Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus

Setiap orang tua pasti ingin memiliki seorang anak yang sempurna tanpa memiliki kekurangan sedikit pun. Namun, kenyataanya tidak ada satupun manusia yang sempurna didunia ini, pastilah mereka memiliki kekurangan.

ABK adalah anak-anak yang memerlukan penanganan secara khusus, karena adanya kelainan atau gangguan dalam perkembangan tumbuhnya. ABK berkaitan dengan istilah disability. Faktor ABK antara lain:

  1. Pre-Natal,  Pada fase ini anak memiliki kelainan semasa ia dalam kandungan atau sebelum proses kelahiran. [1].
  2. Peri-Natal, yakni kelainan yang terjadi saat proses kelahiran atau menjelang serta setelah kelahiran. 

3. Pasca Natal, terjadinya kelainan pada anak setelah dilahirkan sampai sebelum perkembangan selesai (kurang dari usia 18 tahun) antara lain :

  1. TBC, diabetes melitus, virus (enchepalitis,meningitis), panas tinggi atau kejang-kejang (stuip), malaria Tropicana, radang telinga (otitis media).
  2. Kekurangan gizi, bayi membutuhkan gizi dan nutrisi. Gizi ini diperoleh dari ASI selama 6 bulan setelah kelahiran.

Individuals with Disabilities Education Act Amandementstahun 1997 membagi klasifikasi ABK antara lain[2] :

1. Anak dengan gangguan fisik

  1. Tunadaksa yakni kelainan pada anak atau cacat yang tetap pada bagian alat gerak seperti tulang, otot dan sendi.
  2. Tunanetra yakni anak yang mengalami kelainan pada bagian indera penglihatannya tidak berfungsi dengan baik/buta (blindlow vision).

2. Anak Dengan Gangguan Intelektual

  1. Indigo yakni anak yang memiliki kelebihan khusus yang biasanya tidak di miliki orang-orang pada umumnya, bisa sejak bayi atau saat masih anak-anak.
  2. Anak kesulitan belajar (slow learn) yakni anak yang mengalami gangguan pada kemampuan belajarnya[3].

3. Anak Dengan Gangguan Perilaku dan Emosional :

  1. Hiperaktif adalah anak yang tidak mampu mengendalikan gerakan anggota badan dan mengendalikan perhatian.
  2. Tunalaras yakni gangguan yang terjadi pada anak, dia akan kesulitan saat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan bertingkah laku tidak normal[4].
Baca Juga :  Kenakalan Remaja

Jadi ABK adalah anak yang  memiliki beberapa keterbatasan/salah satu kemampuannya, baik bersifat mental atau psikologis seperti autism dan ADHD, fisik seperti tunarungu, tunawisma, tunanetra,  anak berbakat, dan anak kesulitan belajar. Ada beberapa penyebab kelainan pada anak seperti janin mengalami keracunan darah sewaktu dalam kandungan, pendaharan, tulang ibu yang tidak proposional, dan sebagainya. Ada 3 sistem yang cocok untuk ABK yakni pendidikan inklusif, home schooling, dan pendidikan khusus. Nurus Shobach Izakiyah 

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Nandiyah. “Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus.” Magistra, 2013, 1–10.

Desiningrum, Danie Ratri.Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. 1st ed. Yogyakarta: Psikosain, 2016.

Eva, Nur. Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Edited by M. Irtadji. 1st ed. Malang: Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi), 1015.

Nur’aeni, S. Psi., M. Si.Buku Ajar Psikologi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Edited by Arifin Suryo Nugroho. 1st ed. Purwokerto: UM Purwokerto Press, 2017.

Rahayu, Sri Muji. “Memenuhi Hak Anak Berkebutuhan Khusus Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Inklusif.” Pendidikan Anak 2 (2013): 355–63.


[1] Danie Ratri Desiningrum, Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus, 1st ed. (Yogyakarta: Psikosain, 2016).

[2] Desiningrum.

[3] Nandiyah Abdullah, “Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus,” Magistra, 2013, 1–10.

[4] M. Si Nur’aeni, S. Psi., Buku Ajar Psikologi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, ed. Arifin Suryo Nugroho, 1st ed. (Purwokerto: UM Purwokerto Press, 2017).

Tags: