Prinsip-Prinsip Evaluasi Pembelajaran

  • Whatsapp

Dalam evaluasi, terdapat prinsip umum yang penting dalam suatu kegiatan evaluasi, yakni dapat disebut triangulasi atau suatu hubungan yang saling terkait antara 3 (tiga) komponen, yakni:
1.    Tujuan Pembelajaran
2.    KBM (Kegiatan Belajar Mengajar)
3.    Evaluasi

Ketiganya, memiliki keterkaitan dan hubungan yang penting dalam prinsip evaluasi.

Bacaan Lainnya

  1. Hubungan keterkaitan antara tujuan pembelajaran dengan KBM adalah suatu kegiatan belajar dan mengajar merupakan kegiatan yang disusun serta dirancang oleh guru/pendidik dalam bentuk rencana pembelajaran, dalam penyusunan tersebut tentu harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Sehingga sebuah KBM harus mengacu pada tujuan, dan tujuan tersebut mengarah pada Kegiatan Belajar Mengajar.
  2. Hubungan keterkaitan antara tujuan dengan evaluasi adalah ketika melihat arti dari evaluasi yakni suatu kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sampai mana suatu tujuan tercapai. Sehingga pengukuran menggunakan alat evaluasi
  3. Hubungan keterkaitan antara KBM dengan evaluasi adalah tidak hanya mengacu pada tujuan saja, namun evaluasi juga harus disesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan.

Menurut Khusnuridlo (2010) untuk hasil evaluasi yang lebih baik, evaluasi harus berhubungan dengan beberapa prinsip umum antara lain.
1.    Kontinuitas
Evaluasi pembelajaran harus dilakukan secara kontinu atau berlanjut, sehingga saling berhubungan antara hasil evaluasi sebelumnya dengan hasil evaluasi selanjutnya. Dengan demikian guru dapat melihat perkembangan peserta didik dengan melihat prosesnya bukan hasil belajarnya saja.
2.    Komprehensif
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh mengenai aspek aspek yang ada didalamnya seperti afektif, kognitif dan psikomototrik peserta didik.
3.    Adil dan Objektif
Dalam melaksanakan evaluasi harus adil dan objektif dimana dalam mengevaluasi harus tidak memandang perbedaan agama, suku, ras dan budaya serta bersifat objektif sesuai dengan kemampuan masing masing peserta didik sesuai dengan fakta.
4.    Kooperatif
Dalam mengevaluasi sebaiknya guru menjalin komunikasi dengan wali murid, guru guru dan kepala sekolah sehingga dapat ikut serta dalam proses evaluasi.
5.    Praktis
Praktis berarti mudah dalam pengaplikasian, baik guru yang menggunakan maupun pihak pihak yang akan menggunakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *