Strategi Guru Dalam Menanamkan Sikap Religius Dalam Pelajaran

  • Whatsapp
Undangan Digital
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi Guru dalam menanamkan sikap religius dalam pelajaran matematika. Dengan subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru Matematika, dan salah satu murid dari MI MAMBA”UL ULUM Mojokerto  Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data secara kualitatif yaitu reduksi data, sajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sekolah dan guru dalam menanamkan sikap religius dalam pembelajaran matematika: [1] Guru lebih mengutamakan praktek keagamaan dengan membuat siswa memahami pentingnya sikap religius. [2] Guru selalu mengingatkan , memberi nasehat kepada siswa dengan lisan atau tat tertib yang ditempelkan pada tiap-tiap kelas agar siswa patuh dan taat dan lebih pentingnya lagi  guru harus memberikan keteladanan kepada siswa. [3] Memberikan sangsi atau kepada sisiwa yang melanggar tatib dengan cara menegur,mengingatkan dan kalau masih belum jera diberi sangsi berupa tindakan. [4] guru harus selalu mengingatkan  siswa gatkan siswa untuk selalu jujur dalam perkataan dan diwujudkan dengan perbuatan dalam mempelajari pelajaran matematika dan selalu diberikan keteladanan yang baik sehingga terbiasa melakukan sikap religius. [5] Guru harus tegas untuk memberikan sangsi kepada siswayang melakukan kecurangan dalam mengerjakan ujian ,soal-soal matematika dengan cara menegur dan menasehatinya.Dan siswa dituntun untuk selalu berbuat jujur, agar siswa terbiasa dalam melakukan sikap religius dan kejujuran di sekolah maupun dalam proses pembelajaran matematika.
Kata kunci : Strategi Guru , Sifat Religius , Pembelajaran matematika.
Strategi Guru Dalam Menanamkan Sikap Religius Dalam Pelajaran
Abstract The purpose of this research is to know the teacher’s strategy in instilling religious attitudes in mathematics. With the subject of research is the principal, mathematics teacher, and one of the students of MI MAMBA “UL ULUM Mojokerto data collection methods are observations, interviews, and documentation. Qualitative data analysis is data reduction, data serving, and data disclosure. The results showed that the school and teacher strategies were in instilling religious attitudes in mathematics learning: [1] Guru prioritizes religious practice by making students understand the importance of religious attitudes. [2] Teachers always remind, advise students with the verbal or orderly order that is attached to each class so that students are obedient and obedient and more importantly the teacher must give the students an example. [3] giving the sanctions or to the one who violated the rule by rebuke, reminding and if still not deterrent given the act of action. [4] Teachers should always remind students to always be honest in words and manifested by deeds in learning math lessons and always given good transparency so as to be accustomed to religious attitudes. [5] Teachers must be assertive to give the sanctions to the students cheating on the exam, math questions by rebuke and advise him. And students are led to always be honest, so that students are accustomed to doing religious attitudes and honesty in school and in the process of learning mathematics.
Keyword: Teacher strategy, religious nature, mathematics learning.

Strategi Guru Dalam Menanamkan Sikap Religius Dalam Pelajaran

PENDAHULUAN
Sikap religius sangatlah penting dalam bertingkah laku dan berbuat sesuatu .karena sikap religius sangatlah penting dan diperlukan dalam membentuk kepribadian seseorang yang taat kepada seluruh ajaran Allah SWT. Untuk membentuk kepribadian siswa harus ditanamkan sikap religius sejak dini terutama pada sekolah dasar. Dalam sekolah dasar, sikap religius merupakan dasar atau komponen yang paling penting dari setiap proses pembelajaran yang dilaksanakan seperti proses pembelajaran matematika. Segala sesuatu yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran matematika harus didasarkan pada sikap religius yang bertujuan untuk me. Dengan mbentuk siswa yang berakhlak mulia.

Pos terkait