Pengembangan Program Semester

Program semester merupakan salah satu bagian dari program pembelajaran yang memuat alokasi waktu untuk setiap topik satuan bahasan di setiap semester. Pengalokasian waktu pada program semester diberikan secara lebih rinci, yang berisikan jaringan tema, tingkat pencapaian, bidang pengembangan, indikator yang sistemastis serta alokasi waktu untuk setiap jaringan tema tersebut (Mulyasa, 2012).

Berikut langkah-Langkah Penyusunan Program Semester:

  1. Membuat daftar tema satu semester. Pemilihan dan penentuan tema dilakukan guru sebelum awal semester kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan prinsip pengembangan tema.
  2. Mengembangkan tema menjadi subtema dan sub-subtema. Subtema dan sub-subtema yang dikembangkan merupakan topik yang lebih khusus dan lebih dalam yakni dengan memperhatikan usia anak, kesiapan guru, dan ketersediaan sumber belajar pendukung.
  3. Menentukan alokasi waktu untuk setiap tema, subtema dan atau sub-subtema. Waktu pembahasan setiap tema disesuaikan dengan minat anak, keluasan, kedalaman, dan media yang tersedia.
  4. Menetapkan Kompetensi Dasar (KD) di setiap tema. Penentuan KD memuat seluruh aspek perkembangan Nilai Agama dan Moral (NAM) fisik- motorik, kognitif, social emosional (sosem), bahasa, dan seni.
  5. KD dapat ditulis lengkap atau dapat dituliskan kodenya saja.
  6. KD dapat diulang-ulang di tiap tema yang berbeda.
  7. Tema/ subtema/ sub-subtema yang sudah ditentukan di awal dapat berubah bila ada kondisi tertentu dengan melibatkan anak tanpa harus mengubah KD yang sudah ditetapkan.

Dalam menentukan KD pada setiap tema mencakup enam program pengembangan (nilai agama dan moral, motorik, kognitif, social emosional, bahasa, dan seni).

Pengembangan Rencana Kegiatan Mingguan

Setelah melakukan pengembangan program semester, langkah selanjutnya adalah rencana pengembangan program mingguan (RPPM). Program mingguan ini dibuat untuk kegiatan pembelajaran selama satu minggu. Rancana pengembangan program mingguan ini adalah penjabaran dari program pengembangan semester (Pamungkas, n.d.). Isi  progam mingguan meliputi:

  1. Kompetensi Dasar (KD) yang mengacu pada aspek perkembangan (Bahasa, Moral agama, Kognitif, Sosial Emosional, dan Motorik kasar maupun halus) dan diambil dari salah satu yang ada di KD  di pengembangan program semester atau disebut dengan sub tema.
    1. Materi Pembelajaran, guru atau pendidik biasanya menentukan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang dibutuhkan anak didik dan sesuai dengan  kemampuan perkembangannya.
    1. Rancana Kegiatan, rencana kegiatan ini biasanya yang digunakan harus bisa diikuti oleh anak didik. Yang dilakukan setiap guru atau pendidik yakni membuat kegiatan yang menarik dan beragam agar anak didik tidak merasakan bosan saat mengikuti kegiatan, jadi guru dituntut untuk kreatif dan tetap tidak lupa harus disesuaikan dengan tema.
    1. Puncak Tema, puncak tema ini biasanya dilakukan setelah beberapa kegiatan telah dilaksanakan. Biasanya berupa kunjungan atau terjun lapangan, seperti tema binatang maka puncak temanya adalah kunjungan ke Kebun Binatang (Silabus Depdiknas 2020).
Baca Juga :  Pendidikan Jarak Jauh di Era Pademi

Dari observasi yang kita lakukan diTK ABA ini sistemnya membuat tema yang sama disetiap kelas, jadi dalam satu semester terdiri dari 17 minggu dan setiap minggunya hanya menggunakan satu tema saja, contohnya minggu kesatu dengan tema pesawat, jadi setiap kelas dalam satu minggunya menggunakan tema pesawat semua meskipun disetiap kelas berbeda sentra. Di TK ABA menggunakan sentra dan setiap kelas satu sentra saja, namun tema-nya tetap sama dengan sentra-sentra yang lainnya dan sesuai dengan RPPM yang dibuat. jadi sistemnya disama ratakan semua tanpa terkecualian.

Pengembangan Rencana Kegiatan Harian

Pengembangan program harian ini adalah titik utama dari kegiatan pembelajaran dikelas, jika guru tidak memiliki program harian maka dipastikan kegiatan pembelajaran dikelas kurang terstruktur dan tidak berjalan dengan lancar dan menghambat sebuah keberhasilan dalam pembelajaran, jadi program harian ini sangatlah penting bagi setiap guru kelas (Fitri Dkk, 2017). Sehingga guru kelas harus sudah mempersiapkan bahan apa saya yang akan digunakan dan kegiatan apa yang akan dilakukan pada hari itu. rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) memiliki indikator yang terstruktur dan jelas yang berisi :

  1. Tema / sub tema / sub-sub tema
  2. KD / Indkator (yang mengacu pada PERMENDIKBUD 137 dan 146)
  3. Tujuan (sebagai tolak ukur, alat untuk memecahkan masalah, untuk memanfaatkan suber daya yang efektif dan evisiensi, akan dapat membuat pembelajaran berlangsung secara tersetrukur).
  4. Media (alat apa saja yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran)
  5. Metode
  6. Kegiatan (pembuka, inti dan penutup)
  7. Penilaian (apa saja yang harus dicapai pada peserta didik)

Setiap kegiatan harus mengembangkan 8 aspek perkembangan agar seimbang antara perkembangan satu dengan perkembangan lain yang hendak dicapai oleh anak didik. Di TK ABA kegiatan pembuka biasanya diisi dengan pembacaan asma’ul husnah, hadist, surat pendek. Kegiatan inti disesuaikan dengan tema yang sudah dibuat oleh guru dan sesuai dengan aspek perkembangan anak didik, meskipun disana memiliki beberapa kelas tapi sub tema yang digunakan sama baik dari TK A maupun TK B, dan dilakukan disemua sentra. Kegiatan penutup biasanya diisi dengan Tanya jawab untuk menguatkan daya ingat pada anak (Martha, n.d.). Setiap minggunya guru sentra harus menyetorkan rancangan pembelaran atau kegiatan yang akan dilakukan selama satu minggu sekali dan harus sesuai dengan rancangan kegiatan semester dan KD-nya.

Baca Juga :  Membaca Permulaan Pada Anak Paud



Tags: