Trend nikah muda di era millenial, Apa sih faktor, keuntungan serta kerugiannya?

  • Whatsapp
Undangan Digital
Trend nikah muda di era millenial, Apa sih faktor, keuntungan serta kerugiannya?
Salah satu fenomena yang selalu menarik untuk di kaji adalah tentang pernikahan dini, terlebih-lebih di era millennial sekarang ini. Menikah muda belakangan ini sedang marak-maraknya kita saksikan di social media terlebih lagi sejak beberapa pasangan muda yang baru menikah gemar memamerkan potret kebahagiaan mereka di social media, seolah-olah pernikahan yang mereka jalani sangat sempurna dan penuh dengan kebahagiaan. salah satunya adalah pasangan muda Ahmed Zam-zam dan Kayla Nadira yang memutuskan menikah muda.
Trend nikah muda di era millenial, Apa sih faktor, keuntungan serta kerugiannya?

Hal tersebut membuat para generasi millennial merasa terkagum-kagum membayangkan kebahagiaan serupa, sampai pada titik dimana mereka benar-benar ingin menikah di usia muda, sehingga menikah muda menjadi trend di kalangan masyarakat. Trend menikah muda benar-benar membawa pengaruh besar bagi sebagian pemuda millennial, terbukti dengan menjamurnya akun-akun di social media instagram bertajuk dakwah yang justru tanpa kita sadari lebih banyak mempromosikan trend menikah muda sehingga generasi millennial tertarik untuk mengikuti trend tersebut tanpa mengetahui konsekuensi ataupun manfaat dari menikah muda itu sendiri.

Ada banyak factor yang mendorong maraknya nikah muda atau pernikahan dini  di kalangan pemuda millennial:
Pertama, Pola pikir dan komunikasi yang semakin berkembang serta mudah diakses, menambah jaringan pertemanan dengan lebih mudah.Banyak generasi millennial berpikir tidak menjadikan usia muda sebagai tolak ukur menunda pernikahan. Tidak hanya itu, ternyata globalisasi di era digital ini juga menimbulkan kekhawatiran para orang tua yang tidak siap dalam menghadapi tumbuh kembang anak-anaknya. Sehingga untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, orang tua berpikir untuk menikahkan anaknya di usia muda.

Bacaan Lainnya

Baca Juga :  Hari Perempuan Internasional

Kedua, Pengaruh gaya hidup luar. Tidak dapat dipungkiri bahwa zaman yang mengglobalisasi saat ini ikut andil memberikan masuknya trend budaya luar ke dalam negeri. Kebiasaan-kebiasaan seperti caranya berpakaian, caranya berkomunikasi dan sebagainya, dapat memberikan keberagaman nilai-nilai budaya sebagai bentuk sosialisasi. Keberagaman itulah yang tidak menutup kemungkinan menggeser nilai-nilai budaya dalam negeri sendiri. Sehingga Negara yang umumnya memberikan kebebasan bagi masyarakatnya untuk menikah di usia muda dijadikan tren bagi generasi millennial. Pemahaman terhadap pernikahan yang kurang mendalam dan cenderung tahu enak-enaknya saja berdasarkan apa yang dilihat dari media social menjadi pilihan untuk menikah muda.
Ketiga, Budaya.Adanya budaya yang masih melestarikan kepercayaan nenek moyang dan tidak terpengaruh oleh kebudayaan masa kini biasanya terjadi di beberapa suku pedalaman. Kepercayaan jika anak perempuan sudah ada yang melamar tidak boleh ditolak, sebab bisa menyebabkan tidak laku-laku. Sehingga anak perempuan yang masih terikat akan tradisi ini terpaksa menikah meski usianya masih belasan tahun.Ada juga yang anak perempuannya berada di kota rantauan, sehingga menikah sebagai solusi agar orangtua merasa aman anaknya ada yang mengawasi dan sebagai pengikat keluarga yang jauh.

Pos terkait