Perbedaan dan Persamaan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Dalam sebuah proses pembelajaran, seorang tenaga pendidik selain mempunyai amanah untuk membelajarkan peserta didik untuk mencapai suatu tujuan tertentu yakni berkewajiban memberikan penilaian dari setiap pembelajaran yang berlangsung.

Tenaga pendidik juga perlu memperdalam secara konseptual dan praktis tentang seluk beluk pengukuran dan penilaian prestasi belajar dengan mempertimbangkan pendekatan pengajarannya yang sesuai dengan karakteristik atau hakikat yang dituju.

Seorang tenaga pendidik atau calon tenaga pendidik harus mengetahui alat penilaian dengan pendekatan atau cara yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi penilaian hasil belajar yakni Penilian Acuan Normatif adalah nilai yang mengacu pada penilaian kelompok dengan membandingkan nilai-nilai siswa dalam kelompok tersebut.

Sedangkan Penilaian Acuan Patokan suatu penilaian dengan cara membandingkan sebuah skor yang diperoleh seseorang dengan suatu standar yang sifatnya mutlak yang mengacu pada sebuah kriteria pencapaian tujuan (KPT) yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam pembelajaran seorang pendidik pasti menilai peserta didik (siswa) melalui kerja kelompok maupun individu. Peserta didik akan diberi penugasan, untuk menambah nilai mereka secara kelompok atau secara individu. Perbedaan PAN dan PAP, sistem PAP yaitu tingkat penguasaan siswa dalam materi pembelajaran yang diujikan sehingga nilai-nilai yang diperoleh dari hasil presentasi yang dikuasainya. (Alfath & Raharjo, 2019).

Sedangkan PAN sistemnya adalah cara penilaian yang tidak tergantung pada jumlah soal saja, tetapi penilaian yang didapat oleh hasil belajar dengan nilai tetinggi. Contoh siswa tersebut mendapatkan nilai diatas 50 adalah memiliki nilai tertinggi dikelasnya (Rusman, 2014).

Penilaian acuan norma terutama digunakan saat untuk survei dalam suatu hal. Sedangkan penilaian acuan patokan biasanya digunakan terutama untuk penguasaan (Rapono et al., 2019). Persamaan antara PAN dan PAP adalah sama-sama menilai sesuatu proses peserta didik untuk mengetahui nilai yang mereka kerjakan. Seorang guru dituntut harus memiliki kemampuan dalam menentukan pendekatan dan cara-cara evaluasi.

Baca Juga :  Perbedaan Tes Penempatan (Placement Test) dengan Tes Diagnostik (Diagnostic Test)

Pendekatan yang digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar ada dua cara yaitu Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Ada pun alat yang digunakan untuk mengevaluasi atau penambahan nilai hasil karya yaitu tes tulis, tes lisan, dan tes perbuatan.

Perbedaan PAN dan PAP yaitu ada pengembangan tes, standar penilaian perfomance siswa, dan maksud tes.

  1. Pengembangan tes
  2. CRT (PAP)
  3. CRT (PAP) hanya terdiri dari soal-soal tes yang didasarkan pada tujuan khusus pembelajaran.
  4. Setiap tes mempunyai persaratan agar siswa menunjukan “performance
  5. Dasar pertimbangan untuk diterimanya perormance tertentu harus berdasarkan pada kriteria tertentu
  6. Mementingkan butir tes sesuai dengan perilaku (tujuan pembelajaran)
  7. NRT (PAN)
  8. Soal tes tidak hanya berdasarkan pelajaran yang diterima siswa
  9. Tidak mendahulukan perfomance meskipun harapan sebelum tes disusun.
  10. Mempertimbangkan penerimaan perfomance berdasarkan hasil perolehan nilai yang didapat oleh siswa
  11. Membuat tes yang mudah dipahami oleh siswa
  • Standar penilaian perfomance siswa
  • CRT (PAP)
  • Standar penilaian perfomance dilihat dari perilaku
  • Mengukur perfomance dalam tes didasarkan pada standar yang telah ditetapkan
  • Distribusi nilai tidak menyerupakan kurve normal
  • Didasarkan pada batas kelulusan (KKM)
  • NRT (PAN)
  • Standar penilaian diperoleh saat perfomance pada sesi pertanyaan yang dijawab benar oleh siswa lain dalam menempu tes
  • Prestasi siswa adalah 80% dari siswa lain
  • Penilaian didapat pada apa adanya hasil prestasi siswa
  • Peroleh nilai berdasarkan pada kelompok/kelas
  • Maksud tes
  • CRT (PAP)
  • Dimaksudkan untuk mengklasifikasi seseorang, mendiagnosa belajar siswa
  • NRT (PAN)
  • Mengadakan seleksi pada individu/membuat rangking (Alfath & Raharjo, 2019).

Tags: