Perencanaan Pengelolaan Kelas

Secara bahasa, pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yakni pengelolaan dan kelas. Pengelolaan merupakan terjemahan dari kata management yang berasal dari kata to manage yang berarti mengelola melaksanakan, mengatur, mengendalikan, dan memperlakukan. Namun kata manegement sendiri sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia yang berarti sama dengan istilah pengelolaan, yaitu sebagai proses mengintegrasikan dan mengoordinasi kegiatan-kegiatan kerja agar dapat diselesaikan secara efisien dan efektif (Mariyana, 2010).

Pengelolaan anak didik yakni pengaturan suasana belajar di sekolah sedemikian rupa sehingga setiap anak didik mendapat pelayanan sesuai kebutuhan untuk mencapai hasil pendidikan maksimal. Yang berarti bahwa guru sebagai seorang pendidik harus memahami karakteristik dari anak didiknya agar apa yang dibutuhkan oleh mereka dalam proses belajar dapat terpenuhi.

Dalam pengelolaan kelas PAUD haruslah berorientasi pada karakteristik perkembangan anak usia dini. Pemahaman guru tentang karakteristik anak akan bermanfaat dalam upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak. Secara umum dapat dikatakan bahwa bimbingan utama yang diberikan yakni:

Mengorganisasi anak-anak yang baru pertama kali masuk sekolah. Biasanya masih terbawa oleh kebiasaan kehidupannya di rumah. Dalam hal ini guru melakukan organisasi terhadap anak dan wali murid sehingga terbentuk sistem kerja sama yang baik. Anak-anak juga perlu dibantu untuk mempelajari berbagai keterampilan interaksi sosial positif yang mereka butuhkan. Dalam pengorganisasian anak di kelas dapat dilakukan dengan cara (Soemarti, 2003) :

  1. Pengelompokan anak

Melalui pengelompokan yang dilakukan guru, anak diharapkan dapat bekerja lebih baik. Anak dapat belajar melalui model yang ditunjukkan oleh anak lain. Dalam 1 kelompok terdapat 4 atau 5 anak, dengan seperti itu anak akan lebih mudah memperoleh respon verbal dan fisik dari guru.

  • Open grouping

Anak dapat memilih kelompok berdasarkan minat. Dalam hal ini anak dituntut bisa mengantisipasi kegiatan yang akan diikutinya, yakni merencanakan pilihannya.

  • Paired grouping (pengelompokan secara berpasangan)
Baca Juga :  Media Sosial, Remaja, Ego Dan Cuek

Anak bekerja dengan anak lain atau saling membantu dan melengkapi.

  • Multi grouping

Terdiri dari beberapa anak yang usianya bervariasi. Dalam kelompok ini anak- anak diharapkan bisa saling membantu. Seperti yang besar melindungi yang kecil, berbagi, membimbing, dan saling mengajarkan sesuatu.

  • Pemanfaatan anak dalam proses mengajar yang lebih luas

Di dalam kelas manapun, sebaiknya anak mendapat kesempatan untuk bertanggung jawab dalam tugas kelas. Misalnya, menyimpan atau meletakkan kembali mainananya pada tempat semula. Membiasakan anak menjaga kebersihan secara sederhana (Salman, 2011).

Batasan terhadap lingkungan yakni beberapa hal yang harus dilakukan untuk membatasi tingkah laku anak yang berlebihan. Misalnya membantu anak membedakan tingkah laku yang dapat diterima dan yang tidak diterima oleh sekitarnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:

  1. Penataan sarana prasarana ruangan disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.
  2. Pengelompokan meja dan kursi disesuaikan dengan kebutuhan anak sehingga mereka memiliki ruang gerak lebih leluasa. Susunan meja kursi dapat berubah-ubah pada saat mengikuti kegiatan, anak tidak selalu duduk dikursi, tetapi dapat bisa juga duduk dilantai.
  3. Dinding dapat digunakan untuk menempel, merupakan salah satu sarana yang digunakan sebagai sumber belajar dan hasil kegiatan anak, tetapi jangan terlalu banyak agar tidak mengganggu perhatian anak.
  4. Peletakkan dan penyimpanan alat bermain diatur sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya sehingga dapat melatih anak untuk mandiri, tanggung jawab, membuat keputusan, kebiasaan mengatur kembali peralatan dan sebagainya. 
  5. Alat bermain untuk kegiatan pengaman diatur dalam ruangan, sehingga dapat berfungsi apabila diperlukan oleh peserta didik.
  6. Kelas untuk anak TK perlu dirancang menyenangkan. Warna-warna terang dan riang sangat digemari anak. namun jangan terlalu ramai warna karena bisa mengalihkan perhatian anak (Suyanto, 2005).
  7. Cahaya matahari diusahakan dapat masuk dengan baik agar kelas tidak gelap (Luluk, 2014).
Baca Juga :  Stunting Penyebab Menurunnya Kecerdasan Anak

Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor, yakni:

  1. Faktor Kurikulum

Karena kegiatan kelas tidak hanya dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran, akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi. Untuk itu kurikulum kaitannya dengan pengelolaan kelas harus dirancang dalam rangka membantu anak mencapai tujuan pendidikannya.

  • Faktor gedung dan sarana kelas

Dalam konteks ini diperlukan kreatifitas dalam mengatur dan mendayagunakan sarana prasarana serta gedung yang tersedia berdasarkan kurikulum yang dipergunakan.

  • Faktor lingkungan fisik

Lingkungan fisik yang memadai dan memenuhi syarat dianggap mampu mendukung meningkatkan intensitas proses pembelajaran. Kondisi fisik ini meliputi ruangan tempat berlangsunya proses belajar mengajar, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya, serta pengaturan penyimpanan barang-barang.

Tags: