Efektivitas Penggunaan Metode Drill Berbantu Media Daring Quizizz untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Pengoperasian Bilangan Bulat Negatif

Materi seputar bilangan bulat negatif merupakan hal dasar yang bahkan materi yang dianggap sangat mudah karenanya diajarkan pada siswa di SD. Namun kurikulum di Indonesia sama halnya seperti yang diterapkan di USA, dimana materi bilangan bulat negatif dan pengoperasiannya baru diajarkan di kelas 6 SD. Fakta di lapangan menyatakan bahwa karena keterbatasan waktu dalam mengajarkan materi ini, banyak terjadi miskonsepsi pada pengoperasian bilangan bulat negatif oleh siswa yang berpendidikan lebih tinggi dari SD. Hal ini yang melatarbelakangi peneliti ingin mencoba suatu media berbasis metode drill yang dapat melatih siswa agar terbiasa menghitung dengan benar. Media yang digunakan kali ini merupakan media berbasis daring dimana dapat diakses oleh siswa sewaktu-waktu ketika di rumah atau sedang di tempat lain. Penelitian ini berbasis eksperimen semu, dimana sampel yang peneliti ambil merupakan dua kelas yang berbeda namun kemampuan matematikanya secara rata-rata sama. Dimana salah satu kelompok diberikan pembelajaran yang menggunakan media daring Quizizz, dan kelompok satunya pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil posttest diperoleh hasil bahwa kelas yang mendapat pembelajaran dengan berbantu media Quizizz memiliki motivasi lebih tinggi dari kelas yang sekedar diberi pembelajaran secara konvensional.
Kata kunci: Media Pembelajaran, Quizizz, Drill, Motivasi
 

Efektivitas Penggunaan Metode Drill Berbantu Media Daring Quizizz untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Pengoperasian Bilangan Bulat Negatif

Pendahuluan
Matematika atau matheman, yang dalam bahasa Latin berarti sesuatu yang dipelajari, merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cabangnya adalah seputar bilangan bulat negatif, yang dapat kita jumpai ketika mengukur suhu suatu ruangan atau temperature suatu zat pada pembelajaran kimia, hutang atau deficit keuangan pada ranah ekonomi, dan lain sebagainya. Jika pada jenjang SD diajarkan seputar dasa-dasar pengoperasiannya, maka pada jenjang berikutnya pengoperasian pada bilangan bulat negatif ini akan semakin abstrak, contohnya pada materi aljabar di kelas VII yang akan menjadi materi berantai hingga di jenjang perguruan tinggi (Badriyah & Susanto, 2016).

Materi seputar bilangan bulat negatif merupakan hal dasar yang bahkan materi yang dianggap sangat mudah karenanya diajarkan pada siswa di SD. Namun kurikulum di Indonesia sama halnya seperti yang diterapkan di USA, dimana materi bilangan bulat negatif dan pengoperasiannya baru diajarkan di kelas 6 SD (Willingham, 2010). Namun fakta di lapangan menyatakan bahwa pengoperasian pada bilangan bulat negatif tidak semudah yang kita kira, karena masih ditemukan banyak miskonsepsi atau kesalahan dalam memahami konsep pada siswa. Terbukti dengan adanya kesalahan hitung pada materi aljabar di SMP (Ihsan, 2018) serta masih ditemukan pula fenomena salah hitung pada siswa setingkat jenjang SMA yang menyangkut bilangan bulat negatif. Diantaranya adalah kesalahan dalam penulisan pada hasil akhir, kesalahan dalam menghitung ketika ada tanda operasi pengurangan bertemu dengan tanda negatif suatu bilangan bulat (kebanyakan siswa mengerjakan dengan cara menganggap tanda negatifnya hilang) dan bingung ketika guru menggunakan konsep kepemilikan (untuk bilangan bulat positif) dan utang (untuk bilangan bulat negatif).
Menurut kajian peneliti di lapangan hal-hal tersebut masih dapat terjadi dikarenakan:
1.    Pada saat SD, konsep tidak tertanam kuat dalam ingatan siswa
2.    Kurangnya waktu dalam mengajarkan konsep dalam pengoperasian bilangan bulat negatif, dikarenakan secara kurikulum materi ini baru disampaikan di kelas VI.
3.    Guru hanya mengajarkan secara konvensional, sehingga masih banyak siswa yang kurang termotivasi untuk mempelajari materi ini
Metode yang sesuai untuk membisakan siswa dengan suatu konsep adalah metode drill. Dimana berdasarkan (Sutarmiyati, 2016) salah satu kelebihan dari metode ini adalah dapat menambah kecepatan dalam mengerjakan soal secara tepat. Namun kekurangannya terletak pada sistem yang monoton dan cenderung membosankan bagi siswa, terutama jika tugas yang diberikan secara kontinu ini menuntut untuk dikerjakan secara tulis tangan. Maka dari itu, Guru harus bisa menghadirkan pembelajaran dengan media yang dapat memberikan pengalaman belajar yang menarik siswa agar dapat lebih mudah dan bersemangat dalam memahami konsep bilangan bulat (Badriyah et al., 2016).
Pada penelitian-penelitian sebelumnya beberapa media yang pernah digunakan juga sangat beragam, mulai dari penggunaan Kartu Operasi Kabataku (Ningrum, Jihan, Fashali, & Malini, 2019), Flip Card bilangan negatif (Khoiriah, n.d.), media manipulatif yang berbahan dari stik es krim, media manipulative tempel berbentuk bulat telur, media berbahan sterofoam berbantu mobil-mobilan, serta game online. Selain game online, media yang dipaparkan hanya digunakan sebagai pengantar bagi siswa, karena untuk menuju ke hal-hal yang bersifat abstrak anak seusia SD butuh diberikan pemodelan atau hal-hal konkret terlebih dahulu.
Sedangkan pada era milenial ini banyak digunakan media pembelajaran yang berbasis E-Learning atau yang menurut Clark Quinn dalam (Jati, 2018) yakni dengan memanfaatkan perangkat mobile atau smartphone sebagai sarana maupun media belajar. Beberapa penelitian sebelumnya ada pula yang telah menggunakan game online sebagai media pembelajaran. Hal ini terbukti dapat meningkatkan antusiasme siswa untuk mempelajari suatu materi. Dari sini peneliti tertarik untuk menggunakan suatu media daring yang dimana peserta didik dapat mengakses kapanpun dan dimanapun jika sewaktu-waktu mereka ingin mempelajari suatu konsep atau bahkan sekedar menjadi media latihan atau bahkan pengayaan dari suatu materi. Dan media daring yang peneliti pilih yakni Quizizz. Dimana menurut (Zhao, 2019) media daring ini dapat diakses oleh siswa melalui berbagai jenis gawai, memudahkan siswa untuk me-review materi yang telah diajarkan di kelas, memacu semangat siswa karena ada fasilitas yang menunjukkan pergerakan ranking secara online atau daring. Dengan pengguaan metode dan media tersebut, maka diharapkan motivasi siswa dalam belajar akan meningkat, sehingga fenomena miskonsepsi pada materi Matematika di jenjang yang lebih lanjut pun akan berkurang.

Baca Juga :  Prosedur penilaian pendidikan anak usia dini

Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Buduran 2, Sidoarjo. Dikarenakan terkendala oleh waktu, penelitian yang menurut beban materi seharusnya dilaksanakan di kelas VI pada akhirnya dilaksanakan di kelas V. Peneliti menggunakan dua kelas sebagai sampel yakni kelas V B dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas V C sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa pula. Penelitian dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2019/2020.
Variabel dalam penelitian ini meliputi dua jenis variabel yakni variabel bebas dan variabel terikat. Untuk variabel bebasnya adalah metode drill yang didukung media daring, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa.
Pendekatan yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif, karena merupakan penelitian yang datanya berupa pernyataan sebagai indikator motivasi belajar siswa. Untuk teknik penelititan di sini menggunakan metode eksperimen semu dimana hasil dari penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan dari kualitas motivasi siswa yang menggunakan teknik drill berbantu media daring dengan yang hanya memanfaatkan pembelajaran konvensional yang teknik drill nya pun berupa tes tulis secara manual.
Teknik pengambilan data di sini dengan memberikan instrument berupa tes tertulis yakni posttest yang terdiri dari 10 soal mencangkup 6 jenis pengoperasian bilangan bulat negatif:
Pada operasi penjumlahan
-a + (-b)
a + (-b)
-a + b

Pada operasi pengurangan
-a – b
a – (-b)
-a – (-b)

Serta angket respon kepada siswa. Tes tertulis digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan dengan metode drill yang memanfaatkan media daring dan pembelajaran konvensional. Sedangkan angket respon siswa digunakan untuk menilai seberapa termotivasinya siswa dalam menggunakan media daring sebagai sarana belajar secara drill.

Pembahasan
Berdasarkan nilai posttest dalam pengajaran materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif diketahui bahwa nilai rata-rata siswa kelas V B adalah 72, sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SDN Buduran 2 Sidoarjo kelas V untuk mata pelajaran Matematikan adalah 75. Karena nilai rata-rata tersebut masih di bawah KKM maka dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa dalam mengoperasikan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat negatif yang menggunakan metode pembelajaran konvensional masih rendah. Sedangkan setelah pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif yang dilaksanakan dengan menggunakan metode drill berbantu media daring, rata-rata kemampuan mengoperasikan bilangan bulatnya adalah 80.
Berdasarkan angket respon yang dibagikan 85% siswa merespon baik penggunaan media daring Quizizz sebagai sarana pembelajaran dalam menanamkan konsep.

Baca Juga :  Bolehkah Wanita Keluar Tanpa Mahrom

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode drill berbantu media daring efektif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari materi pengoperasian penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif.

Daftar Pustaka
Badriyah, L., Asari, A. R., Malang, U. N., Timur, J., & Susanto, H. (2016). Profil Kesalahan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Operasi Hitung Bilangan. (August).
Jati, W. D. (2018). PENGEMBANGAN APLIKASI GAME EDUKASI MATEMATIKA “ SENJA BILBUL ( SENANG BELAJAR BILANGAN BULAT )” BERBASIS ANDROID SEBAGAI PENERAPAN EDUPRENEURSHIP Untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Matematika. UIN Sunan Kalijaga.
Khoiriah, S. (n.d.). Penggunaan Kartu Berwarna Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat di Kelas IV SD Inpres 2 Slametharjo Kecamatan Moilong. 4(12), 1–13.
Ningrum, A. M., Jihan, A., Fashali, I., & Malini, R. (2019). Kotaku ( Kartu Operasi Kabataku ) Sebagai Media Permainan Guna Menigkatkan Kemampuan dan Pemahaman Siswa dalam Materi Operasi Bilangan Bulat dan Relasi Dua Bilangan. 2(20), 31–38.
Ihsan, H. (2018). Miskonsepsi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) terhadap Bilangan Bulat, Operasi dan Sifat-Sifatnya. 1, 1–7.
Sutarmiyati. (2016). PENGGUNAAN METODE DRILL PADA MATERI AJAR PENJUMLAHAN BILANGAN PECAHAN Sutarmiyati. 1(1), 45–50.
Willingham, B. D. T. (2010). Is It True That Some People just Can’t Do Math. 14–20.
Zhao, F. (2019). Using Quizizz to Integrate Fun Multiplayer Activity in the Accounting Classroom. 8(1), 37–43. https://doi.org/10.5430/ijhe.v8n1p37
Oleh Azmii Wanda Muryta

Tags: