Pengertian Identifikasi Prosedur Media dan Sumber Belajar

Jika kita fahami kata identifikasi berasal dari kata identify yang bisa diartikan dengan kata menelaah atau meneliti. Identifikasi adalah kegiatan mengumpulkan, menelaah, meneliti, mencatat informasi sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan prosedur adalah langkah-langkah. Sedangkan media sendiri dapat diartikan suatu alat untuk mengantarkan atau suatu pelantara untuk menyalukan pesan atau informasi kepada atau dari sumber lain ke penerima pesan atau info.

Sedangkan sumber belajar adalah segala sesuatu baik dalam bentuk media, orang atau apapun yang bisa dibuat untuk sumber dalam belajarnya, baik secara kombinasi ataupun tidak sehingga dapat memaksimalkan anak dalam mencapai tujuan belajar. Jadi perlunya kita dalam mengidentifikasi prosedur  media dan sumber belajar guna untuk mempersiapkan, menentukan langkah-langkah, menyusun data sesuai kebutuhan belajar anak.

Menurut (Hamalik, 1994:6) Di perkembangan jaman yang semakin modern ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berpengaruh dalam pemanfaatan hasil teknologi dan proses belajar. Oleh sebab itu guru atau calon guru di haruskan untuk menggunakan alat-alat yang disediakan dengan optimal dan kriatif, sesuai dengan perkembangan zaman. Disamping itu juga guru juga dapat memanfaatkan alat-alat yang ada guna untuk menciptakan media atau sumber belajar yang baru apabila media dan sumber belajar tersebut belum ada. (Arsyad, 2006)

Penyusunan media pembelajaran bisa diartikan membuat atau memunculkan hal yang baru atau belum pernah ada. Sedangkan pengembangan media pembelajaran adalah suatu media yang sudah ada namun di modifikasi sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang ada. Sering kali kita tau bahwa dalam proses pembelajaran sering tidak dilengkapi dengan media pembelajaran yang memadai, oleh karena itu sebagai pendidik , pengelola ataupun penyelenggara dituntut untuk dapat menyusun, merancang, atau mengembangkan media yang digunakan dalam pembelajaran yang dikelolanya.

  • Prosedur atau Langkah-Langkah Identifikasi Penyusunan Media Pembelajaran

Secara garis besar prosedur atau langkah-langkah penyusunan media pembelajaran meliputi : (Sujarwo, 2008)

  • Identifikasi kebutuhan anak

Identifikas kebutuhan anak sebagai kegiatan dimana guru menganalisi untuk menemukan data kebutuhan yang sesuai dan nyata dari kebutuhan anak, metode wawancara, angket atau observasi adalah cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan anak.

  • Penentuan prioritas kebutuhan anak

Berdasarkan data hasil identifikasi, dianalisis urutan prioritas kebutuhan belajar anak, kegiatan ini bisa juga dilakkan dengan berdiskusi atau melakukan diskusi dengan orang yang bersangkutan atau menggunakan tabel skor.

  • Perancangan program belajar (kurikulum)
Baca Juga :  Media Pembelajaran Berbasis Cetakan

Dalam perencanaan program belaja (kurikulum) dapat dijabarkan dari penentuan prioritas kebutuhan anak.

  • Penentuan topic

Penentuan topic bisa dilakukan dengan cara menganalisis spesifikasi isi atau materi dari program belajar tersebut (kurikulum). Berdasarkan menganalisis spesifikasi itulah dapat ditentukan topik-topik apa saja yang perlu di sajikan dengan menggunakan media pembelajaran.

  • Penentuan jenis atau golongan media pembelajaran

Berdasarkan data hasil identifikasi kebutuhan belajar anak dapat digunakan untuk menentukan jenis atau golongan seperti apa yang tepat untuk di sajikan, misalnya apakah dalam bentuk cetak atau non cetak, menggunalakan fasilitas elektronik atau tidak dan sebagainya.

  • Pengorganisasian isi atau materi dan bahan yang diperlukan

Dalam pengorganisasian materi atau isi adalah semacam kegiatan yang menyiapkan seluruh materi, alat dan bahan yang diperlukan. Dan dalam kegiatan ini bisa di lakukan dengan cara studi kepustakaan, bertanya pada ahli, ataupun bisa dengan berdiskusi dengan anggota lainnya.

  • Penyusunan atau pengembangan draft media pembelajaran

     Dalam kegiatan ini hendaknya menuangkan materi yang telah disusun dalam media yang telah ditentukan yang digunakan untuk pembelajaran.

  • Penyusunan instrumen ujicoba media pembelajaran

     Jadi setelah menyusun atau membuat draft media pembelajaran hendaknya dilakukan ujicoba untuk melakukan evaluasi guna memperoleh media pembelajaran yang layak pakai. Dan dalam melakukan ujicoba ini hendaknya membuat instrument ujicobanya, tidak perlu membuat instrument yang rumit cukup pertanyaan-pertanyaan sederhana saja sepertia: apakah gambar-gambar dalam media sudah cukup menarik, atau huruf-huruf dalam media cukup besar, atau bahasanya sudah bisa di fahami dan sebaginya.

  • Ujicoba draft media pmbelajaran

     Secara menyeluruh, setelah terbentuknya atau tersusunyan instrument uji coba draft dibuatlah langkah ujicoba selanjutnya dengan menentukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Penggandaan media sesuai kebutuhan
  2. penyiapan kelompok atau kelas sebagai sasaran ujicoba
  3. proses atau laksanaan uji coba
  4. menganalis hasil ujicoba
  5. Revisi draft media pembelajaran

     Dari hasil menganalis data ujicoba hendaknya dilakukan revisi atau guna untuk menyempurnakan draft media pembelajaran.

  • Produksi media pembelajaran

Kegiatan ini dilakukan untuk penggandaan media pembelajaran. Misalnya apabila dalam sasaran atau kegiatan pembelajaran hanya di gunakan satu unit untuk kegiatan pembelajaran maka tidak perlu digandakan, tapi jika perlu beberpa unit dalam satu kegiatan maka perlunya penggandaan media pembalajaran sesuai dengan kebutuhan.

  • Distribusi dan penggunaan media pembelajaran
Baca Juga :  Dasar-Dasar Pemilihan Media Pembelajaran

Dalam distribusi ini akan di sebarkan atau disampaikan media pembelajaran sesuai dengan sasaran kegiatan yang membutuhkan

  • Evaluasi media pembelajaran

 Tentunya harapan dari pengembangan media pembelajaran dapat berkembang dan digunakan secara optimal, maka dari itu harus ada evaluasi terus menerus tentang efektivtasnya.

Dalam mengidentifikasi media pembelajaran selain menyusun prosedur media pembelajaran hendaknya seorang pendidik mampu mengelola dengan baik media pembelajaran AUD, adapun beberapa cara pengelolaan media pembelajaran AUD sebagai berikut : (Zaman & Eliyawati, 2010)

  • Perencanaan media pembelajaran

Perencanaan adalah faktor yang paling penting dalam suatu kegiatan, mengingat banyaknya kegagalan atau kurang berhasil tidak lain karena kurangnya perencanaan yang baik dan maksimal. Perencanaan media pembelajaran hendaknya di lakukan dengan identifikasi kebutuhan media di suatu lembaga pendidikan AUD. Kebutuhan-kebutuhan itu bisa dilihat atau dirumuskan dengan observasi, wawancara, diskusi tentang masalah yang berhubungan dengan bagaimana untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran AUD. Dan berdasarkan identifikasi kebutuhan tersebut hendaknya guru atau calon guru mendapatkan data tentang apa saja jenis media pembelajaran yang dibutuhkan, yang telah ditentukan sesuai dengan tema, tuhuan dan kemampuan yang diinginkan.

  • Pengadaan media pembelajaran

Selanjutnya setelah mlakukan perencanaan yaitu melakukan pengadaan media pembelajaran. Langka ini biasa digunakan guru atau pihak sekolah guna untuk mewujudkan perencanaan media pembelajaran yang telah dibuat. Jika guru tidak mewujudkan dan merealisasika dalam kegiatan selanjutnya yaitu pengadaan, maka perencanaan sebaik apapun hanya akan menjadi daftar keinginan atau dokumen tertulis saja. Sebab itulah proses pengadaan adalah hal yang sangat penting yang dilakukan setelah proses perencanaan agar kegiatan pembelajaran akan ditunjang dengan ketersediaan berbagai media pembelajaran. Pengadaan sumber belajar dapat ditempuh melalui beberapa cara antara lain kegiatan pembelian, menerima sumbangan atau hadiah, bekerja sama, dan yang paling penting mampu membuat atau memproduksi sendiri.

  • Penyimpanan dan pemeliharaan media pembelajaran

   Penyimpanan dan pemeliharaan media pembelajaran di AUD adalah hal yang sangat penting, mengingat bahwa suatu media tidak hanya dipakai satu kali maka guru mampu memelihara atau menyimpan dengan baik media yang ada, baik itu media pembelajaran yang ada diluat ataupun didalam. Selain itu itensitas penggunaan media oleh anak sangat tinggi, apaligi untuk beberapa media yang memang sangat disukai oleh anak.

  • Penggunaan dan evaluasi media pembelajaran
Baca Juga :  Cara Membuat Media Pembelajaran Puzzle Teka-Teki

     Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menggunakan berbagai media pembelajaran. Alasan itu dikarenakan perlunya penggunaan media pembelajaran secara optima sehingga guru juga harus secara optimal dalam menyajikan pesan, membimbing dan membina anak untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran yaitu mengembangkan semua aspek dengan kurun watu yang telah di sedakan. Dengan pengetahuan dan wawasan guru yang luas mka dapat menggunakan media tersebut secara optmal, dan guru akan memanfaatkan atau menggunakan sendiri secara kreatif sehingga kegiatan belajar anak bisa belajar dengan efektif. Adapun beberapa hal yang perlu perhatikan dalam penggunaan media pembelajaran yaitu:

  1.  Media cetak
  2. Benda sebenarnya
  3. Barang bekas
  4. Model.

Selain penggunaan media hal penting yang harus diperhatikan dalam mengelolah media pembelajaran asdalah kegiatan evaluasi, sebagai guru atau calon guru kegiatan evaluasi adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pendidikan. Evaluasi media pembelajaran bisa dilihat dari layak atau tidaknya media yang digunakan, dan mengevaluasi efektivitas media dalam proses pembelajaran.

Selain menentukan dan menyusun kebutuhan media pembelajaran anak guru atau calon guru hendaknya mengetahui komponen dan faktor sumber belajar, mengingat sumber belajar juga sangat penting dalam proses pembelajaran, sumber belajar dapat di pandang sebagai suatu system dikarenakan merupakan suatu kesatuan yang didalamnya terdapat komponen-komponen dan faktor yang sangat berhubungan satu sama lain. (Sudjana, & Rifai, 2003)

Komponen-komponen sumber belajar

  • Tujuan, misi atau fungsi sumber belajar

Setiap sumber belajar akan mempunyai tujua, misi dan fungsi tersendiri yang akan dicapai. Dan sumber belajar yang dapat dirancang sendiri lebih baik daripada hanya dimanfaatkan saja.

  • Bentuk, format, atau keadaan fisik sumber belajar

Wujud dari sumberbelajar secara fisik hendaknya juga dapat dipertimbangkan karena tidak semua sumber belajar itu sama, contohnya ada sumber belajar yang hanya dimanfaatkan begitupun sebaliknya ada sumber belajar yang bisa digunakan.

  • Pesan yang dibawa oleh sumber belajar

Setiap sumber belajar akan selalu membawa pesan oleh pemakai yang dapat dimanfaatkan. Oleh sebab itu hendaknya isi pesan dari sumber belajar itu di perhatikan misalnya: isi dari sumber belajar tersebut sederhana atau tidak, mudah dimengerti atau tidak dan sebagainya.

  • Faktor-faktor yang berpengaruh pada sumber belajar:
  • Perkembangan teknologi

Perkembangan teknologi dijaman ini sudah sangat cepat oleh sebab itu perlunya memperhatikan sumber belajar yang sesuai dengan perkembangannya. Pengeruh perkembangan jaman bukan hanya menjadi faktor sumber belajar, namun bisa berpengaruh juga pada komponen sumber belajar.

  • Nilai-nilai sumber belajar setempat

Tidak sedikit bahwa sumber belajar dapat diperoleh atau dipengaruhi oleh budaya-budaya yang ada.  Faktor tersebut sangat berpengeruh contohnya ketika mengetahui sejarah lingkungan setempat

  • Keadaan ekonomi pada umumnya

Ekonomi juga menjadi pengaruh dalam sumber belajar dalam hal agar suatu sumber belajar dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

  • Keadaan pemakai

Dalam hal ini jelas akan berpengaruh untuk sumber belajar, karena pemakailah yang memanfaatkan.

Tags: