Meningkatkan Minat Baca Buku

Membaca buku merupakan jabatan ilmu yang hampir diseluruh dunia lakukan untuk memperdalam ilmu, wawasan, kosa kata, dan berfikir kritis yang dia miliki. Membaca buku pun tidak memandang umur maupuan kekurangan dalam tubuh mereka karena sudah banyak alat yang bisa digunakan untuk membaca bagi orang yang memiliki kekurangan. Membaca buku pun ada batasan dalm setiap umur, tingkatan dalam pola fikir anak tersebut. Tidak bisa anak masih kecil disuruh membaca buku yang memili daya kosa kata yang bahasanya  tinggi karena otak manuasia itu harus dilatih sedikit demi sedikit agar bisa memahami buku yang dibaca mulai buku yang mudah dipahami sampai buku yang sulit dipahami.

Seperti anak masih usia TK diajarkan membaca buku sebuah cerita untuk mengambangkan pikirannya dan membuat anak tersebut senang dengan membaca buku, kalau anak sudah masuk usia yang dimana dia dapat berfikir berkembang dan ada tingkatan pendidikannya maka dia diberi asupan membaca buku yang ada tingkatan untuk berfikir. Banyak ilmuan Indonesia yang sukses karena gemar membaca buku seperti: Soekarno sebagai sosok politikus dan ahli hukum yang gemar membaca adalah presiden pertama Indonesia, Hatta adalah seorang budayawan yang gemar membaca dan akhirnya menjadi wakil presiden pertama Indonesia, BJ Habibie seorang ahli merakit pesawat terbang dan juga mampu menjadi presiden Indonesia karena gemar membaca. Membaca adalah kata kerja dalam memahami dunia dan seisinya

Dijaman sekarang banyak anak muada yang tidak suka membaca buku, padahal banyak APK yang dapat mengakses buku-buku. Baik buku anak-anak yang dia sukai sampai buku yang memiliki tingkatan seperti buku pelajaran bagi anak pelajar. Dan jika kita tidak suka membaca maka kita sebaiknya sedikit demi sedikit membaca buku yang kita sukai sperti novel, Koran, buku puisi dan sebagainya, dengan membaca buku yang kalian sukai, hal itu membuat tingkatan membaca seseorang sedikit demi sedikit meningkat, jadi tidak akan mudah bosan jika sudah terbiasa membaca buku tersebut malah menjadi hoby. Membaca buku akan memper mudahkan kita dalam menanggapi sesuatu atau menjawab sesuatu. Jadi kita dapa berkata kritis dalam menjawab soal atau pertanyaan. Dan hal yang mebuat anak – anak tidak suka membaca adalah sering menonton TV, sering main games, melakukan hal yang tidak ada manfaatnya dan suka membuang – buang waktu.

Baca Juga :  Persepsi Orang Tua Terhadap Pentingnya Pendidikan Bagi Anak

Minat baca dari seorang anak juga terlahir lewat lingkupan keluarga yang memberi doronga, dukungan, dan memfasilitasi setip kebutuhan  membaca baik buku bacaan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris karena sejak kecil anak tersebut sudah terbiasa dalam membaca buku. Peran Guru pun juga termasuk masuk dalam strategis membuat anak senang membaca. Dan seorang anak juga bisa belajar menyukai membaca buku melalui membaca buku novel, buku karangan puisi dan buku-buku yang dia sukai, untuk memancing seorang anak senanag dengan membaca buku.

Sudah seharusnya kita membudidayakan membaca buku, karena dari membaca buku kita dapat memperoleh beragam pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk perkembangan anak. Begitu juga pada saat pembelajaran tanpa ada minat dari dirinya untuk membaca buku seorang anak tak akan berhasil. Dan minat membaca bukan hanya tugas dari guru atau orang tua tapi dari dalam dirinya sendiri juga harus tumbuh sifat keinginannya  dalam membaca buku. Dalam Al-Qur’an pun dijelaskan, perintah tuhan paling pertama kepada Nabi terakhir adalah “bacalah”. Bahkan Tuhan pun menginginkan kita untuk membuka lembar demi lembar buku, meresapi isinya, memasukkan ilmunya kedalam otak,dan meresapi apa yang kita dapat didalam benak kita atau hati.

Manfaatnya pun banyak jika kita mau membaca buku: menambah wawasan dan pengetahuan, dapat memperbanyak kosakata baru, dapat memperbanyak materi yang tersimpan daidalam otak atau memori, melatih seseorang untuk berfikir lebih kritis dan dapat menyelesaikan masalah dengan baik, dapat melatih otak untuk lebih fokus dan konsentrasi, dapat memperluas pemikiran seseorang,  dapat meningkatkan kemampuan untu lebih memahami perasaan seseorang, dapat mendorong tujuan hidup seseorang, dengan membaca dapat membuat fikiran seseorang lebih santai sehingga hal tersebut dapat membanu menurunkan tingkat setres hingga 67%.

Budaya membaca itu sangat penting Rolla Tyias Amalia berpendapat bahwa budaya membaca lebih penting dari pada sekolah dalam tujuan mencapai kesuksesan, karena orang yang suka membaca peluang dalam mencapai kesuksesan itu besar, karena dia mempunyai tingkat kemauan yang besar dan memiliki pola piker yang luas dan tajam, kreatifitas yang tinggi dalam menciptakan lapangan kerja. Tapi ada juga anak yang tidak suka membaca tapi suka mendengarkan hal itu mengakibatkan seseorang tidak suka membaca, dan menyepelekan kegitan membaca.

Baca Juga :  Guru pada era revolusi industri 4.0

Dari data UNICEF (2012) terungkap bahwa lebih dari 50% keluarga kaya di Negara berkembang memiliki tiga buku atau lebih bagi anak-anak di bawah usia 5 tahun. Sementara untuk keluarga kelas bawa, hanya 5% yang memiliki tiga buku atau lebih bagi anak-anaknya. Masih menurut data tersebut, orang-orang di kalangan bawah, baik di Negara maju maupun Negara berkembang, pada umumnya tidal memiliki aneka buku yang cukup, terbaru dan baik baik anak-anaknya. Hal itu dikarenakan rendahnya motivasi, kurangnya dorongan yang dikasih orang tua kepada anak-anaknya. Mungkin juga rendahnya maunpun kurangnya anak dalam membaca buku dikarenakan dari lingkungan keluarga itu sendiri tidak memiliki minat baca buku, bisa juga dari sekolah yang tidak membudayakan membaca buku, atau masyarakat yang ada di sekitarnya juga minim untuk membaca buku. Sehingga nak tersebut meniru orang tersebut dan menjadi malas untuk membaca buku.

Kalau dalam lingkungan atau di Negara tersebut kurang memadai tingkatan macam buku yang dicari, bisa dilakukannya dengan mencari buku yang baik di Negara lain atau di tempat yang berbeda, dan mencari buku di tempat banya peminatnya dalam mencari buku dan membelinya, ini bagi kaum yang berkelas tinggi. bagi orang yang dalam kelas mengah kebawa bisa mencari tempat atau lokasi yang dimana minat baca buku yang disitu bisa dilakukannya secara gratis seperti di perpustakaan yang membuka layanan gratis. Dan memberi dorongan tinggi kepada anak agar lebih senang membaca buku, missalnya: diberi nasehat, masukan yang baik, motivasi, yang membuat anak berlomba-lomba untuk membaca buku dan anak tersebut bisa berfikir lebih luas. Tidak ada alasan anak tersebut tidak mau belajar membaca karena dalam kesehariannya anak punya banyak wktu yang dibuna dengan membaca komentar-komentar yang banyak dalam dunia web. Dan beri contoh yang baik agar anak tersebut lebih senang membaca buku, serta memberi dorongan sedikit demi sedikit dengan memberi hadiah atau sesuatu yang dapat membuat hati anak tersebut lebih senang. By Ishtifaiyah

Tags: