Prosedur Pemilihan Media dan Sumber belajar

Prosedur pemilihan media merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan dengan tepat. Memilih media haruslah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, dalam memilih media faktor lain yang perlu dipertimbangkan lagi yaitu, karakteristik siswa, strategi belajar-mengajar, alokasi waktu dan tempat, serta prosedur penilaiannya.

Dalam prosedur pemilihan media kita menggunakan 2 cara yaitu pemilihan media menurut Heinich, Molenda, dan Russel yang menggunakan pola ASSURE dan pemilihan media menurut Anderson.

  1. Prosedur pemilihan media menurut Heinich, Molenda, dan Russel menggunakan pola ASSURE (Analysis Learner Characteristics, State Objectives, Select and Modify, Utilitize Materials, Require Learner Response, and Evaluate). (Susilana R & Riyana C, 2018)  Jadi prosedur pemilihan media dengan model ini menggunakan tahap yang sudah urut dengan namanya sebagai berikut:
  1. Analysis Learner Characteristics

Yang dilakukan pada tahap ini adalah melakukan analisis terhadap karakter anak didik terlebih dahulu. Secara garis besar karakteristik anak terbagi menjadi dua yaitu, karakteristik umum (berkaitan dengan usia, sosial dan budaya, ekonomi) dan karakteristik khusus (berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan skill)

  • State Objectives

Berikutnya adalah menentukan tujuan dari pembelajaran. Mengkaji mengenai tujuan dari pembelajaran ini akan menjadi pijakan untuk prosedur berikutnya. Jika dikaitkan dengan kurikulum, maka tujuannya yaitu :

  • Standart Kompetensi Peserta Didik, adalah ukuran kemampuan minimal yang harus dicapai.
  • Kompetensi Dasar, adalah penjabaran standart kompetensi peserta didik yang cakupan materinya lebih sempit dibandingkan standart kompetensi peserta didik.
  • Indikator Pencapaian, adalah indikator pencapaian hasil belajar
  • Select, and Modify

Tahap ini adalah tahap untuk memilih media dan juga tahap untuk memodifikasi media yang sudah tersedia. Pemilihan media ini dapat dilakukan dengan model flowchart, matriks, ataupun checklist.

  • Pertama model Flowchart, model ini menggunakan sistem pengguguran dalam pengambilan keputusan seperti halnya eliminasi. Model ini lebih sesuai digunakan untuk pemilihan media jadi maupun media rancangan.
  • Kedua model matriks, sistem dalam model ini memerlukan identifikasi seluruh kriteria pemilihannya yang menangguhkan proses dalam pengambilan keputusan pemilihan media. Model ini lebih tepat untuk memilih media rancangan.
  • Yang terakhir terdapat model checklist, model ini juga sama dengan model matriks yang memerlukan identifikasi terlebih dahulu dalam mengambil keputusan pemilihan media. Tetapi model ini lebih sesuai untuk menjadi tolok ukur pemilihan media jadi. (Sadiman Arief, 2011)
  • Utilitize Materials
Baca Juga :  Strategi Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa Mi

Setelah memilih media dengan mempertimbangkan karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, lalu tahap yang dilakukan selanjutnya adalah penggunaan media dalam pembelajaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan media adalah :

  • Menyiapkan waktu yang cukup untuk mempersiapkan media
  • Memastikan media sudah siap untuk digunakan

Semestinya media dapat membuat siswa aktif, tetapi guru tidak boleh terlalu mengandalkan media. Jika terdapat kendala, semisal sambungan listrik terputus, maka guru bisa menggunakan alternative lainnya. (Pantiwati, 2015)

  • Require Learner Response

Pada tahap ini guru dituntut agar dapat mengamati respon siswa saat menggunakan media ini. Sasaran akhir dalam pembuatan media adalah dapat dipahami, dimengerti dan memudahkan siswa. Respon siswa yang dimaksud dalam hal ini adalah tanggapan siswa terhadap media ini, berbeda halnya dengan evaluasi hasil belajar.

  • Evaluate

Terakhir adalah tahap mengevaluasi. Evaluasi  yang dimaksud dalam hal ini adalah mengarah pada pengukuran penguasaan siswa terhadap materi yang diberikan dengan menggunakan media. Tujuan dari evaluasi adalah :

  • Mengetahui tingkat pencapaian kompetensi siswa
  • Mengukur pertumbuhan dan perkembangan siswa
  • Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
  • Mengetahui hasil pembelajaran
  • Mengetahui pencapaian kurikulum
  • Mendorong siswa untuk belajar
  • Mendorong guru untuk mengajar lebih baik
  • Prosedur pemilihan media menurut Anderson

Model ini dikemukakan oleh Anderson. Dalam memilih media Anderson mengacu pada keterkaitan dengan komponen lainnya. (Susilana R & Riyana C, 2018) Komponen yang dimaksud yaitu tujuan, metode, dan karakteristik media itu sendiri. Tujuan media ini berkatian dengan efektivitasnya sebuah media, semakin banyak tujuan yang dicapai maka semakin baik pula media tersebut. Berikutnya adalah metode, yang dimaksud adalah cara penyampaian media kepada siswa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah siswa, waktu, kondisi fasilitas yang tersedia. 

Dalam memilih media, Anderson membagi tahapan-tahapan menjadi enam tahap dimana pada tahapan tersebut mencakup perencanaan media hingga produksi media. Berikut adalah tahapan-tahapannya :

  1. Menentukan karakteristik pesan yang akan disampaikan.
  2. Mengkaji metode yang sesuai dengan karakteristik pesan pembelajaran.
  3. Menganalisis pesan pembelajaran.
  4. Menentukan media yang sesuai dengan tujuan dan karakteristik siswa, kemampuan produksi, fasilitas, dan biaya.
  5. Mengevaluasi media.
  6. Merencanakan dan memproduksi media.
Baca Juga :  Penerapan Akhlaq Pada Pendidikan Karakter Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Gresik Pada Era Globalisasi

Penjelasan diatas dapat dilihat pada bagan dibawah ini :

  1. Prosedur pemilihan sumber belajar

Ada beberapa pertimbangan tentang pentingnya sumber belajar dalam pembelajaran anak usia dini, antara lain.

  1. Sumber belajar memberi kesempatan berproses kepada anak untuk mendapatkan dan memperluas pengetahuan dengan menggunakan berbagai alat, buku, nara sumber, dan tempat, dan segala sesuatu yang bisa meningkatkan pengetahuan anak.
  2. Sumber belajar bisa menambah kemampuan anak dalam berbahasa.
  3. Sumber belajar mampu membatu mengenalkan anak pada lingkungan, dan mengajar anak untuk bisa mengenal kelebihan dan kelemahan dirinya sendiri.
  4. Sumber belajar bisa meningkatkan motivasi belajar anak sehingga kegemaran anak jadi meningkat.
  5. Sumber belajar menguatkan anak untuk mencapai tujuan pembeajaran yang lebih baik lagi.
  6. Sumber belajar membantu anak untuk lebih banyak melaksanakan kegiatan belajar, mendengarkan keterangan dari guru, tapi juga mengamati, melakukan, dan lain-lain.

Menurut Sudono (2000), pemilihan dan pemanfaatan sumber belajar harus memandang lingkungan terdekat dengan anak, ruang sumber belajar, dan media  cetak maupun perpustakaan.(Badru Zaman, 2014) Menurut dengeng dkk, (1993). pemilihan dan pemanfaatan sumber belajar harus didasari oleh beberapa hal berikut:

  1. Uraian karakteristik siswa.
  2. Adanya tujuan dan isi.
  3. Adanya cara pengorganisasian pembelajaran.
  4. Adanya cara penyampaian.
  5. Adanya cara pengelolaan pembelajaran.
  6. Adanya uraian proses pengukuran hasil pembelajaran.  

Tags: