Menjadi manusia unggul di era Milenial

Menjadi manusia unggul di era Milenial; di era kecanggihan teknologi dan zaman ini, seorang muslimah di tuntut untuk tegas terhadap diri sendiri dan dan lingkungannya. Begitu banyak tantangan yang dihadapi muslimah seiring perkembangan zaman. Potret buram kehidupan akibat dari penyimpangan pergaulan yang tidak terkendalikan.

Muslimah masa kini harus mempunyai komitmen yang kuat terhadap syariat Allah, sehingga apapun yang dilakukan para muslimah tidak menyimpang dari aturan Allah. Muslimah  adalah pondasikejayaan umat yang melahirkan generasi bangsa yang bermartabat dan berkarakter. Muslimah adalah ibu dan madrasah pertama bagi anak-anaknya, karena anak yang berkarakter terlahir dari bimbingin ibu yang berkarakter.

Menjadi manusia unggul di era Milenial

Dan di era milenial  ini,  kita,  khususnya para muslimah harus bersungguh sungguh membangun karakter yang baik secara lahir dan batin.  Menyiapkan ilmu spritual dalam era mileneal, kita bukan lagi perang melawan musuh dengan kekerasan tapi melawan pemikiran yang tidak sesuai dengan norma kehidupan dan menyimpang dari syariat islam, baik yang tesirat maupun tidak tersirat.
Kita sebagai muslimah harus cerdas bagaimana menata kehidupan di era milenial ini agar selamat di dunia maupun di akhirat nanti. Muslimah harus mempunyai landasan ilmu keislaman yang cukup dan jika terjadi perbedaan persepsi  maka tidak menyimpang dari syariat. Muslimah yang tangguh adalah muslimah yang cerdas dalam bertindak sesuai norma kemanusian,  selalu menjaga adab,  kehormatan, dan persaudaraan, ibadah serta ketaatan.

2.    Pendidikan Karakter Untuk Membangun Peradaban Bangsa
Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi dari setiap orang.
Proses pendidikan di sekolah masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, masih banyak guru-guru di setiap sekolah yang hanya asal mengajar saja agar terlihat formalitasnya, tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik yang harus dilakukan.
Banyak pilarkarakter yang harus kita tanamkan kepada anak – anak penerus bangsa, diantaranya adalah kejujuran, yah kejujuran adalah hal yang paling pertama harus kita tanamkan pada diri kita maupun anak – anak penerus bangsa karena kejujuran adalah benteng dari semuanya, Demikian juga ada pilarkarakter tentang keadilan, karena  seperti yang dapat kita lihat banyak sekali ketidakadilan khususnya di Negara ini. Selain itu harus ditanamkan juga pilarkarakter seperti rasa hormat.
Sekarang mulai banyak sekolah – sekolah di Indonesia yang mengajarkan pendidikan karakter  menjadi mata pelajaran khusus di sekolah tersebut. Mereka diajarkan bagaimana cara bersifat terhadap orang tua, guru –guru ataupun lingkungan tempat hidup.
Mudah – mudahan dengan diterapkannnya pendidikan karakter di sekolah semua potensi kecerdasan anak –anak akan dilandisi oleh karakter – karakter yang dapat membawa mereka menjadi orang – orang yang diharapkan sebagai penerus bangsa.

Baca Juga :  Pentingnya Bimbingan Konseling pada Pendidikan Dasar

3.    Pentingnya mempunyai pengalaman
Pengalaman di masa lalu yang di rasa kelam, menakutkan, bahkan terjadi kesalahan sehingga mengakibatkan seseorang mengalami kegagalan di masa lalu, itu adalah awal dari seseorang meraih keberhasilan di masa yang akan datang
Dengan adanya pengalaman buruk di masa lalu, seseorang akan memperbaiki dan menginstropeksi dirinya supaya tidak terulang lagi kesalahan yang sama di masa yang akan datang. Pengalaman sebagai dasar untuk mengatasi pemasalahan yang terjadi di kehidupan berikutnya.
Pepatah mengatakan, “Pengalaman adalah guru terbaik”.
Seperti yang telah dikatakan di atas, bahwa pengalaman dapat merubah seseorang menjadi lebih baik. Dengan adanya pengalaman, seseorang akan mencoba sesuatu yang baru agar mereka memperoleh kemajuan dan keberhasilan dalam hidup di masa mendatang.
Pengalaman dapat menuntun seseorang untuk belajar berfikir dan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Pengalaman juga merupakan proses pendewasaan diri seseorang.

4.    Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama.
Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Penggunaan kata yang baku dan lafal baku pada ragam konsultatif, santai, dan akrab dapat berakibat bahasa menjadi tidak baik karena tidak sesuai dengan situasi. Hal seperti ini menyebabkan penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak baik dan tidak tepat tempatnya.

Baca Juga :  Klasifikasi Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan MI

5.    Pentingnya Menghargai Waktu
Waktu adalah hal yang sangat berharga, nikmat dan karunia tuhan yang diberikan kepada setiap manusia. Waktu adalah sebuah misteri kehidupan yang mana apabila sudah terjadi tidak akan dapat di kembalikan lagi, jadi hargailah waktu yang sangat singkat ini sebelum kita tua dan menyesal akan itu.
Menghargai waktu sebagai realisasi disiplin adalah salah satu sikap individu manusia yang dapat memaneg waktunya dengan baik. Kita semua pasti tahu bahwa manusia mempunyai waktu yang sangat singkat di dunia ini.
Dengan diberikannya waktu yang begitu singkat, sudah sepantasnya kita mempergunakan waktu semaksimal dan sebaik mungkin, bukan malah membuang-buang waktu. Orang Amerika mengatakan bahwa ‘waktu itu adalah uang’ yang mana sangat penting dan bernilai mahal dalam kehidupan walau itu hanya satu detik.
Dengan dapatnya kita menghargai waktu maka akan terciptalah suatu kedisiplinan dalam kehidupan kita. Disiplin itu sendiri adalah suatu keadaan dimana kita taat dan patuh terhadap suatu norma atau nilai-nilai yang terdapat dalam suatu dimensi waktu.
Disiplin dalam menggunakan waktu maksudnya kita dapat menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, membagi waktu dengan baik, mana yang harus diutamakan dan mana yang harus di tinggalkan.

6.    Menjadi Diri Sendiri ( Be YourSelf )
Menjadi diri sendiri bukan lantas tidak dengan melihat orang lain, dibutuhkan figur sebagai keteladanan atau paling tidak sebagai frame terluar untuk berubah menjadi diri sendiri yang seperti “itu”. dalam langkah mengenali diri sendiri perlu ekstraksi diri, semua unsur yang ada dalam kedirian seorang manusia harus diuraikan seperti apa yang menjadi kecenderungan terhadap sesuatu dan yang paling mendekati bagaimana diri kita atau cerminan kita.
Bakat dan keunikan diri adalah dua hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sebagai contohnya Ronaldo dan Messi memiliki bakat dan minat dalam dunia sepak bila namun mereka memiliki keunikan diri, yang membedakannya misalkan saja Ronaldo dengan power dan akurasinya sedangkan lionel messi dengan kelihaiannya gocekannya terhadap si kulit bundar.
Setelah mengenali siapa diri dan bagaimana ia, lantas pertanyaan berikutnya adalah apakah sebenarnya kehendak diri itu? Kehendak diri bukan sekadar tentang aku ingin ini dan itu namun lebih kepada bentuk dari perwujudan eksistensi diri itu sendiri. Mungkin itulah yang menyebabkan ia tidak mudah diterjemahkan.
Mennjadi diri sendiri adalah melejitkan eksistensi tentang kedirian manusia. Eksistensi untuk dirinya sendiri yang bermanfaat untuk orang lain yang diperuntukkan untuk Tuhannya.

Baca Juga :  Motivasi Belajar untuk Anak

7.    Pemuda Masa Kini 5F
1. Food, makan dan minum dari yang halal seperti yang dicontohkan oleh nabi Muhammad, abu bakar yaitu selalu berhati hati dalam hal makanan, berdasarkan jenis dan perolehan.kalau terdapat barang haram itu sama saja diri kita menjadi bahan bakar di api neraka. Berhati hati dg makanan atau hal apa saja yg masuk ke dalam tubuh kita, pastikan semua itu halal
2. Fashion, pakaian wanita dalam Islam, dalam berbusana ada beberapa kaidah, tidak boleh berpakaian terlalu tipis dan ketat karna itu sama saja dengan telanjang. Jangan memakai pakaian yang berbeda atau merasa tenar dan menarik perhatian ataupun mencolok, fungsi memakai kerudung adalah melindungi dan menjaga bukan sebagai penghias. Kamu adalah apa yang kamu pakai.
3. Fun, berhati hati dalam bersenang senang, masa muda untuk senantiasa beribadah kepada Allah , pemuda-pemuda yang taat kepada Allah, adalah pemuda yang diapresiasi, yaitu mendapatkan naungan di hari akhir nanti, yaitu pemuda yang memakmurkan masjid, mengaji, orang-orang yang tidak mau diajak zina atau pacaran,  Allah mengatakan janganlah mendekati zina, gunakan masa mudamu dengan  perkara yang baik. Cari ilmu setinggi tingginya di masa muda.
4. Facebook, social media, akhlak dunia nyata harus sama di sosial media, berfikir terlebih dahulu sebelum mem posting atau update, gunakan sosmed dengan bai, jangan sekali-kali memposting perkelahian dll yang merusak diri kalian.

Tags: