Model Model Pembelajaran Guru Madrasah Ibtidaiyah

Abstrak
Maksud diadakannya penelitian ini ialah untuk mengetahui metode apa saja yang kebanyakan digunakan oleh guru madrasah ibtidaiyah dalam menyampaikan pelajaran di kelas, agar seluruh siswa mampu menangkap dan mampu menerapkan apa yang telah diajarkan. Metode penelitian ini menggunakan pengamatan dikelas dan juga wawancara yang diajukan kepada para siswa madrasah ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa metode yang mudah diterima oleh para siswa madrasah ibtidaiyah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang faham dengan pelajaran yang telah disampaikan oleh para guru. Meskipun masih ada beberapa model pembelajaran yang masih membosankan dan tidak bias diterima oleh beberapa  siswa.
Kata Kunci: model, pembelajaran, guru
Model Model Pembelajaran Guru Madrasah Ibtidaiyah

Abstract
The purpose of this research is to find out what methods are mostly used by madrasa ibtidaiyah teachers in delivering lessons in class, so that all students are able to grasp and be able to apply what has been taught. This research method uses classroom observations and also interviews submitted to students of madrasah ibtidaiyah. The results showed that there were several methods that were easily accepted by madrasah ibtidaiyah students. This is evidenced by the many students who understand the lessons that have been delivered by the teachers. Although there are still some learning models that are still boring and cannot be accepted by some students.
Keywords: model, learning, teacher

Model Model Pembelajaran Guru Madrasah Ibtidaiyah

1.    PENDAHULUAN
Dalam suatu proses pembelajaran, pasti ada tiga aspek penting yang saling terkait satu sama lain. Tiga aspek tersebut ialah: materi yang diajarkan, proses mengajarkan materi, dan hasil dari proses pembelajaran tersebut. Banyak di antara para pengajar hanya menyibukkan diri pada materi dan hasil belajar. Waktu mereka tersita untuk menyiapkan rencana pembelajaran serta perangkat-perangkat pembelajaran lainnya. Sementara upaya bagaimana untuk mendisain proses pembelajaran yang baik hingga dapat tercapai tujuan pembelajaran justru terabaikan.

Berbicara tentang proses pembelajaran, selama ini guru kebanyakan menerapkan metode yang relatif konvensional. Artinya, proses belajar mengajar dilakukan dengan cara penyampaian materi, dilanjutkan dengan menghafal dan praktik, sehingga yang bekerja hanyalah otak kiri, dan ini bagi sebagian siswa terkesan monoton dan membosankan. Tidak jarang pula karena alasan mengejar target kurikulum, para pendidik membebani siswa dengan materi yang begitu banyak dan bertubi-tubi tanpa memperdulikan apakah siswa telah benar-benar paham dengan pelajaran yang diajarkan atau tidak. Padahal suasana belajar yang monoton akan menciptakan suasana yang tidak nyaman bahkan bisa mengakibatkan stres.

Baca Juga :  Work Form Home Dan Daring Selama Pandemi Covid-19

Kondisi yang tidak kondusif ini akan sangat menyulitkan untuk meningkatkan minat belajar siswa dan tidak akan dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Dalam proses pelaksanaan pendidikan khususnya dalam suatu kegiatan belajar-mengajar, baik di sekolah maupun di madrasah seorang guru sering kali mengalami kesulitan baik dalam memilih, menetapkan, serta menerapkan metode tersebut kedalam proses belajar-mengajar. Untuk itu, dibutuhkan suatu upaya pengembangan metode pembelajaran  yang sesuai, tepat dan menyenangkan, sehingga proses belajar-mengajar dapat benar-benar diterima serta dapat memberi rasa senang bagi para siswa.

METODE PENELITIAN
Secara umum, terdapat dua jenis penelitian yakni kualitatif dan kuantitatif . Disini saya menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode yang menggambarkan keadaan yang berjalan dalam penelitian . Tujuan menggunakan metode ini adalah mendapatkan gambaran tentang pembelajaran yang ada di MI NARRATIVE QUR’AN LAMONGAN. Penelitian kualitatif dinyatakan absah apabila memiliki derajat keterpercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability) dan kepastian (compirmability) . Penelitian ini menggunakan data primer yang berarti bersumber dari responden langsung. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model stastik deskriptif yaitu menerangkan data yang terkumpul bagi kalangan umum. Teknik tersebut menjelaskan jawaban-jawaban responden frekuensi dan presentasi. Penulis akan menginterpretasikan makna dari data-data penelitian tersebut.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan terhadap salah satu kelas pada MI NARRATIVE QUR’AN LAMONGAN. Yang berjumlah 21 anak. yang di dalamnya menggunakan metode materi dan langsung praktek, yang didalamnya dimasukkan beberapa kuis yang dapat membuat para siswa tertarik dan tidak bosan. Yang telah saya skemakan sebagai berikut:

Model Model Pembelajaran Guru Madrasah Ibtidaiyah
KESIMPULAN
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa kebanyakan siswa lebih suka dengan praktek dan juga pelajaran yang lebih menarik seperti kuis yang dimasukkan kedalamnya dan lain sebagainya. Tidak seperti pelajaran yang hanya terpaku pad buku pelajaran yang sudah ada dan kurangnya perhatian dari guru tersebut. Kita juga harus bias membuat suasana kelas agar lebih hidup. Agar siswa lebih bisa menerima dan memahami pelajaran dengan baik dan tidak monoton.

DAFTAR PUSTAKA

Baca Juga :  Contoh RPP Satu Lembar Sesuai KMA 183 tahun 2019

Satori, Djam`an dan Aan Komariah, (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta,
https://readwansyah.wordpress.com/2010/10/09/penelitian-kuantitatif-dan-kualitatif/

Tags: