Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran AUD

  • Whatsapp
Undangan Digital
Sebelum melakukan proses pembelajaran, seorang guru atau pendidik diwajibkan untuk membuat perencanaan pembelajaran. Perencaan ini dimaksudkan untuk mengarahkan pembelajaran supaya dapat berjalan sebagaimana mestinya guna mencapai tujuan yang diinginkan. Makanya, rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat setiap kali akan melakukan pembelajaran.
Tanpa adanya perencanaan, pembelajaran akan berjalan tidak terarah dan akan meluas kemana-mana sehingga sulit untuk dipahami peserta didik dan akhirnya tujuan pembelajaran pun tidak dapat tercapai dengan baik.

Sejalan dengan pandangan di atas, ada beberapa asumsi yang melandasi mengapa guru harus membuat perencanaan pembelajaran. Asumsi-asumsi yang dimaksud anatara lain sebagai berikut. 

  1. Perencanaan pembelajaran dikembangkan atas dasar tesis yang menyatakan bahwa pengajaran dapat didesain secara lebih sistematis dan berbeda dengan cara-cara tradisional.
  2. Hasil pembelajaran dapat dirumuskan secara lebih operasional sehingga dapat diamati dan diukur.
  3. Tujuan pembelajaran dapat diukur dengan menggunakan instrumen yang disebut dengan penilaian acuan patokan (crierion referenced test), yaitu tes didasarkan atas kreteria tertentu, yang dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran khusus.
  4. Untuk menjamin efektivitas proses pembelajaran, paket pembelajaran yang akan digunakan hendaknya valid. Hal ini berarti semua perangkat, alat, media, dan metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran perlu diujicobakan dahulu secara empirik.  
  5. Desain pembelajaran didasari oleh teori sistem. Desain pembelajaran pada hakikatnya merupakan penerapan teori sistem terhadap  proses pembelajaran dan evaluasinya.
  6. Dalam proses perencanaan yang sistematis yang dikehendaki adanya langkah-langkah secara urut namun fleksibel.
Perencanaan Pengelolaan Kelas Anak Usia Dini 

[1]Perencanaan pengelolaan kelas meliputi penataan ruangan dan pengorganisaian peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Untuk kepentingan tersebut, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pengelolaan kelas adalah sebagi berikut.

Bacaan Lainnya

Baca Juga :  Sisi Baik Dan Buruk Belajar Online
  1. Penataan sarana dan prasarana ruangan harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.
  2. Pengelompokkan meja dan kursi disesuaikan dengan kebutuhan sehingga setiap anak memiliki ruang gerak yang lebih leluasa. Susunan meja dan kursi dapat berubah-ubah; dan dalam pembelajaran anak tidak selalu dudk di kursi, tetapi dapat juga duduk di tikar/karpet.
  3. Dinding kelas dapat digunakan untuk menempelkan sarana yang dipergunakan sebagai sumber belajar dan hasil kegiatan anak, tetapi jangan terlalu banyak sehingga dapat mengganggu dan mengalihkan perhatian.
  4. Peletakkan dan penyimpanan alat bermain diatur sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang ingin dicapai seperti kemandirian, tanggung jawab, membuat keputusan, dan mengatur peralatan.
  5. Alat bermain untuk kegitaan pengaman diatur dalam ruangan sehingga dapat berfungsi apabila diperlakukan oleh peserta didik.

[2]Selain melakukan perencanaan pembelajaran, perlu kiranya seorang pendidik menyiapkan kelas untuk kegiatan pembelajaran dengan baik. Sebab, tidak menutup kemungkinan keberhasilan suatu proses pembelajaran dipengaruhi bagaimana kelas tersebut dibentuk. Menurut berbagai literatur dan kajian pembentukan kelas yang baik dapat menentukan keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Untuk itulah, pembentukan kelas sangat penting untuk dilakukan, khususnya dalam pembelajaran anak usia dini. Harapannya dengan ini dapat memberikan dampak yang segnifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi lebih optimal.

Dalam pembentukan kelas pembelajaran anak usia dini, serorang pendidik dapat menbentuk kelas sesuai yang diinginkan. Selama kelas tersebut dipandang baik untuk pembelajaran, hal ini boleh untuk dilakukan. Namun sebagai rujukan, tidak kiranya bila para pendidik memerhatikan model-model pembentukan kelas sebagai berikut.

  • Bentuk U

Maksudnya adalah kelas dibuat menyerupai huruf U. Kelebihan bentuk ini setiap siswa dapat memerhatikan dan menyimak materi pembelajaran yang dibawakan atau disampaikan oleh pendidik, seperti memutar film atau mendengarkan persentasi.

Baca Juga :  Efektifitas Kotak Misteri Dalam Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia
  • Bentuk kelompok

Pembentukan kelas lain yang dapat dilakukan, yaitu membentuknya secara berkelompok. Bentuk kelompok ini sangat baik bila diterapkan untuk pembelajaran yang sifatnya diskusi atau menyelesaikan masalah dengan cara pembagian kelompok. Kelebihan bentuk ini ialah peserta lebih dekat dan dapat menumpuk rasa kerja sama. 

  • Bentuk melingkar

Bentuk melingkar ialah bentuk kelas yang dibuat menyerupai lingkaran. Bentuk ini memberikan kedekatran anatara siswa yang satu dengan yang lain. Bentuk kelas melingkar sanagt cocok digunakan dalam pembelajaran bercerita dan bernyanyi. 

  • Bentuk konferensi

Bentuk konferensi merupakan pembentukan kelas seperti bentuk melingkar, akan tetapi bentuk ini di tengah-tengah terdapat meja yang digunakan untuk menulis. Selain itu, melingkarnya juga tidak sempurna karena harus menyesuaikan dengan bentuk meja belajar. 

  • Bentuk klasikal

Bentuk klasikal ialah pembentukan kelas secara tradisional yang biasa diterapkan di sekolah-sekolah pada umumnya. Bentuk kelas seperti ini biasa digunakan untuk jumlah siswa yang sangat banyak sehingga perlu membutuhkan ruang yang cukup luas dan ditata sedemikian rupa. Meskipun untuk pembelajaran kurang begitu efektif untuk mengaktifkan pserta didik.

  • Bentuk acak

Bentuk acak ialah pembentukan kelas dengan cara tidak teratur. Artinya, peserta didik dapat memilih dan menentukan duduknya masing-masing. Pembentukan kelas ini biasanya digunakan pada saat siswa melakukan pembelajaran melalui bermain. Di mana anak melakukan permainannya di situlah tempat ia melangsungkan pembelajaran, seperti di taman, di halaman maupun di ruang sekolah. Semua tergantung pada peserta didik di mana ia akan melaksanakan pembelajarannya. Dalam konsteks ini, pendidik hanya berperan untuk mengawasi seluruh peserta didik supaya mereka tetap pada konsidi aman dan nyaman sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan maksimal.


[1] Mulyasa,Manajemen PAUD,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2012),hal.125.

Baca Juga :  Media Pembelajaran Berbasis Komputer

[2] Muhammad Fadlillah,Desain Pembelajaran PAUD:Tinjauan Teoretik & Praktik,(Jogjakarta:Ar-RuzzMedia,2012),. Hal.147.

Pos terkait