Perbedaan Tes sumatif dan tes formatif dalam penilaian

Tes Sumatif (Sumative Test)

Tes Sumatif adalah tes yang diberikan setelah sekumpulan satuan program pembelajaran selesai diberikan untuk mengetahui keberhasilan belajar murid setelah mengikuti program pengajaran tertentu  yang pelaksanaannya itu dilakukan pada akhir tahun atau akhir. Tes yang dimaksudkan untuk menentukan berhasil atau tidaknya siswa sebagai syarat untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Tes sumatif yang dikenal dengan istilah summative test adalah tes hasil belajar yang dilaksanakan  setelah sekumpulan materi pelajaran atau satuan program pengajaran selesai diberikan.

Tes sumatif ini dilaksankan dengan tujuan untuk menentukan nilai yang menjadi lambang keberhasilan siswa setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Manfaat dari tes sumatif ialah sebagai berikut,

  1. Menentukan kedudukan atau rangking masing-masing siswa di kelompoknya. (untuk menentukan nilai).
  2. Menentukan dapat atau tidaknya siswa melanjutkan program pembelajaran berikutnya.
  3. Menginformasikan kemajuan siswa untuk disampaikan kepada pihak lain seperti orang tua dan sekolah. Jika tes sumatif dilaksanakan pada tiap akhir semester, maka pada setiap akhir jenjang pendidikan dilaksanakan tes akhir atau biasa disebut evaluasi belajar tahap akhir (untuk mengisi catatan kemajuan belajar siswa yang sudah dia capai).

Tes sumatif berisi tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa setelah program pembelajaran selesai dikerjakan. Pada umumnya tes sumatif dilaksanakan pada akhir semester, oleh sebab itu tes sumatif dapat dapat disebut ujian akhir semester. Agar hasil yang ditargetkan dapat tercapai, tes sumatif dapat diisi dengan tugas-tugas yang memiliki tingkat kesukaran rendah yang telah diujikan dalam tes formatif.

Beberapa kalangan menganggap hal inilah yang melatarbelakangi kenapa tidak ada program remedial dan pengayaan pasca ujian semester. Di Indonesia tes sumatif pada umumnya menghasilkan sebuah skor atau angka yang memberikan presentase besar pada presentasi akademik atau nilai rapor. Soal yang ada di dalam tes sumatif rata-rata mempunyai tingkat kesulitan (Indeks kesukaran antara 0,35 sampai 0,70) yang artinya soal kategori sedang. ditambah beberapa soal yang sangat mudah dan beberapa soal yang sangat sukar.

Baca Juga :  Pengertian Penilaian

Tes Formatif (Formatif Test)

Tes formatif yaitu suatu bentuk tes yang bertujuan untuk memberikanfeedbackatau umpan balik ke peserta didik. Tes ini dilakukan pada saat sedang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Lebih tepatnya tes formatif dilakukan setiap akhir suatu topik atau pokok bahasa. Tes ini juga dimaksudkan untuk memantau sampai sejauh mana peserta didik mencapai kemajuannya selama proses belajar. Selain itu juga, tes ini berfungsi untuk mengetahui kelemahan yang terjadi selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga dapat melakukan perbaikan agar proses pembelajaran yang dilakukan guru dan  hasil belajar peserta didik dapat lebih baik lagi.

Fungsi tes formatif ini sebenarnya yaitu untuk mengetahui suatu tingkat keberhasilan dan kegagalan dalam kegiatan belajar mengajar. Tak hanya itu saja, tes ini juga berfungsi untuk mengetahui masalah-masalah dan hambatan apa saja yang dialami saat proses belajar mengajar.

Tes formatif ini bermanfaat untuk mengetahui:

  1.  Apakah siswa sudah memahami dan menguasai materi dengan baik atau belum. Jika siswa telah mencapai 75% pemahaman materinya atau lebih maka siswa tersebut dapat mengikuti program berikutnya.
  2. Untuk mengetahui mayoritas atau kebanyakan siswa yang telah memahami pelajaran secara menyeluruh dalam mengerjakan soal. Jika tingkat kegagalan kurang dari 60% maka guru wajib melakukan pengulangan materi kepada seluruh siswa. Jika tingkat keberhasilan siswa mencapai di atas 60%, maka tugas guru yaitu melakukan pengulangan materi pada siswa yang belum paham secara sendiri-sendiri atau individu.
  3. Dapat membantu guru untuk menentukan cara mengajar. Apakah masih memakai cara yang sama atau harus meggantinya.
  4. Dapat mengetahui apakah guru memerlukan media untuk meningkatkan tingkat keberhasilannya dalam mengajar.
  5. Dapat mengetahui apakah alat evaluasi dan metode yang digunakan sudah tepat atau belum.

Tags: