Pendidikan Karakter

Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah bagian dari isi pembukaan UUD 1945 pada alinea ke 4, yang mana merupakan salah satu cita-cita pendiri bangsa indonesia. Dimana kata “cerdas” pada pernyataan tersebut memiliki arti sempurna perkembangan akalnya untuk berpikir, santun dalam berbicara, dan memiliki etika moral yang baik. Objek mencerdaskan bukan hanya masing-masing individu saja, melainkan secara keseluruhan apek kehidupan. Meliputi budaya, sistem, dan lingkungannya. Namun sebagian masyarakat indonesia rupanya kurang memahami arti tersebut, sehingga label istilah cerdas hanya diberikan kepada orang-orang yang telah menempuh pendidikan tingkat tinggi dan ahli dalam bidang akademis.

Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah bagian dari isi pembukaan UUD 1945 pada alinea ke 4, yang mana merupakan salah satu cita-cita pendiri bangsa indonesia. Dimana kata “cerdas” pada pernyataan tersebut memiliki arti sempurna perkembangan akalnya untuk berpikir, santun dalam berbicara, dan memiliki etika moral yang baik. Objek mencerdaskan bukan hanya masing-masing individu saja, melainkan secara keseluruhan apek kehidupan. Meliputi budaya, sistem, dan lingkungannya. Namun sebagian masyarakat indonesia rupanya kurang memahami arti tersebut, sehingga label istilah cerdas hanya diberikan kepada orang-orang yang telah menempuh pendidikan tingkat tinggi dan ahli dalam bidang akademis.

Sejatinya orang yang menempuh pendidikan tinggi dan ahli dalam bidang akademis bukan menjadi tolak ukur utama kecerdasan manusia, karenanya kenyataan yang ada saat ini tidak sedikit orang yang telah menempuh pendidikan tinggi dan ahli dalam bidang akademis tetapi mereka bertindak dan bertingkah tidak sesuai dengan apa yang mereka pelajari. Seperti saja kelakuan para koruptor, yang dimana dari dulu hingga sekarang masih belum menemukan formula yang tepat untuk mengatasi dan membasmi keberdaannya yang merajalela sampai saat ini juga.

Untuk itu saat ini hampir di seluruh sekolah indonesia menempatkan pendidikan karakter sebagai tolak ukur utama dalam mendidik siswa di sekolah. Pendidikan karakter itu sendiri adalah proses pembentukan karakter yang memberikan efek positif terhadap perkembangan emosianal, spiritual, dan kepribadian baik seseorang. Hal ini bertujuan untuk membangun jati diri masyarakat indonesia menjadi seorang manusia yang bermoral, cerdas dan rasional, optimis dan percaya diri, dan berjiwa patriot. Dengan adanya pendidikan karakter maka diharapkan lahirnya seorang tokoh pemimpin yang punya pendirian yang kuat dan berani mengatakan mana yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Baca Juga :  Macam-macam Tes dalam Evaluasi Pembelajaran

Pendidikan karakter bagi seorang siswa sangat penting di era zaman ini, salah satu contoh penerapan pendidikan karakter adalah, pada saat ini  seseorang berhubungan atau berkomunikasi tidak harus bertemu secara langsung, banyak media sosial yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Oleh karenanya meskipun kita tidak bertemu secara langsung kita tetap harus menggunakan bahasa yang baik dan santun. Jangan pernah sekali-kali kita melontarakan kalimat yang sekiranya dapat menyinggung perasaan lawan bicara kita melalui kata-kata yang misalnya body shaming atau yang lainnya.

Tags: