta perangkat-perangkat pembelajaran lainnya. Sementara upaya bagaimana untuk mendisain proses pembelajaran yang baik hingga dapat tercapai tujuan pembelajaran justru terabaikan.
Baca Juga :  Metode Fun And Stimulation Technique (Fast) dalam pembelajaran

Berbicara tentang proses pembelajaran, selama ini guru kebanyakan menerapkan metode yang relatif konvensional. Artinya, proses belajar mengajar dilakukan dengan cara penyampaian materi, dilanjutkan dengan menghafal dan praktik, sehingga yang bekerja hanyalah otak kiri, dan ini bagi sebagian siswa terkesan monoton dan membosankan. Tidak jarang pula karena alasan mengejar target kurikulum, para pendidik membebani siswa dengan materi yang begitu banyak dan bertubi-tubi tanpa memperdulikan apakah siswa telah benar-benar paham dengan pelajaran yang diajarkan atau tidak. Padahal suasana belajar yang monoton akan menciptakan suasana yang tidak nyaman bahkan bisa mengakibatkan stres.

Pos terkait