Pengertian penilaian pendidikan anak usia dini

Manajemen penilaian PAUD merupakan salah satu bagian yang tidak kalah penting dilakukan agar mendukung tercapainya manajemen PAUD yang professional. Proses pembelajaran di TK tidak terlepas dari unsur penilaian, karena penilaian merupakan unsur penting dalam pembelajaran. Menurut Hartati, assesmen atau penilaian perkembangan anak merupakan suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh informasi tentang gambaran perkembangan dan kemampuan anak (HARTATI, 2017).

Secara teoritis, penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis. Begitu pula oleh Mulyasa, mendefinisikan penilaian merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik dengan menrapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat, dan konsisten (Prof.Dr.H.E.Mulyasa, 2014).

Penilaian pada PAUD berfokus pada perkembangan dan kemampuan belajar anak. Zahro menjelaskan bahwa penilaian dilakukan pada seluruh aspek perkembangan anak, berdasarkan Kurikulum 2013 PAUD meliputi; perkembangan nilai agama dan moral, perkembangan sosial dan emosional, perkembangan bahasa, perkembangan kognitif, perkembangan fisik dan motorik, dan perkembangan seni (Zahro, 2015).

Sementara dalam National Association for the Young Children (NAEYC) merumuskan tujuan penilaian sebagai berikut:

  1. Untuk merencanakan pembelajaran individual dan kelompok agar dapat berkomunikasi dengan orang tua
  2. Mengidentifikasi anak yang memerlukan bantuan atau layanan khusus
  3. Mengevaluasi apakah tujuan pendidikan sudah tercapai atau belum.

Adapun tujuan assesmen atau penilaian perkembangan anak usia dini, yaitu untuk (Suyadi, 2017):

  1. Mendeteksi perkembangan dan arahan dalam melakukan penilaian diagnostic ketika terindikasi, yang meliputi deteksi tentang satatus kesehatan anak usia dini, kepekaan indera, bahasa, motorik kasar, motorik halus, dan perkembangan sosial dan emosional
  2. Mengindentifikasi minat dan kebutuhan anak usia dini
  3. Menggambarkan kemajuan perkembangan dan belajar anak usia dini
  4. Mengembangkan kurikulum
  5. Memperbaiki dan mengembangkan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak usia dini
  6. Mengasesmen program dan lembaga akuntabilitas program dan lembaga. Penilaian pada anak usia dini berbeda dengan model penilaiaan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Baca Juga :  Ujian Nasional Dengan Kosep Baru ?

Penilaian pada anak usia dini menurut Iswantiningtyas dan Wulansari dilakukan dengan mengadakan suatu pengamatan, pencatatan dan dokumentasi tentang kegiataan anak (Iswantiningtyas & Wulansari, 2018). Penilaian tidak hanya digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program, akan tetapi untuk memantau kemajuan dan perkembangan belajar anak (Damayanti et al., 2018).

Tags: