Pendidikan Jarak Jauh di Era Pademi

Dengan adanya wabah yang sedang merebak saat ini, semua masyarakat merasa dirugikan. Guru dan pelajar tidak bisa meakukan kegiatan pembelajaran seperti biasa. Segala hal berupa online, tugas online, kuliah online, ujian online, pengumpulan hasil kerja juga online. Sejatinya pembelajaran jarak jauh sudah dilakukan pada tahun 1840 di Inggris ketika seorang pendidik bernama Sir Isaac Pitman memberikan tugas melalui surat kepada muridnya, dan para murid tersebut mengumpulkannya juga melalui surat (FEBUI, 2020).

Ada dua belas prinsip dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh yabg dikemukakan Moore dan Kearsley:

1. Good Structure,materi pembelajaran harus dirancang dengan konsisten dan jelas.

2. Clear Objectivies, tujuannya jelas, dan teknologi yang digunakan juga tepat. Baik untuk guru dan murid.

3. Small Unit,materi yang disampaikan dalam bagian kecil kecil agar lebih muda difahami.

4. Planned Participation,berbagai aktivitas, diskusi, dan pemberian latihan terdapat pada rancangan pembelajaran dan sesuai dengan materi ajar.

5. Completness,pemberian contoh contoh harus sesuai dengan materi yang disampaikan sebagaimana saat pembelajaran bertatap muka.

6. Repetition,materi dalam pembelajaran yang dianggap sulit agar diulang ulang.

7. Synthesis,pada saat akhir dari pemberian materi diusahakan antara yang dijelaskan oleh guru dan ditangkap oleh murid memiliki kesamaan.

8. Stimulation,usaha mempertahankan konsentrasi murid agar tetap fokus pada materi dengan menggunakan cara format materi yang menarik.

9. Variety,materi disajikan dengan berbagai media agar bisa menarik minat siswa.

10. Openended,tugas, contoh, pertanyaan atau permasalahan tidak terbatas.

11. Feedback,murid menerima hasil kemajuan belajarnya (guru memberikan reward pada murid yang nilai/keaktifannya tinggi)

12. Continous Evaluation,pembelajaran yang dilakukan setiap hari harus dievaluasi, dan lebih baik berganti berbagai metode. (Ubaidah, S.Pd., 2019)

Baca Juga :  Konsep Manajemen Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini

Namun, di lihat dari kondisi ekonomi rakyat Indonesia yang tidak semuanya mampu membeli handphone yang memadai untuk kegiatan pembelajaran bermedia online. Adapula berbagai kendala yang terjadi seperti: keterbatasan sinyal bagi siswa yang hidup dipedesaan, kuota internet yang dihabiskan lebih besar pada setiap minggunya dan menyusahkan jika bagi keluarga yang ekonominya terbatas, pengajar yang kudet atau gagap akan teknologi, ketidaksiapan orangtua akan tugas anak (kadang disebabkan rendahnya pendidikan orang tua/orangtua belum mengenyam pendidikan yang memadai). (Dwiheryana, 2020)

Diatas telah disebutkan dampak buruk akibat pembelajaran jarak jauh. Disini menerangkan manfaat dari adanya pembelajaran jarak jauh, diantaranya yaitu:

  1. Memperluas akses pendidikan melalui apapun.
  2.  Interaksi atu kegiatan pembelajaran tetap berlangsung walaupunberbeda tempat.
  3. Banyaknya media yang dapat mengakses mateti ajar dimanapun dan kapanpun.
  4. Aktivitas pembelajaran disusaikan dengan kemampuan peserta didik.
  5. Belajar secara mandiri.
  6. Koleksi mata pelajaran semakin banyak.(Mengenal Pendidikan Jarak Jauh Universitas Indonesia, no date)

Di masa yang akan datang teknologi semakin maju menuntut untuk para guru semakin berubah memperbarui diri dan selalu terus belajar teknologi yang semakin pesat agar tidak tertinggal. Hal tersebut tidaklah boleh terlena akan zona nyaman yang ada ketika masih menggunakan metode tatap muka, seorang guru harus bisa mengimbangi kemajuan teknologi yang ada, sehingga ketika ada hal yang menuntut untuk melakukan pembelajaran secara jarak jauh tidak terkejut dengan hal tersebut.

Tags: