Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

Covid-19 kini sudah memasuki Indonesia, berawal dari dua orang warga Depok yang positif pada awal maret lalu dan sampai saat ini terus bertambah. Data terakhir pada hari Minggu, 12 April 2020 sudah terkonfirmasi 4.421 kasus positif, 3.509 dirawat, 373 meninggal dan 359 sembuh. Maraknya Covid-19 ini meneybabkan pemerintah mengambil tindakan tegas yakni masyarakat Indonesia dihimbau untuk melakukan social distancing.

Social distancingmerupakan pembatasan sosial untuk upaya pencegahan penyebaran virus corona dengan menganjurkan orang sehat membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain. Ketika tidak melakukan jabat tangan serta menjaga jarak kurang lebih satu meter dengan orang lain, khusunya dengan orang yang sedang sakit atau orang yang beresiko tinggi terkena virus corona. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi penularan Covid-19 yang dapat terjadi melalui percikan air dari mulut atau hidung saat berbicara, batuk, dan dan bersin.

Berikut beberapa cara yang diterapkan untuk melakukan sosial distancingdan mematuhi anjuran pemerintah, sebagai berikut:

  • Belajar di rumah

Selain anjuran untuk melakukan sosial distancing.Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan baru melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa pembelajaran di sekolah diganti dengan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh dilakukan di rumah masing-masing secara daring (online). Kebijakan ini diberlakukan untuk semua jenjang sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Universitas. Dalam pembelajaran seperti ini, guru dituntut untuk memberikan materi kepada siswa dan memberikan tugas sesuai materi yang telah dijelaskan.

Agar pembelajaran berjalan dengan maksimal, terdapat beberapa aplikasi yang dapat dioperasikan diantaranya yaitu, google classroom, zoom, e-learning, dan lain sebgainya. Beberapa universitas juga telah bekerjasama dengan  provider untuk memberikan layanan internet kepada para mahasiswa untuk mengakses aplikasi pembelajaran secara gratis.

  • Bekerja di rumah
Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Islam Di Sekolah

Dengan bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19 banyak perusahaan dan toko-toko yang tutup agar menghindari penyebaran Covid-19. Para karyawan perusahaan-perusahaan tersebut yang diliburkan sehingga mereka tidak mempunyai penghasilan tetapi ada beberapa perusahaan yang tetap menggaji karyawannya. Dan para pegawai dihimbau untuk tidak pergi ke kantor dan tetap bekerja di rumah dengan menggunakan alternatif lain seperti aplikasi zoom atau video call jika ada rapat atau sebagainya. Beberapa rumah makan pun ada yang tutup dan beralih menjual makanannya secara online.

  • Beribadah di rumah

Kementrian Agama menghimbau agar umat beragama untuk beribadah di rumah dan tidak melaksanakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak demi pencegahan penularan Covid-19. MUI juga menegeluarkan fatwa agar umat muslim yang berada di daerah darurat Covid-19 untuk tidak sholat jumat dengan mengganti sholat dhuhur di rumah dan tidak melaksanakan sholat idul fitri. Dan di beberapa daerah yang melaksakan sholat jumat di masjid tetap melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Upaya pencegahan yang dilakukan yaitu ketika akan memasuki masjid dicek suhu terlebih dahulu, megatur jarak shaf setidaknya satu meter, dan tidak bersalaman setelah selesai sholat jumat. Fatwa ini juga didukung oleh Kementrian Agama.

Semua hal tersebut dilakukan demi menerapkan anjuran pemerintah yaitu social distancing.Dengan kita tetap berada di rumah dan membatasi kunjungan ke tempat yang ramai. Cara tersebut akan meminimalisir penyebaran Covid-19, dan kasus tersebut akan segera hilang sehingga masyarakat Indonesia terbebas dari Covid-19. Oleh: Umiatur Rohmania

Tags: