Bolehkah Wanita Keluar Tanpa Mahrom

Mengapa saya mengambil judul tersebut? Karena sekarang zamannya sudah memasuki zaman modern yaitu diera milenial dan sungguh sangat berbeda dengan zamannya Rosulullah saw. Apalagi di zaman modern ini sangat banyak orang-orang masyarakat yang membicarakan tentang hukum-hukumnya wanita keluar tanpa mahrom dan seiring dengan adanya dunia yang semakin bertambah modern ini, dimana wanita muslimah akan menghadapi fitnah atau ujian yang dapat menyebabkan hilangnya kemuliaan dan kehormatannya.

Dalam agama islam sudah dijelaskan bahwa wanita sangat dijaga kehormatnnya bahkan sampai ditentukan hukum-hukumnya untuk kaum hawa atau wanita, salah satunya yang menurut pandangan islam yaitu wanita dilarang keluar tanpa seorang mahrom yang mendampinginnya, lalu bagaimana wanita bisa mengembangkan bakat-bakatnya, jika wanita terkengkang dengan adanya larang tersebut? Padahal banyak juga wanita yang keluar tanpa mahrom dengan alasan pendidikan atau mencari ilmu, karirnya, maupun keadaan yang mengharuskan untuk keluar rumah.

Nah saya akan membahasnya dalam artikel ini, akan tetapi sebelum saya membahasnya, saya meminta maaf kepada teman-teman apabila dalam penulisan saya, perkataan saya, atau penjelasan saya kurang memuaskan. Dengan lebih tepatnya saya hanya seorang manusia biasa yang tidak pernah terhindar dari banyak kesalahan dan kelalaian juga akal fikiran yang sangat terbatas ini.

Nah, pada dasarnya wanita keluar tanpa mahrom itu hukumnya haram. Namun jika bepergian sangat dibutuhkan untuk sebuah kemaslahatan dan tidak didapati mahrom dan tidak bisa ditunda atau wanita tersebut tidak memiliki mahrom lagi untuk dirinya serta hanya didapati sekelompok wanita lainnya maka diperbolehkan. Sehingga keadaan tersebut wanita dapat menjadi mahrom untuk temannya hal ini guna untuk melindungi dari fitnah dan tidak diragukan lagi.

Seperti keluar rumah untuk berkepentingan menuntut ilmu itu tidak apa-apa, karena dalam islam menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim. Menuntut ilmu itu adalah sebuah kebutuhan yang sangat penting untuk kita miliki. Apalagi pada zaman sekarang ini semuanya serba canggih seperti tegnologi, tanpa mempelajari ilmu teknologi kita tidak dapat memakai alat teknologi yang saat ini sudah termasuk canggih.

Baca Juga :  Karakteristik Madrasah

Mempelajari ilmu, itu suatu kebutuhan atau kewajiban yang harus kita miliki karena pada saat ini jika kita tidak mempunyai ilmu kita akan tertinggal dari orang-orag yang sudah mempunyai ilmu banyak. Kita sebagai umat muslim tidak hanya mempelajari ilmu umum saja, melainkan juga harus mempelajari ilmu-ilmu agama agar bisa menjaga dirinya. Seperti pada saat ini mulai gempar-gemparnya wanita yang keluar tanpa mahrom dengan tujuan nafsunya dan memulai suatu hal yang tidak diinginkan terjadi.

Akan tetapi jika dengan adanya ilmu agama kita bisa berfikir baik buruknya yang akan kita lakukan atau perbuatan tersebut itu baik untuk diri kita atau tidak, dengan begitu kita bisa menjaga diri kita juga karena ilmu. Tidak itu saja dengan ilmu kita bisa mencapai cita-cita apa yang kita inginkan, dan semua itu juga membutuhkan bimbingan yang efektif agar kita bisa terdorong untuk menggapai apa yang kita inginkan, dan mencari motivasi untuk bisa mewujudkan.

Mencari ilmu itu juga membutuhkan usaha, niat dan tekad. Jadi sesuatu yang diharamkan zatnya itu dibolehkan karena dhorurot, akan tetapi jika sebaliknya wanita bepergian tanpa mahrom dengan niat untuk membendung jalan yang akan membawa kepada keharaman yaitu terjadinya sesuatu yang dapat merusak kehormatan wanita hukumnya haram. Seperti bepergian hanya karena nafsu.

Begitu pula dengan wanita yang berkarir atau bekerja itu juga tidak apa-apa. Akan tetapi lebih baik seharusnya yang berkewajiban untuk mencari nafkah itu adalah suaminya yang menanggung ekonominya. Namun apabila wanita itu tidak ada suami atau yang menangung nafkahnya, maka diperbolehkan wanita bekerja untuk memperoleh nafkah bagi dirinya dan keluarga selama masih mau memenuhi syarat seperti berhijab dengan sempurna, tidak bekerja ditempat yang haram atau mengundang fitnah.

Baca Juga :  Pendidikan Karakter Untuk Membangun Peradaban Bangsa

Selain itu wanita juga harus memperhatikan nilai-nilai etika dalam hal berpakaian, bertingkah laku, sopan-santun dll. karena dalam islam juga memperhatikan gaya berpakaian seorang wanita yaitu dilarangnya memakai pakaian yang ketat atau membentuk tubuh, dilarangnya memakai pakaian yang terlihat aurotnya. Karena hal ini dapat menimbulkan syahwatnya seroang laki-laki, dan jika mengundang syahwat itu hukumnya haram. Oleh: Farrichatul Isnaini

Tags: