Evaluasi Media Pembelajaran Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini adalah awal tahapan dalam jenjang pendidikan. Indonesia merupakan salah satu negara yang mendukung kegitan belajar pada anak usia dini, karena anak usia dini adalah aset bangsa untuk masa mendatang. Pada pendidikan anak usia dini memiliki cara khusus dalam melaksanakan kegiatan belajaranya, terutama penunjang dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya. Perlu diketahui bahwa anak usai dini belajarnya melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat menyenangkan, contohnya bermain, bernyanyi dan lain sebagainya. Penunjang utama dalam kegiatan belajar anak usia dini ialah media, karena dengan adanya media anak-anak akan lebih muda memahami materi atau penjelasan yang diberika guru. Dikarena keterbatasan wawasan anak-anak dan rasa ingin tahunya yang tinggi maka media adalah penunjang terbaik dalam pembelajaran anak usia dini di sekolah maupun di rumah.

Menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dan ada pula menurut Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Dari dua pendapat diatas dapat disimpulkan bawasannya media merupakan jembatan bagi guru dalam menyampaikan pesan, pendapat, rangsangan atau materi yang diberikan kepada siswanya, sehingga tujuan yang diinginkan terwujud dan siswa dapat menambah wawasan barunya.

Media yang diberikan kepada anak-anak merupakan media yang bisa dicerna dengan baik oleh anak-anak, dapat dikatakan media yang sering digunakan ialah, audio visual yang  dapat menunjukkan kebenaran keberadaannya. Karena segala sesuatu yang diberikan kepada anak-anak ialah suatu hal baru yang baru ia ketahui, maka dari itu bentuk wujud keasliannya dan kenyataannya harus dapat dibuktikan kepada anak-anak. Itulah kegunaan media sebagai sarana penunjang penambah wawasan dunia kepada anak, dengan begitu perlu bagi seorang guru atau ahli membuat atau menciptakan media yang bersifat edukasi dan memiliki makna didalamnya. Dengan begitu perlu diadakannya evaluasi/penilain sebelum media tersebut digunakan pada kegiatan belajar mengajar.

Pengerian Evaluasi Media

Evaluasi berasal dari bahasa Inggris yakni “evaluation”, yang berarti suatu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan jumlah atau nilai. Sedangkan menurut istilah yang dimaksud dengan evaluasi yaitu suatu proses yang dilakukan untuk memberi pertimbangan terhadap sesuatu yang dipertimbangkan. Evaluasi merupakan kegiatan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan ketika akan mengambil suatu keputusan. Kegiatan evaluasi harus dilaksanakan secara teliti, hati-hati, serta menggunakan strategi yang tepat. Evaluasi juga mempunyai arti suatu penilaian yang dilakukan guna mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan atau ditetapkan.

Media merupakan bentuk komunikasi baik secara audio visual ataupun tercetak (Mukhtar Latif, 2016). Media merupakan bentuk jamak dari kata perantara (medium) yang berarti sarana komunikasi. Media juga disebut sebagai jenis-jenis komponen yang terdapat di lingkungan siswa yang bisa merangsang keinginan anak untuk belajar.

Dari kedua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi media adalah penilaian terhadap suatu media pembelajaran baik berupa audio visual maupun yang tercetak guna mengetahui apakah media tersebut sudah sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, terutama dalam mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak usia dini. Evaluasi media pembelajaran merupakan bagian yang paling penting dalam pengembangan suatu media pembelajaran. Setiap media pembelajaran yang telah dibuat perlu untuk dinilai terlebih dahulu sebelum digunakan atau dipraktekkan dalam proses pembelajaran. Evaluasi media pembelajaran ini ditujukan untuk mengetahui apakah media pembelajaran yang telah dibuat tadi sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Evaluasi media pembelajaran sangat penting untuk diingat dan dilaksanakan, karena setiap orang yang membuat atau menciptakan sebuah media pembelajaran mereka yakin bahwa hasil karyanya itu sudah seratus persen sempurna. Oleh karena itu, untuk dapat mengetahui apakah suatu media pembelajaran dapat mencapai tujuan sesuai dengan yang telah ditentukan perlu dilakukannya atau adanya evaluasi media pembelajaran. 

Baca Juga :  Penerapan Media Flash Card Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Siswa Kelas I Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Ittihad Tambelangan Sampang

Fungsi Evaluasi Media

Evaluasi media pembelajaran mempunyai beberapa fungsi sebagaimana yang akan tersebut dibawah ini (Zaman & Eliyawati, 2010) :

  1. Sebagai alat guna mengetahui apakah media yang digunakan dalam proses pembelajaran itu sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
  2. Untuk mengetahui aspek-aspek kelemahan dan kelebihan dai media pembelajaran tersebut.
  3. Sebagai alat untuk mengetahui perkembangan suatu media pembelajaran.
  4. Sebagai bahan pertimbangan pengembangan pada pembuatan media pembelajaran yang akan datang.

Tujuan Evaluasi Media

Selain mempunyai fungsi, media pembelajaran juga mempunyai beberapa tujuan, antara lain:

  1. Untuk menghasilkan media pembelajaran yang maksimal, maksudnya sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
  2. Untuk mengetahui tingkat kemajuan media pembelajaran yang digunakan selama proses pembelajaran.
  3. Untuk mengetahui tingkat daya dan hasil guna media pembelajaran yang telah digunakan selama proses belajar-mengajar.
  4. Untuk memantau perbaikan, kemajuan, dan proses pembuatan media pembelajaran.

Prinsip Evaluasi Media

Evaluasi merupakan bagian dari perencanaan maupun pelaksanaan suatu kegiatan program tersebut untuk mengamati, memeriksa, dan meneliti yang menggunakan strategi yang dapat dipertanggung jawabkan.

Dalam evaluasi terhadap kelayakan media pembelajaran untuk kepentingan pembelajaran anak, sebagai berikut(Anita Yus, 2011) :

  • Ketetapan dengan tujuan pembelajaran, media pembelajaran dipilih atas berdasarkan tujuan tujuan pembelajaran yang telah dibuat
  • Mendukung tersampainya bahan ajaran dengan baik dan mampu membuat peserta didik memahami kegiatan pembelajaran tersebut
  • Mudah memeroleh media pembelajaran di sekitar lingkungannya, baik dibuat terlebih dahulu atau tinggal digunakan
  • Keterampilan guru dalam menggunakannya, memperdahulukan manfaat dan nilai guna nya untuk peserta didik
  • Tersedia waktu untuk menggunakannya agar bermanfaat untuk peserta didik saat melakukan kegiatan pembelajaran
  • Sesuai dengan kemampuan berfikir anak, sehingga makna yang terkandung didalamnya dimengerti oleh anak.

Dalam evaluasi media pembelajaran anak, maka dapat diuraikan beberapa prinsip evaluasi sebagai berikut(Waseso, 2014) :

  1. Komprehensif

Dalam evaluasi sudah mencakup semua aspek yang akan dinilai, termasuk pengembangan kemampuan dasar dan bidang pengembangan perilaku. Prinsip ini bisa membawa dampak kepada instrumen evaluasi pembelajaran serta laporan bidang perkembangan yang sudah tersusun secara teratur dan logis.

  • Keterandalan atau Reliabilitas

Hasil evaluasi ini tidak banyak dipengaruhi oleh waktu dan orang yang melakukan.

  • Kesahihan atau Validitas

Kebenaran bisa dilihat pada kisi-kisi instrumen yang telah  dirancang, yang mencakup keseluruhan yang akan dinilai dan sudah sudah tepat untuk diukur.

  • Obyektif

Hasil evaluasi haruslah sesuai dengan apa yang direncanakan dengan bahan evaluasi

  • Kontinu atau berkesinambungan

Evaluasi harus berkesinambungan dan memerlukan banyak waktu untuk memperoleh hasil yang akurat hingga akhirnya mendapatkan keputusan yang tepat

  • Bermakna

Evaluasi harus mempunyai arah tujuan yang tepat hingga nanti tujuan akhirnya adalah meningkatkan kompetensi guru.

Baca Juga :  Kelebihan dan Kekurangan Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran

Jenis- jenis Evaluasi Media

Dalam pelaksanaan evaluasi media pembelajaran terdapat dua jenis evaluasi media yang sering digunakan yakni evaluasi sumatif dan evaluasi formatif. Pertama,evaluasi formatif yakni kegiatan yang ditujukan untuk menghimpun data mengenai efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran (termasuk medianya) guna mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Data-data yang telah dikumpulkan tadi ditunjukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan media pembelajaran yang bersangkutan supaya lebih efisien dan efektif (Rifandi, 2013)

Kedua,evaluasi sumatif yakni kegiatan akhir sesudah diperbaiki dan disempurnakan, pengumpulan data tersebut digunakan untuk menentukan sudahkah media pembelajaran yang diciptakan itu patut digunakan dalam situasi sesuai dengan yang telah dilaporkan. Evaluasi formatif sering digunakan dalam proses pengembangan media pembelajaran. Leat evaluasi formatif ini diharapkan proses pengembangan media tidak dianaisis secara teori saja akan tetapi juga telah dibuktikan dilapangan.

Prosedure Evaluasi Media

Media salah satu alat penunjang terlaksananya kegiatan belajar mengajar, tanpa adanya media materi yang diberikan akan sulit dipahami oleh anak didik, namun ketika menggunakan media peserta didik akan dengan mudah memahami materi yang diberikan. Dengan demikian media sebagai jembatan antara peserta didik dengan pengajar. Sehingga sebelum digunakannya media perlu adanya evaluasi terhadap media tersebut, dengan maksud mengetahui layak atau tidaknya media untuk alat penunjang pembelajaran.

Siswa dievaluasi setelah ia selesai melakukan suatu pelajaran, seorang guru dievaluasi, apakah ia akan diangkat menjadi guru tetap atau tidak. Kurikulum dievaluasi setelah diimplementasikan, apakah kurikulum tersebut telah mencapai tujuan yang diharapkan atau belum  (Sanjaya, 2011). Begitu juga dengan media, media perlu adanya evaluasi agar tercapainya dan tersampaikannya materi yang akan diberikan guru kepada siswanya.

Dalam menentukan media terdapat dua macam cara dalam mengevaluasi media yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif adalah proses yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang efektivitas dan efisiensi bahan-bahan pembelajaran (termasuk ke dalamnya media) untuk mendapat tujuan yang ditetapkan (Sungkono, 1989) Sedangkan evaluasi sumatif adalah proses pengumpulan data untuk menentukan apakah media yang dibuat patut digunakan dalam situasi-situasi tertentu atau apakah media tersebut benar-benar efektif atau tidak, setelah media tersebut diperbaiki dan disempurnakan. Maka untuk tindakan pertama yaitu melakukan evaluasi formatif, berikut tahapan evaluasi formatif (Husniyatus Salamah Zainiyati, 2012) :

  1. Evaluasi satu lawan satu (one to one)

Sesuai dengan namanya satu lawan satu, maka evaluasi ini diuji cobakan kepada dua anak dari banyaknya populasi target, dengan kriteria satu anak memiliki kemapuan umumnya sedikit di bawah rata-rata dan satu lagi memiliki kemapuan umumnya diatas rata-rata. Jika media didesain untuk belajar mandiri, biarkan anak mempelajari sendiri dan guru hanya  mengamati saja. Jumlah dua orang yang dipilih adalah jumlah minimal. Setelah kegiatan percobaan selesai dilakukan, segera melakukan uji coba kepada jumlah anak yang lebih besar dari populasinya.

Media ini juga dapat dicobakan kepada ahli bidang studinya. Mereka para ahli sering kali memberikan umpan balik terhadap media yang dicobakan kepada ahli, dengan begitu percobaan tersebut akan mendapatkan hasil akhir dari sang ahli revisi atau tidak, dari hasil sang ahli dapat dilihat jika revisi akan mendapatkan perbaikan dan siap dicobakan kepada kelompok kecil.

  • Evaluasi kelompok kecil (small group evaluation)

Pada tahap ini media dapat dicobakan kepada 10-20 anak yang dapat mewakili populasinya. Kalau media ini digunakan untuk siswa TK A maka dapat dipilih 10-20 anak dari jumlah populasi target. Mengapa jumlahnya harus 10-20 anak, karena jika kita mengambil kurang dari 10, hasil yang didapat akan kurang dapat menggambarkan populasi target, dan sebaliknya jika mengambil lebih dari 20 anak data atau hasil yang didapat melebihi yang diperlukan dan dirasa kurang bermanfaat untuk dianalisis dalam evaluasi kelompok kecil.

Baca Juga :  Cara Membuat Media Pembelajaran materi Sistem Peredaran Darah

Siswa yang dipilih hendaknya mencerminkan dari jumlah populasi. Diusahakan anak yang diambil terdiri dari siswa yang kurang pandai, sedang, dan pandai, laki-laki dan perempuan, berbagai usia dan latar belakang. Evaluasi ini menggunakan tes awal (pretest)untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan siswa tentang topi yang digunakan dalam media. Dalam evaluasi media dalam kelompok kecil sudah bisa menggunakan kuesioner sederhana untuk anak usia dini, dengan maksud untuk mengetahui menarik atau tidaknya, mengukur kempuan anak mengetahui kegunaan media, mengerti tidaknya anak terhadap media. Dengan adanya kuesioner dapat diketahui secara luas kegunaan media. Setelah dicobakan atas dasar umpan balik yang didapat melalui pengamatan ataupun kuesioner dapat dilakukan revisi media atau media disempurnakan kembali untuk diujikan kepada evaluasi selanjutnya.

  • Evaluasi lapangan (field evaluation)

Evaluasi ini adalah evaluasi tahap akhir dalam evaluasi formatif. Dalam melakukan evaluasi ini usahakan melakukannya dengan situasi yang semirip mungkin dengan keadaan sebenarnya. Karena dengan terlewatinya dua tahap evaluasi di atas, bisa dikatakan bahwa madia yang dibuat mendekati kata sempurna untuk kelayakan media yang digunakan dalam pembelajaran. Namun dengan begitu tahap evaluasi lapangan ini harus dilaksanakan sesuai dengan prosedure.

Pilih sekitar 30 siswa dari populasi target, pilih dengan berbagai karateristik (tingkat kepandaian, kelas, latar belakang, jenis kelamin, usia, kemajuan belajar dan seterusnya). Ditahap ini dapat menggunakan pretest atau tidak, jika dirasa sudah memahami betul karakteristik anak maka pretestdapat ditiadakan. Hasil test ini (post test) dapat dibandikan dengan pretestakan menunjukkan seberapa efektif dan efisien media yang dibuat. Dengan terkumpulnya data yang telah didapat dari evaluasi pertama hingga terakhir dan atas dasar beberapa perbaikan atau revisi dapat dikatakan semakin sempurnalah media yang dibuat.

Kriteria Penilaian Media

Kriteria penilain yang dimaksud ialah pedoman dalam penilaian media yang akan digunakan, adapun penilaian dari  software(perangkat lunak) maupun hardware(perangkat keras)(Sungkono, 1989).

  1. Kriteria fisik perangkat lunak
  2. Kriteria penilaian fisik program kaset audio
  3. Setiap program kaset audio disertai buku penyerta/petunjuk pemaikaian.
  4. Menggunakan pita (kaset) standar/bermutu
  5. Menggunakan pita (kaset) ukuran c 60 atau c 90 \
  6. Disertai lembar evaluasi
  7. Memiliki kantong (wadah) untuk melindungi buku penyerta, pita (kaset audio), dan lembar evaluasi.
  8. Kaset dan kantong diberi label yang memuat judul, sasaran, bidang studi, dan durasi/lama putar.
  9. Kriteria penilaian fisik program slide
  10. Setiap program slide disertai buku penyerta/petunjuk pemakaian.
  11. Menggunakan film positif berwarna ukuran 35 mm (standar)
  12. Menggunakan bingkai (frame) standar dan bermutu
  13. Setiap bingkai diberi judul program dan nomor urut dari program tsb. E. Setiap frame dimasukkan ke dalam slide file.
  14. Disertai dengan lembar evaluasi
  15. Memiliki kantong untuk melindungi buku penyerta, slide, dan lembar evaluasi.
  16. Kantong program memiliki label yang memuat judul, sasaran, bidang studi, dan durasi.
  17. Kriteria penilaian fisik program video/vcd
  18. Setiap program video disertai dengan buku petunjuk pemaikaian
  19. Menggunakan pita (kaset) video yang standar dan bermutu
  20. Pada setiap pita (kaset) video dicantumkan judul program, bidang studi, dan sasaran
  21. Pada setiap pita (kaset) video disertai dengan tanda lolos sensor
  22. Disertai dengan lembar evaluasi
  23. Memiliki kantong untuk tempat untuik melindungi buku penyerta, pita (kaset) video, lembar evaluasi
  24. Setiap kantong program memiliki label yang memuat judul, sasaran, bidang studi, dan durasi.
  25. Kriteria penilaian isi perangkat lunak (kriteria khusus)
  26. Segi materi
  27. Sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan
  28. Mudah dimengerti
  29. Sesuai dengan tingkat kemampuan siswa
  30. Bahan disajikan dari yang mudah menuju sulit
  31. Tidak banyak menggunakan kata-kata sulit
  32. Segi narasi
  33. Volume suara cukup baik
  34. Intonasi suara cukup baik
  35. Gaya bahasa
  36. Kejelasan ucapan
  37. Tempo ucapan
  38. Segi musik/efek suara
  39. Ilustrasi musik mendukung program
  40. Efek suara mendukung program
  41. Ilustrasi musik/efek suara tidak terlalu keras

Tags: