Pengertian Pembelajaran Anak Usia Dini

Pelaksanaan pembelajaran merupakan suatu hal yang penting dalam kegiatan pendidikan. Pada tahap inilah materi yang menjadi tujuan pendidikan disampaikan atau diberikan kepada peserta didik. Oleh karenanya, pelaksanaan pembelajaran perlu dirancang dan diformat dengan sebaik-baiknya. Supaya apa yang akan disamapikan kepada peserta didik dapat terserap dan dipahami dengan mudah, serta memperoleh hasil yang maksimal.

Istilah pembelajaran berasal dari kata belajar, yaitu suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengukuhkann kepribadian. [1]Pengertian ini lebih diarahkan kepada perubahan individu seseorang, baik menyangkut ilmu pengetahuan maupun berkaitan dengan sikap dan kepribadian dalam kehidupan sehari-hari. Melalui  pembelaaran ini harapannya ilmu akan bertambah, ketermpilan meningkat, dan dapat membentuk akhlak mulia. 

Dalam kamus besar bahasa indonesia, makna pembelajaran diambil dari kata ajar, yang artinya petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui atau diturut. Dengan kata lain, pembelajaran berarti proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Sedangkan menurut Kimble dan Garmezy, pembelajaran adalah suatu perubahan perilaku yang relatif tetap dan merupakan hasil praktik yang diulang-ulang.

Sejalan dengan itu, Muhammad Surya menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.[2]

Pendapat lain menyebutkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang berupaya membelajakan siswa secara terintegrasi dengan memperhitungkan faktor lingkungan belajar, karakteristik siswa, karakteristik bidang studi serta berbagai strategi pembelajaran, baik penyampaian, pengelolaan, maupun pengorganisasian pembelajaran. Dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pembelajaran ialah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Baca Juga :  Penggunakan Media Quizizz dalam pembelajaran Terhadap Nilai Yang signitif.

Adapun anak usia dini dapat diartikan sebagai anak yang berada pada masa usia 0-6 atau 0-8 tahun sebagaimana telah diuraikan pada pembahasan sebelumnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran anak usia dini ialah proses pembelajaran yang ditujukan untuk anak usia 0-6 atau 0-8 tahun.

Pembelajaran ini dimaksudkan supaya anak usia dini dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Dengan pembelajaran pula, diharapkan dapat terjadi perubahan perilaku peserta didik anak usia dini menjadi lebih baik.

Menurut beberapa pengertian di atas dapat dipahami bahwa dikatakan pemebelajaran apabila terjadi interaksi antara peserta didik dengan pendidik, serta diikuti dengan sumber belajar yang mamadai yang terdapat dalam lingkungan belajar sehingga terjadi perubahan perilaku-perilaku tertentu.

Ineraksi-interaksi ini dapat dilakuakan dalam bentuk apa pun sesuai dengan kehendak dan kesepakatan antara peserta didik dan pendidik. Untuk pendidik anak usia dini tentu interaksi pembelajaran harus dibuat yang menyenangkan dan disukai oleh anak-anak. Sebab, jika interaksi pembelajaran monoton dan membosankan, anak-anak tidak memiliki semangat dalam proses pemebelajaran.


[1] Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Pemebelajaran; Teori dan Konsep Dasar (Bandung: Remaja Rosdakarya,2011), hal.9.

[2] Rusman, Model-Model Pembelajaran;Mengembangkan Profesionalisme Guru (Jakarta:Rajagrafindo Persada,2011),hal.116.

Tags: