Contoh Prosedur Pemilihan Media dan Sumber belajar

Pada sub bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai langkah-langkah dalam memilih media. Pada intinya dalam memilih media itu pasti menggunakan model yang sudah, yakni model Flowchart, model matriks, ataupun model checklist. Dalam sub bab ini, maka akan disampaikan contoh dari setiap model tersebut.

Dengan begitu, media yang ada di lembaga pendidikan memang benar-benar dipertimbangkan dengan betul dan cermat sebelum membeli dengan kesepakatan bersama.berikut adalah contoh dari setiap model, diantaranya yaitu :

  1. Model flowchart

Dalam model ini, pemilihannya menggunakan cara eliminasi dari pertanyaan-pertanyaan yang ada pada bagan sampai terjadinya keputusan untuk membeli media atau tidak. Berikut bagan dari pemilihannya :

Dari bagan tersebut kita bisa melihat bagaimana memilih media. Dalam model flowchart, misalnya sekolahan meminta film, jika media film tersebut sekolahan sudah memiliki maka secara otomatis media film tidak akan beli lagi. Tetapi ada opsi untuk membeli media yang lainnya, jika tidak disetujui juga karena media sudah ada di sekolah, maka pembelian tidak jadi dilakukan.

begitu terus sampai menemukan media yang benar-benar sekolah tidak memiliki tetapi membutuhkan. Kemudian, bila sudah menemukan media yang sekolah butuhkan maka pertanyaan selanjutnya adalah apakah ada dana untuk membelinya? jika tidak ada dana maka secara otomatis minta dibelikan media guna pembelajaran kepada pemimpin sekolah.

Tetapi jika sudah ada dana, langkah selanjutnya adalah meminta katalog media dari toko. Jika perlu setelah meminta katalog, bisa dilakukan review terlebih dahulu. Dari mereview media tersebut lahirlah sebuah evaluasi yang dapat diambil keputusan untuk membeli atau tidak.

  • Model matriks

Selain model flowchart, untuk memilih media kita juga bisa menggunakan model matriks. Dalam model ini sistem yang digunakan ialah mencocokkan antar variable satu dengan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya, maka tabel dibawah ini akan memudahkan anda untuk memahami model matriks ini.(Nurhafizah, 2018)

Baca Juga :  Bolehkah Wanita Keluar Tanpa Mahrom
KontrolPortableUntuk dirumahSiap setiap saatTerkendaliMandiriUmpan balik
Media
TelevisiTidakYaTidakTidakYaTidak
RadioYaYaTidakTidakYaTidak
FilmYaYaYaSusahSusahTidak
Video kasetTidakSusahYaYaYaTidak
SlideYaYaYaYaYaTidakya 
Audio kasetYaYaYaYaYaTidak
Piringan hitamTidak?YaYaSusahTidak
BukuYaYaYaYaYaTidak
KomputerTidakTidakYaYaSusahYa
PermainanYaYaYaYaTidakYa

Pada tabel tersebut terdapat media dengan segala aspek kontrolnya. Aspek untuk control diantaranya adalah portable, untuk dirumah, siap setiap saat, terkendali, mandiri, umpan balik. Maksud dari portable disini adalah kepraktisan media tersebut, apakah mudah dibawa kemana-mana, apakah mudah dipasang, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana cara matriks ini?

Sesuai dengan apa yang dijelaskan sejak awal, matriks ini menggunakan sistem menyesuaikan antara variabel satu dengan lainnya secara otomatis maka kita akan mengetahui apakah media tersebut layak untuk dibeli atau tidak. Tetapi variabel yang ada pada tabel tersebut bisa diganti dengan tujuan dari pembelajaran, seperti keterampilan, info factual, sikap, pengenalan visual, dan lain sebagainya. Dan hasil dari variabel dengan media tidak meliputi ya atau tidak, melainkan meliputi tinggi, sedang atau rendah. (Restiyani, 2014)

  • Model checklist

Model ini juga sering disebut dengan format evaluasi media. Sesuai dengan namanya, sistem dalam mdoel ini hanya memberi tanda dan nilai pada rentang penilaian media. Dengan adanya format evaluais yang kita lakukan cukuplah mudah, meliputi mengisi data, memilih media yang dievaluasi, memberi tanda

  1. Prosedur pemilihan sumber belajar
Baca Juga :  Pembelajaran Online (Daring) di Tengah Wabah Covid 19

Contoh prosedur pemilihan media dan sumber belajar anak usia dini (Eliyawati & Zaman, 2010)

Tema / Sub TemaKemampuan / Indikator Hasil BelajarSumber Belajar yang DibutuhkanKeterangan
DirikuBahasa : Anak dapat menirukan kembali urutan kata (latihan pendengaran), dan urutan angka.Anak dapat mengikuti beberapa perintah.Anak dapat menggunakan dan menjawab pertanyaan apa, mengapa, dimana, berapa, bagaimana, dan kapan. Serta kemampuan-kemampuan berbahasa yang lain.Anak dapat mudah berinteraksi sosial dengan teman-teman sebayanya.boneka jari, boneka tangan, orang orangan dari kertas dan lain sebagainya.Boneka tangan ini dapat dibuat dari bahan-bahan bekas dan sisa kain yang tidak terpakai.

Media dan sumber belajar merupakan komponen yang paling penting dalam proses pembelajaran, dengan adanya media dan sumber belajar dapat meningkatkan keefektivitasan, serta menarik peserta didik dalam proses pembelajaran serta mengurangi rasa bosan pada saat pembelajaran. Dengan adanya media dan sumber belajar yang tepat dan baik dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan.

Sehingga proses dalam pemilihan media dan sumber belajar perlu diperhatikan mulai dari tujuan yang akan dicapai, karakteristik siswa, strategi belajar-mengajar, alokasi waktu dan tempat, serta prosedur penilaiannya.

Prosedur pemilihan media dan sumber belajar merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan seorang pendidik sebelum proses belajar mengajar akan dilakukan, agar proses pembelajaran lebih menarik peserta didik. Dalam prosedur pemilihan media kita menggunakan 2 cara yaitu pemilihan media menurut Heinich, Molenda, dan Russel yang menggunakan pola ASSURE dan pemilihan media menurut Anderson. Model yang digunakan dalam pemilihan media yakni model Flowchart, model matriks, ataupun model checklist.

pemilihan dan pemanfaatan sumber belajar harus memandang lingkungan terdekat dengan anak, ruang sumber belajar, dan media  cetak maupun perpustakaan. Sumber belajar menjadi sangat penting, karena adanya sumber belajar akan meningkatkan semangat, motivasi, dan minat anak untuk belajar dan menggali berbagai sumber informasi secara luas dan sesuai minat anak.

Tags: