Mengenal Lebih Jauh HIV dan AIDS

HIV dan AIDS merupakan penyakit yang tidak boleh dianggap remeh oleh seluruh masyarakat. HIV merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh. Di dalam tubuh kita terdapat leukosit atau sel darah putih yang berguna untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri, jamur dan parasit.

Akan tetapi HIV akan membunuh sel darah putih yang ada di tubuh sehingga sistem kekebalan akan melemah dan menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit, kondisi ini disebut dengan AIDS. AIDS yaitu kumpulan gejala yang diakibatkan menurunnya kekebalan tubuh. Jadi, HIV itu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sedangkan AIDS itu penyakit akibat terinfeksi HIV. Seseorang yang terkena HIV cepat atau lambat akan mengalami tahap AIDS.

Tahapan seseorang yang terinfeksi HIV sampai tahap AIDS yaitu, pada bulan pertama sampai bulan keenam, seseorang tidak merasakan gejala apapun atau tubuh masih terasa sehat, tahap ini disebut tahap jendela (Window Period). Pada bulan keenam sampai bulan kesepuluh, secara fisik tubuh masih bekerja normal, fase ini disebut Asimptomatik. Pada tahap AIDS (Simptomatik), kekebalan tubuh akan semakin berkurang, muncul gejala penyakit ikutan. Pada tahap awal, tubuh akan mengeluarkan keringat yang berlebihan pada malam hari, flu yang berkepanjangan dan mengalami diare terus menerus. Sedangkan pada stadium lanjut, akan menyebabkan penyakit kanker kulit, radang paru-paru dan gejala penyakit ikutan lainnya.

Untuk mengetahui seseorang terinfeksi HIV atau tidak, maka perlu melakukan tes HIV. Apabila hasil tes tersebut positif maka diduga orang tersebut terinfeksi HIV. Apabila hasilnya negatif maka belum tentu juga orang tersebut tidak terinfeksi HIV karena keadaannya sama seperti pada tahap jendela, yaitu seseorang tidak merasakan gejala apapun, sehingga disarankan untuk melakukan tes berulang selama beberapa waktu untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

HIV dapat menular melalui hubungan seks bebas dan sering berganti pasangan. Kemudian melalui darah yaitu ketika transfusi darah dan transplantasi organ yang tercemar HIV. Jarum suntik yang sudah tercemar akan mempermudah penularan. Selanjutnya, penularan melalui ibu ke anak. Penularan ini terjadi ketika proses persalinan dan menyusui. Seorang ibu tidak boleh memberikan ASI kepada anakya. Ibu dengan positif HIV dapat memiliki anak tetapi harus menggunakan treatment tertentu dan harus dalam pengawasan dokter. HIV-AIDS tidak meular melaui kontak fisik seperti berpelukan, bersalaman, bersama-sama dalam satu ruangan dan memakai toilet atau WC yang sama. Jadi kita tidak perlu khawatir terinfeksi.

Baca Juga :  Metode interaksi parenting dan teacher guidance Dalam upaya mengoptimalkan kompetensi sosial dan Pendidikan siswa madrasah ibtidaiyah

Agar terhindar dari HIV dan AIDS kita harus melakukan pencegahan-pencegahan. Kita harus menghindari hubungan seks pra-nikah, tidak bergonta-ganti pasangan atau saling setia serta menggunakan alat kontrasepsi yang berfungsi untuk mencegah kehamilan dan penularan HIV. Kemudian memastikan jarum suntik kita steril dan masih baru. Orang yang terinfeksi HIV disarankan tidak melakukan transfusi darah dan mendonorkan organ. Untuk pencegahan dari ibu ke anak disarankan bagi orang yang positif HIV untuk memikirkan lagi untuk memiliki anak. Bagi ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang hamil, harus menghubungi layanan PPTCT (Prevention of Parent To Child Transmission) di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan khusus.

HIV-AIDS belum ada obat yang dapat menyembuhkan, obat hanya berfungsi untuk menidurkan sementara virus. Virus HIV tidak akan bisa mati kecuali orang tersebut meninggal. Kita sebagai generasi milenial harus bijak dalam menyikapi hal ini. Kita harus melakukan pencegahan-pencegahan yang telah disebutkan karena penyebaran HIV-AIDS sangat cepat dan banyak ditemui pada mereka yang berusia produktif yaitu berumur 15-49 tahun. Oleh karena itu, marilah kita bersatu melawan HIV-AIDS dan merangkul ODHA dengan memberikan motivasi agar mereka semangat dan bergairah kembali karena merasa memiliki teman yang peduli terhadap mereka. Lailatul Hidayah

Tags: