Pengembangan Program Semester Anak Usia Dini

[1]Program semester merupakan rancangan pembelajaran yang berisi jaringan tema, bidang pengembangan, tingkat pencapaian perkembangan, indikator yang ditata secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema dan sebenarnya ke dalam tiap semester. Pengembangan program semester dilakukan dengan mempelajari berbagai dokumen sebagai berikut.

  1. Kurikulum, yakni pedoman pengembangan program pembelajaran.
  2. Dokumen standar isi (Permen nomor 58 tentang standar isi).
  3. Memilih tema yang akan digunakan untuk setiap kelompok dalam setiap semester dan menetapkan alokasi waktu untuk setiap tema dengan memeperhatikan ruang lingkup dan urutannya, serta jumlah minggu efektif.
  4. Mengidentifikasi ema dan subtema.
  5. Menganalisis subtema ke dalam berbagai kegiatan.
  6. Tema-tema yang dipilih dan hasil identifikasi tema menjadi subtema dapat dibuat bentuk tabel pada setiap awal tahun ajaran.

Pengembangan Rencana Kegiatan Mingguan 

[2]Renacana kegiatan mingguan (RKM) merupakan penjabaran dari program semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dnegan ruang lingkup dan urutan tema dan subtema. Prosedur penegmbangan RKM dapat dilakukan sebagai berikut.

  1. Menentukan tema dan merinci subtema
  2. Menetukan kegiatan sesuai dengan bidang pengembangan
  3. Membuat matrik hubungan anatara tema, bidang pengembangan dan kegiatan
  4. Menentukan pelaksanaan kegiatan dalam satu minggu dari senin dampai jumat.

Rencana Kegiatan Harian

[3]Rencana kegiatan harian (RKH) merupakan pembelajaran dari renacna kegiatan mingguan, yang akan dilaksanakan dalam setiap kegiatan pembelajaan secara bertahap. RKH memuat berbagai kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari, RKH terdiri atas kegiatan pembukaan, kegiatan inti, makan dan istirahat, serta penutup.

Pendahuluanmerupakan kegiatan pemanasan dan dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang dapat dilakukan anatara lain berdoa/ mengucap salam, serta membicarakan tema atau subtema.

Intimerupakan kegiatan yang dapat mengaktifkan perhatian, kemampuan, sosial, spiritual, dan emosional anak. Kegiatan ini dapar dicapai dengan memebri kesempatan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen sehingga dapat meningkatkan pemahaman, konsentrasi serta mengembangkan kebiasaan bekerja dengan baik.

Baca Juga :  Implikasi Open Learning Environment dalam Pembelajaran

Makan dan Istirahatmerupakan kegiatan yang digunakan untuk mengisi kemampuan anak yang berkaitan dnegan makan, misalnya mengenalkan kesehatan, makanan yang bergizi, tata tertib makan yang diawali dengan cuci tangan kemudian makan dan berdoa sebelum dan sesudah makan. Selesai makan anak bermain dengan alat permainan di luar kelas dengan maksud mengembangkan moorik kasar dan bersosialisai. Kegiatan ini disesuaikan dnegan kemauan anak, anak makan kemudian bermain atau sebaliknya anak bermain terlebih dahulu kemudian makan.

Penutupmerupakan kegiatan penenang yang dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan ini merupakan kegiatan akhir, yang dapat dilakukan dengan cara mislanya membacakan cerita, mendiskusikan kegiatan satu hari atau menginformaiskan kegiatan esok hari, menyanyi, dan berdoa.

[4]Rencana Perencanaan Pembelajaranan (RPP) adalah suatu rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan jabarkan dalam silabus.138 Pendapat lain menyebutkan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan skenario pembelajaran yang menjadi pegangan bagi guru untuk menyiapkan, menyelenggarakan, dan mengevaluasi hasil kegiatan belajar dan pembelajaran.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disebutkan bahwa perencanaan pembelajaran paling tidak memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi perencanaan dan fungsi pelaksanaan. Fungsi perencanaan, yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran hendaknya dapat mendorong guru lebih siap melakukan kegiatan pembelajaran dapat mendorong guru lebih siap melakukan kegiatan pembelajaran dengan rencana yang matang. Sedangkan fungsi pelaksanaan, yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran harus disusun secara sistematik dan sistematis, utuh, menyeluruh, dengan beberapa kemungkinan penyesuaian dalam pembelajaran yang aktual. Dengan kata lain, rencana pelaksanaan pembelajaran berfungsi untuk mengefektifkan pembelajaran sesuai dengan apa yang di rencanakan.

Perencanaan pelaksanaan pembelajarana yang baik ialah perencanaan pembelajaran yang dapat memuat dan merangkum seluruh materi yang akan disampaikan. Mulai dari hal yang teknis sampai pada implementasi. Oleh karenanya, untuk dapat menyusun perencanaan pelaksanaan pembelajaran tersebut diperlukan prinsip-prinsip dalam pengembangan, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Kompetensi yang dirumuskan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harus jelas; semakin konkret kompetensi semakin mudah diamati; dan semakin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut.
  2. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus sederhana dan fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalan kegiatan pembelajaran, dan pembentukan kompetensi peserta didik.
  3. Kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harus menunjang dan sesuai dengan kompetensi dasar yang diwujudkan.
  4. Rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya.
  5. Harus ada koordinasi antar komponen pelaksanaan program di sekolah, terutama apabila pembelajaran dilaksanakan secara tim (team teaching) atau dilaksanakan diluar kelas, agar tidak mengganggu jam-jam peajaran yang lain.
Baca Juga :  Teori, Model dan Strategi Kognitif dalam pembelajaran

Prinsip-prinsip pengembangan tersebut merupakan pedoman penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran pada kurikulum tingkat satuan pendidikan. Dalam kaitannya dengan pendidikan anak usia dini, rencana pelaksanaan pembelajaran harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik anak. Hal ini dimaksudkan supaya ia apa yang akan disampaikan dalam pembelajaran dapat dipahami dan dimengerti oleh anak dengan mudah sekaligus menyenangkan.

Selain itu, dalam penyususnan rencana pelaksanaan harus mengerti pada kurikulum yang ada, seperti pelaksanaan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Supaya materi yang diajarkan tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Sebagai rujukan yang perlu diperhatikan. Adapun keempat hal yang di maksud adalah sebagai berikut.

  1. Standar kompetensi kelulusan (SKL): hal ini digunakan sebagai rujukan dalam merumuskan tujuan pembelajaran serta evaluasi hasil pembelajaran yang dicapai siswa.
  2. Standar isi: hal ini digunakan sebagai rujukan dalam merumuskan ruang lingkup serta kedalaman materi yang akan dibahas dalam kegiatan belajar dan pembelajaran yang sedang di rancang.
  3. Standar sarana: hal ini digunakan untuk merumuskan teknologi pendidikan yang digunakan dalam belajar dan pembelajaran termasuk peralatan media dan peralatan praktik.

Standar proses: hal ini dijadikan rujukan dalam merancang model dan metode yang melihatkan siswa dalam kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa dalam pembeljaran.


[1] Mulyasa,Manajemen PAUD,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2012),hal.126.

[2] Ibid.,hal.129.

[3] Ibid.,hal.131.

[4] Muhammad Fadlillah,Desain Pembelajaran PAUD:Tinjauan Teoretik & Praktik,(Jogjakarta:Ar-RuzzMedia,2012),. Hal.134.

Tags: