Pengertian Kurikulum Pendidikan

Kurikulum dalam pendidikan merupakan rencana pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik dalam satu semester seperti yang tersusun dalam RPP, RPPH, RPPM yang masing-masing memiliki kegiatan berbeda dalam proses belajar untuk mencapai tujuan tertentu.

Pada kurikulum pendidikan anak usia dini menggunakan pengajaran berbentuk tematik, tetapi dengan semakin berkembangnya pendidikan di PAUD kurikulum diganti dengan TFP atau term,fact, and principle yang berarti istilah,fakta-fakta, dan prinsip-prinsip yang bertujuan membahas uraian dan fakta-fakta yang terkait di lingkungan pembelajaran.

Di indonesia terjadi berkali-kali perubahan kurikulum. Mulai dari pemerintahan presiden soekarno terjadi tiga kali perubahan kurikulum, lalu pada zaman presiden soeharto terjadi 6 kali perubahan, dan pada era reformasi terjadi 3 kali perubahan. Terhitung 12 kali perubahan sejak Indonesia merdeka.  Dilaksanakannya perubahan kurikulum adalah untuk menyempurnakan kurikulum yang sebelumnya.

Kurikulum mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan juga sebagai arah, pedoman, dan juga rambu-rambu dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Implementasi manajemen kurikulum di lembaga PAUD merupakan proses penyusunan kurikulum yang efisien dan efektif pada pembelajaran AUD supaya proses belajar berjalan secara optimal.

Definisi Kurikulum

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kurikulum adalah perangkat sumber belajar yang diajarkan kepada lembaga pendidikan .[1] Menurut Departemen Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dimaksud dengan kurikulum adalah perangkat rencana dan pengatur mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.[2]

Pada pendidikan anak usia dini kurikulum yang digunakan adalah ber bentuk tema, dimana guru secara bersama menentukan tema yang cocok untuk anak yang disesuaikan dengan lingkungan lembaga. Sebagaian besar dalam pendidikan anak usia dini di Indonesia sudah menggun akan tema atau tematik, namun dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan tentang pembelajaran anak usia dini guru mulai mengenal istilah TFP atau term,fact,and principle(Istilah, fakta-fakta, dan prinsip-prinsip) yang semua informasi tentang tema ditujukan melalui TFP.

Baca Juga :  Dasar-Dasar Pemilihan Media Pembelajaran

TFP adalah serangkaian atau kumpulan materi pengetahuan yang akan disampaikan pada anak untuk membagun pikiran mereka sesuai tujuan yang telah di rencanakan guru untuk disampaikan atau ditujukan kepada anak.[3] TFP ditulis dengan menggunakan susunan bahasa yang baik dan benar ataupun dengan kalimat sederhana yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.

TFP merupakan perkembangan kurikulum yang berupa uraian terkait dengan tema yang dibahas dengan bertolak pada fakta sesungguhnya yang didukung oleh sumber buku dijadikan penopang pengetahuan dalam proses pembelajaran. TFP dalam proses pembelajaran dapat pula diartikan sebagai upaya mengalirkan pengetahuandengan pengalaman belajar kepada peserta didik yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kronologis dan biologis.

Tema yang merupakan sebuah pokok pikiran disampaikan melalui aliran TFP ( term, fact, and principle). Termmerupakan informasi umum yang bisa didapatkan anak melalui pengalaman, orang dewasa/guru, dan teman. Informasi yang diberikan atau dialirkan kepada anak hendaklah merupakan keadaan atau peristiwa yang nyata atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi (fact), dan sesuatu yang benar dan menjadi pokok dasar berpikir atau bertindak (principle).

Kurikulum pengajaran dengan tema dan TFP untuk memberikan pengajaran dengan total guna menciptakan pengajaran keseluruhan, pada rancangan awal terpadu untuk anak-anak.[4]

Kurikulum tema pada PAUD mempunyai karakter tersendiri menurut para ahli. Seperti pemaparan menurut Dewey, kurikulum berhubungan dengan hidup yang sesungguhnya. Oleh karena itu, tema dipilih melalui materi kehidupan yang mengalir berdasarkan kurikulum yang disusun. Menurut Hendrik (1986), pengajaran melalui tema menolong anak untuk membangun “ an overll sense of direction and consolidation“ dalam pembelajarannya. Adapun menurut Osborn (1983), melalui program yang berdasarkan tema, anak dapat membangun hubungan  antara potongan-potongan (fragment) informasi menjadi bentuk konsep yang tidak beraturan dan lebih kompleks.[5]

Baca Juga :  Langkah-Langkah Pembelajaran Model Elaborasi

Kurikulum yang disusun dalam “tema” membuat anak melibatkan dirinya di dalam semua area yang mereka pelajari dan menjadikan mereka untuk selalu tertarik pada suatu topik dengan sikap ingin tau. Dalam hal ini guru harus mampu mengorganisasikan antara pikiran dan rencana, sehingga dapat memilih aktivitas yang bermanfaat untuk anak. Dengan cara guru mengumpulkan semua data dan diorganisasikan sebagai dasar perencanaan, dimana hal ini berguna untuk menjaga dan meningkatkan akurasi informasi yang mendukung anak.[6]


[1] Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi IV, (Jakarta : Penerbit Gramedia, 2008), hlm 1429

[2] Departemen Pendidikan Nasional, Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional, (Jakarta:2003)

[3] Martini Saleh dan Wismiarti, Sentra Blok ( Jakarta Timur : Pustaka Al-Falah, 2010), hal. 74.

[4] Wismiarti, Tema, PPOT Modul VI, (Jakarta Timur: Sekolah Al-Falah,2012) hlm. 1.

[5] Ibid.

[6] Ibid.

Tags: