Sampah Plastik Menyebabkan Biota Laut Mati

Sampah Plastik Menyebabkan Biota Laut Mati, Permasalahan sampah plastik sebenarnya sudah lama terjadi. Hanya saja dewasa ini, permasalahan plastik menjadi sorotan publik. Peneilitian yang dilakukan University of Georgia mengungkap pada tahun 2010 ada 275 ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8-12,7 ton diantaranya terbuang dan mencemari laut. Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan. 
Sampah Plastik Menyebabkan Biota Laut Mati

Kampanye untuk mengurangi penggunaan plastik didengungkan di banyak bagian dunia. Beberapa negara mengharamkan sama sekali penggunaan kantong plastik dalam kegiatan sehari-hari, negara lainnya menetapkan pajak tinggi untuk kantong plastik, dan ada pula negara yang menetapkan biaya kepada pelanggan pada setiap lembar kantong plastik yang dikeluarkan oleh toko/supermarket. Di Indonesia juga marak pengurangan sampah plastik dengan beralih pada sedotan stainless dan mengganti kemasan makanan, walaupun gerakan ini belum resmi di diatur pemerintah.

Sampah plastik ini membawa dampak besar terhadap kehidupan biota laut. Sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun sebelum terurai sempurna. Proses penghancurannya menjadi partikel-partikel kecil dan menyebar di lautan yang kemudian dikonsumsi oleh hewan-hewan di lautan. Sampah-sampah itu semakin hari semakin membunuh makhluk hidup di lautan. Sampah di lautan telah membahayakan lebih dari 800 spesies biota laut.

Telah banyak kasus yang mangancam hingga matinya biota laut sebab mengonsumsi sampah plastik. Dilansir dari BBC, pada tahun 2015 ditemukan sedotan plastik sepanjang 12 cm dalam hidung kura-kura. Pada tahun 2018, ditemukan paus pilot mati karena menalan sebanyak 80kg sampah plastik. Di tahun yang sama, di Wakatobi juga ditemukan paus sperma yang mati.  Di perutnya, ada sampah gelas plastik 750 gr, plastik keras 140 gr, botol plastik 150 gr, kantong plastik 260 gr, serpihan kayu 740 gr, sandal jepit 270 gr, karung nilon 200 gr, dan tali rafia 3.260 gr. Total berat basah sampah 5,9 kg. 
Oleh : Zuha Prisma Salsabila

Baca Juga :  Sistem Manajemen Pendidikan Islam

Tags: