Penerapan Prinsip-Prinsip Evaluasi Pembelajaran

Berdasarkan beberapa prinsip yang telah dibahas diatas jika sudah memahami mengenai prinsip-prinsip evaluasi maka tentu saja prinsip-prinsip tersebut harus diimplementasikan ketika melakukan kegiatan evaluasi pembelajaran. Beberapa contoh penerapan prinsip-prinsip evaluasi dalam kegiatan evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut.

1.    Prinsip Valid
Penerapan prinsip valid contohnya adalah dalam suatu penilaian pembelajaran Fiqih, siswa diharapkan mampu mempraktikkan cara berwudlu yang baik dan benar. Agar tercapai kompetensi tersebut maka tidak bisa hanya menilai menggunakan tes tulis atau mengandalkan teori saja. Jika mengukur hanya dengan menggunakan tes tulis maka dapat dikatakan hanya mengukur pengetahuan siswa dan tidak dapat mencapai kompetensi yang disebutkan diatas. Namun, jika ingin mengetahui keterampilan siswa dalam berwudlu maka diperlukan tugas dalam bentuk mempraktikkan berwudlu. Agar dapat menilai keterampilan siswa dalam hal tersebut maka pendidik harus membuat pedoman dalam pengamatan serta kriteria penilaian dengan membuat rubrik penilaian. Dengan cara itulah maka kompetensi pembelajaran Fiqih tersebut dapat terukur dengan baik dan tepat.

2.    Prinsip Mendidik
Penerapan prinsip mendidik contohnya adalah dalam suatu pendidikan sekolah dasar, seorang siswa mendapatkan nilai 50 dalam matematika, 60 dalam IPA, dan 55 dalam bahasa Inggris. Sedangkan dalam kegiatan ekstrakulikuler yang diikutinya yakni melukis, siswa tersebut mendapatkan nilai yang baik serta berprestasi dan selalu memperoleh penghargaan. Ketika hasil penilaiannya keluar, siswa tersebut sadar bahwa prestasinya dalam bidang akademik tidak seimbang dengan bidang non akademiknya. Berdasarkan hasil penilaian belajarnya tersebut, siswa tersebut semakin terpacu dan semangat dalam belajarnya untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasinya di bidang akademik agar seimbang.

3.    Prinsip yang Berorientasi pada Kompetensi
    Beberapa contoh yang dapat dilihat adalah:
a.    Guru menjelaskan terkait proses, teknik, prosedur, dan hasil kemampuan siswa sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.
b.    Guru menggunakan jenis penilaian sumantif yakni penilaian pada kemajuan belajar siswa.
c.    Guru atau pendidik menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Penilaian ini mengacu pada tujuan pembelajaran atau kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Guru harus memberikan nilai minimal yang biasa digunakan.

4.    Prinsip Adil dan Objektif
    Berikut ini beberapa contoh yang sering ditemui, yakni:
a.    Penilaian tidak adil dalam suatu tes tertulis pelajaran IPS, misalnya terdapat 10 butir soal dimana diwajibkan untuk peserta didik menjawab soal nomor 1-5 kemudian untuk soal nomor 6-10 peserta didik diwajibkan memilih 2 soal saja. Dari contoh berikut dapat dilihat terdapat perlakuan adil ketika seluruh siswa diminta mengerjakan nilai 1-5 dan terdapat perlakuan tidak adil saat memilih 2 nomor secara bebas untuk nomor 6-10.
b.    Penilaian saat praktek menari guru tidak boleh memandang fisik peserta didik sehingga murid perempuan yang cantik akan diberi nilai lebih tinggi dibanding peserta didik lain.

Baca Juga :  Konsep Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan

5.    Prinsip Kontinuitas
Terdapat beberapa contoh penerapan prinsip kontinuitas adalah sebagai berikut.
a.    Guru melakukan kegiatan belajar dan mengajar secara terencana dan terus menerus dilakukan serta dengan bertahap, dalam setiap tahap tersebut guru dapat mengumpulkan nilai-nilai setiap siswa, semua nilai yang dikumpulkan akan dijadikan patokan dalam pemberian nilai.
b.    Guru memberi nilai sesuai dengan aspek afektif, psikomotorik, serta kognitif pada diri siswa.
c.    Penilaian dilakukan sesuai dengan perkembangan yang dialami oleh siswa dalam setiap kegiatan belajar mengajar.
6.    Prinsip Terbuka
    Contoh penerapan prinsip terbuka diantaranya:
a.    Guru mengambil keputusan dengan cara pengambilan nilai berdasarkan kesepakatan yang sudah dibuat.
b.    Guru menjelaskan aspek-aspek penilaian  agar semua siswa dapat mengetahui prosedur penilaian yang diberikan oleh guru.
c.    Orang lain berhak mengetahui kriteria-kriteria penilaian dalam evaluasi sehingga evaluasi tidak bersifat rahasia dan tertutup.

7.    Prinsip Keseluruhan
Beberapa contoh penerapan prinsip keseluruhan dalam evaluasi adalah sebagai berikut.
a.    Memberikan bobot penilaian dengan menggunakan beberapa aspek semisal, kehadiran 20%, tugas 20%, uts 25%, serta keaktifan 35%.
b.    Guru menggunakan penilaian keseluruhan siswa, tidak hanya satu aspek saja namun juga aspek perilaku siswa meliputi kognitif, afektif, serta psikomotorik.
8.    Prinsip Bermakna
a.    Guru melihat ketercapaian belajar siswa dalam menggunakan metode pembelajaran yang digunakan sebagai bahan evaluasi kedepannya.
b.    Memberikan pengukuran prestasi hasil belajar siswa.
c.    Guru memberikan penilaian sesuai dengan perilaku sesungguhnya dari siswa.

Tags: