Pendidikan Sebagai Basis Kebudayaan

Pendidikan Sebagai Basis Kebudayaan; Proses pendidikan sebagai upaya mewariskan nilai-nilai luhur suatu bangsa yangb bertujuan melahirkan generasi umggul secara intelektual dengantetap memelihara kepribadian dan identitasnya sebagai bangsa. Pendidikan hari ini dihadapkan pada situasi dimana proses pendidikan sebagai upaya pewarisan nilai-nilai lokal di satu sisi menghadapi derasnyanilai-nilai globall.
Pendidikan Sebagai Basis Kebudayaan
Ki Hajar Dewantoro, mengatakan bahwa “kebudayaan tidak daapt dipisahkan dari pendidikan, bahkan kebudayaan merupakan dasar pendidikan”. Kebudayaan yang menjadi alas pendidikan tersebut harus bersifat kebangsaan. Dengan demikian kebudayaan yang dimaksud adalah kebudayaan yang riil yaitu budaya yang hidup di dalam masyarakat kebangsaan Indonesia. 
Sedangkan pendidikan mempunyai arah untuk mewujudkan keperluan perikehidupan dari seluruh aspek kehidupan manusia dan arah tujuan pendidikan untuk mengangkat derajat dan harkat manusia (Tilaar, 1999:68). Kebudayaan dimaknai sebagai sesuatu yang diwariskan atau dipelajari, kemudian meneruskan apa yang dipelajari serta mengubahnya menjadi sesuatu yang baru. 
Apabila demikian adanya, maka tugas pendidikan sebagai misi kebudayaan harus mampu melakukan proses; pertama pewarisan kebudayaan, kedua membantu individu memilih peran social dan mengajari untuk melakukan peran tersebut, ketiga mengadukan beragam identitas individu ke dalam lingkup kebudayaan yang lebih luas, keemat harus menjadi sumber inovasi social. 

Jika Pendidikan Hanya Menghasilkan Orang Pintar Bukan Orang Terdidik 

Zaman sekarang ini banyak terjadi tindakan yang memalukan di Indonesia. Seperti contohnya suap, korupsi, dan lainnya. Anehnya orang-orang yang terjerat kasus tersebut adalah yang orang berpendidikan tinggi memiliki gelar sarjana dari lulusan universitas yang terkenal, melihat hal tersebut, sepertinya ada hal yang tidak benar pendidikannya dan seharusnya harus sudah dikaji ulang.

Akibatnya orang pintar tersebut akan terlihat menjadi orang jahat, maling, menindas kaum lemah. Padahal seharusnya mereka adalah penolong dan pemimpin yang baik untuk mereka. Dan menciptakan manfaat bagi banyak orang. Banyak orang terhormat di Negeri ini yang tertangkap tangan telah melakukan tindakan korupsi atau penyuapan. Bahkan mereka berpendidikan tinggi dan mengaku beragama. Tetapi tindakan mereka sangat memalukan dan merugikan.

Bahkan tindakan tersebut ada yang dilakukan bersama teman-temannya. Lebih miris lagi ketika mereka tertangkap oleh pihak berwajib mereka hanya tenag dan tersenyum lebar kepada masyarakat. Seolah-oleh mereka tidak bersalah dan merasa senang dengan apa yang ia perbuat. Apa mereka tidak mengetahui dan tidak pernah diajari bahwa memakan uang yang bukan haknya merupakan perbuatan dosa.

Baca Juga :  Dampak Virus Corona Terhadap Ekonomi Global

Memang mereka itu sudah kehilangan akal sehat dan putus sudah urat malunya. Untuk itu system pendidikan yang ada saat ini harus diperbaiki dengan tidak hanya mementingkan hasil. Namun, juga proses agar tercipta orang pintar yang mempunyai akhlak yang baik.

Tags: