Pengertian Penilaian Acuan Norma (PAN) Penilaian Acuan Patokan (PAP)

  • Whatsapp
Undangan Digital

Pengertian Penilaian Acuan Norma (PAN)

Adalah nilai yang mengacu pada penilaian kelompok dengan membandingkan nilai-nilai siswa dalam kelompok tersebut. Dalam hal ini norma adalah suatu kelompok entah mencakup satu kelas, sekolah, rayon, dan lain sebagainya. (Astiti, 2017). PAN adalah penilaian acuan normatif yang membandingkan skor yang diperoleh peserta didik dengan standar atau norma yang relatif artinya apabila sudah menyusun pedoman skor berdasarkan tes yang sudah di lakukan di suatu kelas atau sekolah maka pedoman tersebut dan kemungkinan besar pedoman tersebut tidak berguna bagi kelompok atau kelas lainnya. Kecuali apabila disatukan dengan kelompok atau kelas pertama (Arifin, 2009). 

Tes acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif (Irhamni, 2017) dengan batas kelulusan dan kemampuan peserta didik tidak ditentukan oleh penguasaan dalam minimal siswa terhadap sebuah kompetensi yang ditetapkan melainkan didasarkan pada nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan kelompoknya. Ciri-ciri acuan nilai normatif adalah sebagai berikut : (Waseso, 1985)

  1. Penilaian acuan normati bersifat relative atau berubah-ubah disesuaikan dengan kondisi pada saat itu.
  2. Penggunaan acuan nilai normatif memberikan gambaran terhadap pengguasaan kelomopok
  3. Keberhasilan peserta didik tidak dikaitkan dengan penguasaan kompetensi
  4. Menggunakan kurva normal
Kelebihan PAN ( Penilaian Acuan Normatif) adalah sebagai berikut :
  1. Dapat digunakan untuk menetapkan nilai secara maksimal
  2. Dapat membedakan kemampuan antar peserta didik yang pintar dan kurang pintar yakni dengan membedakan kelompok atas dan bawah
  3. Fleksibel yakni dapat menyesuaikan dengan kondisi yang berbeda-beda
  4. Mudah menilai karena tidak ada patokan tertentu yang harus dicapai
  5. Dapat digunakan menilai ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. (Alfath & Raharjo, 2019)
  6. Kebiasaan menggunakan penilaian berdasarkan referensi norma atau kelompok
  7. Asumsi bahwa tingkat kinerja yang sama diharapkan terjadi pada setiap kelompok siswa
  8. Bermanfaat untuk membandingkan siswa lintas mata pelajaran dan memberikan hadiah atau penghargaan utama untuk sejumlah siswa tertentu. (Jumaeda, 2011)
Baca Juga :  Tanah Surga
Adapun kekurangan PAN adalah sebagai berikut :
  1. Sedikit menyebutkan kompetensi atau tujuan pembelajaran serta kualitas pembelajaran siswa apa yang mereka ketahui atau yang dapat mereka lakukan
  2. Tidak fair karena peringkat siswa tidak hanya bergantung pada tingkatan prestasi, tetapi juga atas prestasi siswa lainnya.
  3. Tidak dapat diandalkan siswa yang gagal sekarang mungkin dapat lulus tahun berikutnya. (Aunurrahma, 2009)
  4. Kurang transparan, karena hasil penilaian akhir tidak diketahui para siswa.

Pengertian Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Penilaian acuan patokan (PAP) atau dapat disebut dengan Criterion Referenced Evaluation adalah suatu penilaian dengan cara membandingkan sebuah skor yang diperoleh seseorang dengan suatu standar yang sifatnya mutlak yang mengacu pada sebuah kriteria pencapaian tujuan (KPT) yang telah ditetapkan sebelumnya (Praja, 2017). PAP merupakan suatu cara untuk menentukan kelulusan siswa dengan menggunakan sejumlah patokan. Apabila siswa telah memenuhi kriteria tersebut, maka siswa dinyatakan lulus. Sebaliknya, siswa yang tidak mencapai kriteria, maka siswa dinyatakan belum menguasai pembelajaran yang diharapkan (Astiti, 2017). Penilaian Acuan Patokan lebih menitikberatkan pada suatu hal yang dapat dilakukan peserta didik serta bukan membandingkan seorang peserta didik dengan teman sekelasnya. Melainkan suatu kriteria atau suatu patokan yang lebih spesifik. Kriteria disini dalam arti kompetensi yang diharapkan dapat tercapai sesudah selesai dalam kegiatan belajar. (Irhamni, 2017)

Bacaan Lainnya

Pada dasarnya Penilaian Acuan Patokan (PAP) adalah sebuah penilaian yang membandingkan hasil belajar dengan suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini berarti sebelum melakukan penilaian, maka harus terlebih dahulu menetapkan patokan yang akan dipakai untuk membandingkan hasil belajar siswa. Patokan yang sudah disepakati disebut “Tingkat Penguasaan Minimum”. Siswa yang mencapai titik tersebut, maka dinyatakan lulus. Dan sebaliknya, siswa yang tidak mencapai titik tersebut dinyatakan tidak lulus. Yang menjadi hambatan dalam penggunaan PAP adalah sulitnya untuk mencapai patokan yang telah ditentukan (Harun, 2004).

Baca Juga :  Pacaran dalam Islam

Keberhasilan dalam suatu prosedur acuan patokan bergantung pada suatu materi atas kriteria yang telah dijabarkan dalam item-item pertanyaan guna mendukung tujuan instruksional sehingga dengan PAP dapat mengetahui suatu individu tersebut telah menguasai materi atau belum (Berliana, 2016).

Patokan yang digunakan untuk penilaian acuan patokan adalah sebagai berikut (Astiti, 2017) :

  • Karakteristik mata pelajaran (Kompleksitas)

Untuk mengetahui karakteristik mata pelajaran, maka harus mengetahui rumit tidaknya kompetensi yang harus dicapai siswa. Jika semakin besar usaha/kompetensi yang harus dicapai siswa, maka KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) akan lebih kecil untuk mempermudah siswa.

  • Daya dukung

Daya dukung merupakan kondisi yang ada di sekolah. Contohnya kelengkapan alat untuk praktikum, kelengkapan fasilitas belajar di sekolah, dan lainnya. Semakin lengkap daya dukung maka akan semakin mudah siswa dalam mencapai kompetensi.

  • Karakteristik peserta didik (Intake)

KKM juga akan dipengaruhi oleh karakter peserta didik. Diantaranya adalah motivasi belajar siswa, dukungan orang tua untuk kemajuan belajar, dan lainnya. Oleh karena itu, sebelum siswa masuk kelas untuk memulai pembelajaran harus diseleksi supaya guru mengetahui masing-masing karakter siswa.

Tujuan dari PAP adalah untuk mengukur kompetensi yang sudah ditetapkan dan untuk mengetahui suatu keberhasilan dalam pembelajaran. Penilaian acuan patokan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas belajar siswa, karena peserta didik harus mencapai standar atau kriteria yang telah ditentukan. Hasil dari belajar peserta didik juga dapat diketahui seberapa besar pencapaiannya dalam belajar (Alfath & Raharjo, 2019).

Adapun rumus untuk mengolah nilai menggunakan PAP, sebagai berikut (Alfath & Raharjo, 2019):

Keterangan:

Pos terkait