Model Penilaian Pendidikan Anak Usia Dini

Untuk melakukan sebuah penilaian, pendidik harus mengetahui apa saja model-model penilaian yang dapat dilaksanakan. Ada begitu banyak model, sehingga pendidik dapat memilih salah satu dari sekian banyak model yang sesuai dengan tujuan penilaian yang akan dicapai. Model-model penilaian dalam pendidikan anak usia dini adalah:

Observasi atau pengamatan

Pengamatan yang dilaksanakan oleh pengamat secara langsung untuk mendapatkan data secara riil mengenai suatu perkembangan atau permasalahan yang terjadi pada anak saat anak melakukan suatu kegiatan. Pengamat dapat melakukan observasi dengan cara mengamati berbagai perilaku anak. Agar observasi tetap terarah, pengamat dapat mengacu pada instrumen observasi. Adapun teknik yang dilakukan ketika pengamat observasi adalah sebagai berikut:

  1. Catatan harian

Apabila anak yang diamati cukup banyak, pengamat dapat memfokuskan kepada beberapa anak saja, lantas di hari lain pengamat dapat mengamati beberapa anak yang lain. Perhatian untuk catatan harian adalah tidak berdasarkan asumsi pengamat (contoh: Adit marah dan agresif), tidak menggunakan kata-kata yang ambigu atau subjektif (contoh: Anita bermain berantakan, ia menggunakan terlalu banyak mainan), sebaiknya pengamat membawa buku kecil agar dapat segera mencatat, atau bisa dilakukan ketika pengamatan sudah selesai, tulis nama anak, tempat dan waktu peristiwa, dan peristiwa apa yang terjadi.

Catatan harian juga dapat berupa checklist agar lebih mudah dalam menulis data.

  • Catatan anekdot

Catatan anekdot adalah catatan naratif yang singkat, namun yang bersifat penting karena terkait dengan perkembangan anak. Catatan anekdot bersifat runtut, maknanya adalah peristiwa demi peristiwa dinarasikan secara runtut. Hal-hal pokok yang ditulis dalam catatan anekdot adalah nama anak, usia, dan kegiatan atau peristiwa apa yang dilakukan oleh anak.

  • Catatan hasil karya
Baca Juga :  Kenakalan Remaja

Hasil karya anak yang dimaksud adalah hasil kerja anak seperti menggunting, meronce, menempel, membangun balok, dll setelah anak melakukan suatu kegiatan. Untuk membuat catatan hasil karya, pengamat menuliskan nama dan tanggal kapan pembuatan hasil karya tersebut. Pengamat juga mengonfirmasi kepada anak melalui tanya jawab. Dari tanya jawab tersebut, anak bisa menjelaskan atau menceritakan mengenai hasil karya yang telah dibuatnya, dan pengamat mencatat informasi yang didapat dari anak.

Penugasan

Penugasan dapat berupa penugasan harian dalam kurun waktu tertentu. Penugasan dapat dilakukan perseorangan maupun kelompok.

Wawancara atau tanya jawab

Pendidik dalam melakukan wawancara atau tanya jawab kepada anak atau kepada orang tua agar dapat mendapatkan informasi mengenai tumbuh kembang anak. wawancara perlu dilakukan dengan transparan.

  1. Untuk kerja atau performance

Penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang menilai suatu praktek yang dilakukan oleh anak yang dapat diamati, contohnya seperti olahraga, bernyanyi, memainkan alat musik, dll.

  • Pemeriksaan medis

Untuk pemeriksaan medis, disarankan untuk yang mengamati adalah pihak medis. Pemeriksaan medis perlu dilakukan agar mendeteksi dan mengetahui apakah anak mempunyai kelemahan atau penyakit, serta pencegahan dan pengobatan yang dapat dilakukan untuk anak. Hal ini diperlukan karena mempengaruhi perkembangan anak. Pemeriksaan medis dapat dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan sekali.

Tags: