Prosedur Pembelajaran

Prosedur pembelajaran dalam bab ini lebih difokuskan pada prosedur umum dari model-model yang telah dideskripsikan di atas. Secara realitas guru dapat mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik, dan lingkungan masing-masing.

Prosedur pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini pada umumnya mengacu pada model-model sebagaimana di atas; dengan prosedur umum yang mencakup; pengelolaan kelas, prosedur kegiatan, dan penilaian.

Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas yang meliputi penataan ruangan maupun pengorganisasian peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan program yang direncanakan akan membantu pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tujuan pembelajaran secara optimal. Untuk itu, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:

  1. Penataan sarana dan prasarana ruangan disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.
  2. Pengelompokan meja dan kursi disesuaikan dengan kebutuhan anak sehingga mereka memiliki ruang gerak yang lebih leluasa. Susunan meja kursi dapat berubah-ubah; dan pada waktu mengikuti kegiatan, anak tidak selalu duduk di kursi, tetapi dapat juga duduk di lantai/karpet.
  3. Dinding dapat digunakan untuk menempelkan sarana yang dipergunakaan sebagai sumber belajar dari hasil kegiatan anak, tetapi jangan terlalu banyak agar tidak mengganggu perhatian anak.
  4. Peletakan dan penyimpanan alat bermain diatur sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang ingin dicapai seperti kemandirian, tanggung jawab, membuat keputusan, kebiasaan mengatur kembali peralatan dan sebagainya.
  5. Alat bermain untuk kegiatan pengaman diatur dalam ruangan, sehingga dapat berfungsi apabila diperlukan oleh peserta didik.

Prosedur Kegiatan

Pembelajaran anak usia dini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Sebelum Masuk Kelas

Setiap hari pada saat kedatangan, anak-anak disambut oleh guru dengan ramah dan penuh kasih sayang, mereka saling berjabatan tangan dengan guru-guru dan teman-temannya sambil mengucapkan salam, lalu menyimpan tas di tempat masing-masing yang telah disediakan.

  • Pendahuluan (30 menit)
Baca Juga :  Media Pembelajaran Scrap Book Untuk Materi Cerpen

Kegiatan pendahuluan dilaksanakan secara klasikal dan diikuti oleh seluruh anak dalam satu kelas, dalam waktu dan kegiatan yang sama. kegiatan pendahuluan merupakan pemanasan, misalnya bercerita, bercakap-cakap dan tanya jawab tentang tema dan subtema atau pengalaman anak. Jika pada waktu bercerita terjadi kejenuhan, maka guru dapat mengalihkan perhatian dengan membuat kegiatan yang bervariasi. Kegiatan pendahuluan ini bisa dilakukan dengan berdiri atau kalau lantainya bersih dapat mengajak anak-anak duduk di lantai, kemudian berdoa dan bernyanyi; dilanjutkan dengan bercerita atau berbagi pengalaman, dan saling menanggapi satu sama lain.

Sebelum kegiatan pendahuluan, guru bersama anak-anak bercakap-cakap, misalnya menanyakan keadaan mereka, mengomentari penampilannya, dan menanggapi yang disampaikan atau ungkapannya. Kemudian setelah anak-anak siap, barulah memasuki kegiatan pendahuluan. Kegiatan pendahuluan bisa dilakukan dengan permainan; misalnya dengan “Permainan Jala Ikan”. Dalam permainan ini naka-anak diajak membuat lingkaran besar kemudian bergerak menjala ikan yang berada di lingkaran kecil dengan cara maju ke depan, sambil menyanyi:

Lingkaran besar, lingkaran besar,    

Lingkaran besar.

Lingkaran kecil, lingkaran kecil,                   

Lingkaran kecil.

Selanjutnya anak-anak berlarian untuk mencari dan mendapatkan gandengan tangan dengan teman-temannya. Anak yang tidak mendapatkan gandengan itu sebagai ikan yang dijala oleh teman lain, dan kemudian diserahkan kepada guru. Demikian permainan tersebut diulang-ulang dan setiap anak yang tifak mendapat gandengan berperan sebagai ikan yang dijala. Selesai bermain menjala ikan, anak-anak disuruh minum dan masuk kelas kembali.

Kegiatan Inti

Kegiatan ini merupakan proses pembentukan kompetensi sesuai dengan tujuan pembelajaran, yang melibatkan perhatian, kemampuan sosial dan emosional. Kegiatannya mencakup berbagai macam permainan yang dipilih dan disukai anak agar dapat bereksplorasi, berimprovisasi, bereksperimen, meningkatkan pengertian, konsentrasi, memunculkan inisiatif, kemandirian dan kreativitasnya serta dapat membantu dan mengembangkan kebiasaan kerja yang efektif.

Dalam kegiatan inti anak dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, dan mereka melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Sebelum anak dibagi dalam kelompok, guru menjelaskan kegiatan atau hal-hal yang berkaitan dengan tugas masing-masing kelompok secara klasikal. Pada kegiatan inti, dalam satu kelas anak dibagi menjadi beberapa kelompok, guru bersama anak dapat memberi nama masing-masing kelompok, dan anak diberi kebebasan untuk memilih kegiatan sesuai yang diminatinya dan tempat yang disediakan. Setiap anak secara bergantian mengikuti berbagai kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, dan mengikutinya secara teratur, setelah itu mereka boleh memilih kegiatan sendiri secara tertib.

Baca Juga :  Strategi Pembelajaran Konstruktivistik

Anak-anak yang menyelesaikan tugasnya lebih cepat dapat meneruskan kegiatan di kelompok lain. Jika tidak tersedia tempat, anak tersebut dapat melakukan kegiatan di kegiatan pengaman. Kegiatan pengaman berfungsi untuk:

  1. menyediakan tempat kegiatan bagi anak yang telah menyelesaikan tugasnya lebih cepat, agar tidak mengganggu teman lain;
  2. memotivasi anak agar cepat menyelesaikan tugasnya;
  3. memberikan kebebasan kepada anak untuk belajar dan mengikuti kegiatan sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya;
  4. mengembangkan aspek emosional, sosial, kemandirian, kerja sama, dan kreativitas anak;
  5. mendorong tumbuhnya persaingan yang positif di antara anak dalam melakukan tugasnya. 

Sebaiknya alat-alat yang disediakan pada kegiatan pengaman lebih bervariasi dan sering diganti sesuai dengan tema atau subtema yang dibahas. Pada waktu kegiatan kelompok berlangsung, guru tidak berada di satu kelompok saja melainkan berkeliling memberikan bimbingan kepada setiap peserta didik yang mengalami kesulitas, baik secara kelompok maupun individual.

Makan dan Istirahat

Sebelum makan, anak-anak terlebih dahulu mencuci tangan. Setelah berkumpul di dalam kelas, anak-anak berdoa bersama, kemudian makan bersama yang disediakan oleh sekolah atau makanan yang dibawa masing-masing. Selain makan, anak-anak beristirahat dan bermain di dalam atau di luar kelas dengan menggunakan fasilitas permainan yang tersedia.

Kegiatan ini kadang-kadang dapat digunakan untuk mengisi indikator standar kompetensi dan kompetensi dasar yang hendak dicapai berkaitan dengan kegiatan makan, misalnya disiplin, tata tertib makan, jenis makanan bergizi, rasa sosial dan kerja sama. selesai makan, waktu yang tersisa dapat digunakan untuk istirahat, serta melakukan kegiatan-kegiatan individual, dan jika waktu yang tersedia untuk istirahat dianggap kurang, maka guru dapat menambahnya tanpa mengurangi waktu untuk kegiatan lainnya.

Penutup

Kegiatan penutup dilakukan untuk menenangkan anak dan diberikan secara klasikal, misalnya mendengarkan cerita, menyanyi, dan melakukan apresiasi musik. Kegiatan ini dapat diakhiri dengan tanya jawab mengenai kegiatan yang berlangsung sehingga anak dapat memaknai kegiatan yang telah dilakukan.

Baca Juga :  Pengertian dan macam-macam Sumber Belajar sebagai Komponen Media Pembelajaran

Penilaian

Selama pembelajaran berlangsung guru hendaknya mencatat setiap kejadian baik yang berkaitan dengan pelaksanaan program pembelajaran maupun yang berkaitan dengan perkembangan peserta didik. Catatan guru ini dapat sebagai bahan refleksi dan sebagai bahan masukan bagi keperluan penilaian.

Tags: