Penerapan Prinsip-Prinsip Evaluasi Pembelajaran

  • Whatsapp
Undangan Digital

Berdasarkan beberapa prinsip yang telah dibahas diatas jika sudah memahami mengenai prinsip-prinsip evaluasi maka tentu saja prinsip-prinsip tersebut harus diimplementasikan ketika melakukan kegiatan evaluasi pembelajaran. Beberapa contoh penerapan prinsip-prinsip evaluasi dalam kegiatan evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut.

1.    Prinsip Valid
Penerapan prinsip valid contohnya adalah dalam suatu penilaian pembelajaran Fiqih, siswa diharapkan mampu mempraktikkan cara berwudlu yang baik dan benar. Agar tercapai kompetensi tersebut maka tidak bisa hanya menilai menggunakan tes tulis atau mengandalkan teori saja. Jika mengukur hanya dengan menggunakan tes tulis maka dapat dikatakan hanya mengukur pengetahuan siswa dan tidak dapat mencapai kompetensi yang disebutkan diatas. Namun, jika ingin mengetahui keterampilan siswa dalam berwudlu maka diperlukan tugas dalam bentuk mempraktikkan berwudlu. Agar dapat menilai keterampilan siswa dalam hal tersebut maka pendidik harus membuat pedoman dalam pengamatan serta kriteria penilaian dengan membuat rubrik penilaian. Dengan cara itulah maka kompetensi pembelajaran Fiqih tersebut dapat terukur dengan baik dan tepat.

Bacaan Lainnya

2.    Prinsip Mendidik
Penerapan prinsip mendidik contohnya adalah dalam suatu pendidikan sekolah dasar, seorang siswa mendapatkan nilai 50 dalam matematika, 60 dalam IPA, dan 55 dalam bahasa Inggris. Sedangkan dalam kegiatan ekstrakulikuler yang diikutinya yakni melukis, siswa tersebut mendapatkan nilai yang baik serta berprestasi dan selalu memperoleh penghargaan. Ketika hasil penilaiannya keluar, siswa tersebut sadar bahwa prestasinya dalam bidang akademik tidak seimbang dengan bidang non akademiknya. Berdasarkan hasil penilaian belajarnya tersebut, siswa tersebut semakin terpacu dan semangat dalam belajarnya untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasinya di bidang akademik agar seimbang.

Baca Juga :  Tinjauan Tentang Budi Pekerti

3.    Prinsip yang Berorientasi pada Kompetensi
    Beberapa contoh yang dapat dilihat adalah:
a.    Guru menjelaskan terkait proses, teknik, prosedur, dan hasil kemampuan siswa sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.
b.    Guru menggunakan jenis penilaian sumantif yakni penilaian pada kemajuan belajar siswa.
c.    Guru atau pendidik menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Penilaian ini mengacu pada tujuan pembelajaran atau kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Guru harus memberikan nilai minimal yang biasa digunakan.

Pos terkait