Strategi Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini

Ada beberapa cara yang harus dilakukan agar anak mempunyai jiwa kreatif, diantaranya adalah:

Libatkan anak dalam kegiatan brainstorming, sehingga menghasilkan banyak ide.

Brainstorming adalah sebuah kegiatan yang memberikan kebebasan anak untuk mengutarakan pikiran-pikirannya secara bebas mengenai sebuah ide tertentu. Jadi dengan brainstorming anak dapat mengutarakan ide-ide (kreatif) nya dalam sebuah kelompok, menyajikannya bersama ide-ide orang lain, dan mengatakan apa yang ada dalam pikirannya. Makin banyak ide yang dikeluarkan oleh anak, maka makin besar kemungkinan anak mengkreasikan sesuatu yang unik.

Buatlah lingkungan sedemikian rupa agar bisa menstimulasi (merangsang) kreativitas anak.

Setiap anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Guru yang ingin mengembangkan kreativitas anak bisa dengan cara diajak ke tempat-tempat dimana kreativitas ditampilkan, misalnya di museum.

Hindari mengendalikan anak secara berlebihan.

Memberi kesempatan pada anak untuk memilih sesuatu hal sesuai minatnya dan mendukung minatnya akan menumbuhkan rasa ingin tahunya. Hal ini lebih baik daripada guru yang selalu menontohkan aktifitas-aktifitas yang harus dikerjakan. Bila anak melakukan aktifitas yang selalu diawasi orangtuanya maka jika anak megambil resiko melakukan kreativitas bisa menjadi surut bahkan mereda karena mereka merasa tidak bebas untuk berkreasi karena yang selalu diawasi orangtuanya.

Kembangkan motivasi yang ada dalam diri anak.

Kegiatan-kegiatan kreatif yang dilakukan anak secara bebas, menimbulkan kesenangan tersendiri bagia anak. oleh karena itu, penggunaan hadiah yang terlalu eksesif (misalnya mainan, uang, dll) bisa menghambat kreatifitas anak. karena kesenangan yang muncul akibat dari kegiatan-kegiatan kreatif itu sendiri menjadi pudar oleh hadirnya karena ada imbalan hadiah. (Amabile dan Hennessey, 1992, dari Santrock, 2004).

Kembangkan cara berpikir fleksibel, dengan cara menyenangkan.

Baca Juga :  Pentingnya Manajemen Guru dan Karyawan Pendidikan Anak Usia Dini

Seorang pemikir yang kreatif pada saat menghadapi masalah, dan bersikap fleksibel dan cenderung mengolah masalah. Usaha untuk berpikir kreatif akan berjalan lancar bila siswa menghadapinya dengan senang hati.

Mendatangkan orang-orang kreatif sehingga anak bisa mendapat pengalaman kreatif.

Orang-orang kreatif dapat menerangkan kepada anak-anak pengalamannya yang bisa menjadikan orang kreatif. Atau bisa juga menampilkan kemampuan kreatifnya agar anak bisa menirunya ataupun ingin memiliki jiwa kreatif.

Strategi Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini

Setelah kita mengetahui pentingnya mengembangkan kreativitas anak usia dini, maka perlu adanya strategi untuk mewujudkan itu. Berikut akan kami bahas strategi pengembangan kreativitas anak usia dini.

  1. Mengembangkan kreativitas dengan menciptakan produk baru (Hasil karya)
  2. Mengembangkan kreativitas dengan imajinasi
  3. Mengembangkan kreativitas melalui eksplorasi
  4. Mengambangkan kreativitas dengan eksperimen
  5. Mengembangkan kreativitas dengan kegiatan proyek
  6. Mengembangkan kreativitas dengan musik
  7. Mengembangkan kreativitas dengan bahasa

Tags: