Perbedaan Evaluasi, Pengukuran dan Penilaian

Arti dari evaluasi, pengukuran, penilaian, dan tes sering kali membuat seeorang bingung untuk membedakannya, padahal istilah-istilah tersebut tentu saja memiliki makna yang berbeda-beda. Evaluasi, pengukuran, dan penilian masing-masing memiliki ruang lingkup dan fokus yang berbeda. Dalam praktik evaluasi, seringkali istilah tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi disalah artikan, secara konsepsional istilah tersebut berbeda satu sama lain, tetapi memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya.

Istilah “tes” berasal dari Bahasa latin “testum” yang memiliki arti piring atau wadah yang terbuat dari tahah liat.  Kemudian istilah tes digunakan dalam dunia psikologi, yang diartikan sebagai suatu cara untuk menyelidiki seseorang, cara yang digunakan untuk menyelidiki seseorang yaitu dengan memberikan suatu tugas pada seseorang untuk menyelesaikan suatu masalah. Menurut seorang ahli yanag bernama Sax, Sax menekankan bahwa tes merupakan tugas atau serangkaian tugas, baik tugas dalam bentuk soal maupun perintah yang harus diselesaikan atau dikerjakan oleh peserta didik, hasil tes tersebut kemudian digunkan untuk menarik suatu kesimpulan mengenai seseorang.

S. Samid Hasan, menjelaskan bahwasannya tess merupakan alat pengumpul data yang dirancang khusus dalam pembuatan butir-butir soalnya. Pengumpulan data tidak hanya ada dalam kegiatan penelitian, tetapi dalam evaluasi pun juga memerlukan pengumpulan data. Dalam evaluasi pembelajaran, tes berfungsi sebagai alat untuk mengumpulkan data. Tes dapat berwujud pertanyaan oleh karena itu rumusan yang digunakan dalam memilih jenis dan menuliskan pertanyaan, pola jawaban yang disediakan harus berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Dari sini dapat disimpulkan bahwasannya tes merupakan alat pengumpul data untuk mengukur aspek perilaku tertentu. Dengan demikian tes berfungsi sebagai alat ukur, seperti hal nya dalam tes prestasi berlajar, aspek perilaku yang diukur yaitu tingkat kemampuan pemahaman siswa dan penguasaan materi-materi yang telah disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar.[1]

  1. Pengukuran
Baca Juga :  Evaluasi Media Pembelajaran Anak Usia Dini

Pengertian pengukuran adalah suatu proses untuk menentukan kuantitas tentang suatu hal. Hal tersebut dapat diartikan siswa, guru, gedung sekolah, dan lain sebagainya. Dalam proses pengukuran ini, tentu saja memerlukan alat ukur, baik tes maupun non-tes.

Dalam sekolah, pengukuran berkaitan dengan tingkah laku siswa, pengukuran tidak menentukan mengenai lulus atau tidaknya siswa, pengukuran hanya memberikan data kuantitatif tentang perilaku siswa yang diukur derdasarkan kriteria tertentu.[2]

  • Penilaian

Penilaian merupakan alih Bahasa dari assessment, menurut Depdikbud, penilaian adalah suatu kegiatan yang berisi mengenai berbagai informasi yang berkesinambungan dan menyeluruh mengenai proses dan hasil pembelajaran yang telah dicapai siswa. Penilaian bersifat menyeluruh, mencakup seluruh aspek dalam pembelajaran seperti aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai.

Kemudian menurut Gronlund, penilaian merupakan serangkain kegiatan yang sistematis mulai dari pengumpulan data, analisis, dan interpretasi data/informasi mengenai sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasannya, penilaian merupakan proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang hasil belajar dan tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran, dalam rangka untuk pengambilan keputusan dengan kriteria dan pertimbangan tertentu dalam membuat keputusan tentang nilai, kenaikan kelas, dan kelulusan peserta didik. Pengambilan keputusan harus senantiasa mengarahkan peserta didik untuk melakukan perbaikan dalam pencapaian hasil belajar.[3]

Penilaian merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan keberhasilan proses dan hasil belajar. Kegiatan penilaian memberikan informasi kepada guru, yang nantinya informasi tersebut berguna untuk meningkatkan kemampuan mengajar seorang guru dalam membantu peserta didik untuk berkembang dan mencapai tujan pembelajaran secara optimal, sebab kemajuan peserta didik merupakan indikator dari tercapainya tujuan pembelajaran.

  • Evaluasi
Baca Juga :  Media Pembelajaran Box Bangun Datar

Selanjutnya arti dari istilah evaluasi yang dikemukakan oleh beberapa ahli, evaluasi memiliki arti suatu proses yang menghasilkan gambaran tentang oeserta didik, kemudian membuat pertimbangan dengan nilai dan arti. Proses dan hasil evaluasi sangat dipengaruhi oleh beragam pengamatan, latar belakang, dan pengalaman evaluator itu sendiri.

Pada hakikatnya evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengetahui kualitas tentang sesyatu baik dari nilai maupun arti, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka mengambil suatu keputusan. [4]

Antara penilaian dan evaluasi memiliki persamaan dan perbedaan, persamaannya yaitu keduanya memiliki arti memberikan nilai terhadap sesuatu, yang membedakan hanya ruang lingkup dan pelaksanaannya. Ruang lingkup  penilaian lebih sempit, terbatas pada salah satu komponen saja, seperti hasil belajar atau prestasi belajar peserta didik.

Pelaksanaan penilaian biasanya hanya dilakukan secara internal saja (guru) yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan ruang lingkup evaluasi terkait seluruh komponen dalam suatu sistem, contohnya evaluasi sistem pendidikan, sistem kurikulum, maupun sistem pembelajaran, dan dapat dilakukan tidak hanya oleh pihak internal, tetapi juga dapat dilakukan oleh pihak eksternal (konsultan yang mengevaluasi kurikulum).

Evaluasi dan penilaian bersifat lus dan menyeluruh, dimana pengukuran termasuk didalamnya. Pengukuran memberikan gambaran mengenai sesuatu dalam bentuk angka-angka yang menunujukkan suatu kemajuan atau progress, sedangan evaluasi dan penilaian lebih bersifat kualitatif. [5]

Apabila  dilihat dari segi maknanya, pengukuran, penilaian, dan evaluasi memiliki perbedaan arti dan fungsi seperti yang telah dikemukakan diatas. Akan tetapi, semuanya tidak dapat dipisahkan di dunia pendidikan. Sebab keterkaitan yang erat antara yang satu dengan yang lainnya.

  1.  Pengukuran dan penilaian merupakan dua proses yang berkesinambungan.
  2. Pengukuran dilaksanakan terlebih dahulu, yang menghasilkan skor dan dari hasil pengukuran dapat dilaksanakan penilaian.
  3. Evaluasi dan penilaian lebih bersifat kualitatif. Hakikat keduanya merupakan proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek. Perbedaanya terletak pada ruang lingkup dan pelaksanaanya.
  4. Antara penilaian dan evaluasi sebenarnya memiliki persamaan, yaitu keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu. Di samping itu, keduanya merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. [6]
Baca Juga :  Pengertian Penilaian Acuan Norma (PAN) Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Agar lebih jelas perbedaannya maka perlu dispesifikasi lagi untuk pengertian masing-masing:

  1. Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai, kriteria-judgment atau tindakan dalam pembelajaran.
  2. Penilaian dalam pembelajaran adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar.
  3. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Dalam dunia pendidikan, yang dimaksud pengukuran sebagaimana disampaikan Cangelosi (1995: 21) adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris.[7]

[1] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran (prinsip, teknik, prosedur),(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), halaman 2.

[2] H. Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1999), halaman 100.

[3] Zainal Arifin, halaman 4.

[4] Zainal Arifin, halaman 5.

[5] Zainal Arifin, halaman 8

[6]  Elis Ratnawulan, ”Evaluasi Pembelajaran” (Bandung : CV. PUSTAKA SETIA, 2015) hal. 25

[7] Anasari, Perbedaan Pengukuran dan Penilaian, 2020. Diakses di http://anasari92.blogspot.com/2013/11/perbedaan-pengukuran-penilaian-dan.html  pada 5 Februari 2020, pukul 6:20

Tags: