Seberapa Dalam Makna Cinta

Memang tak mudah didefinisikan, namun mudah untuk dilakukan bagi siapa saja yang dapat memahaminya dengan tulus. Cinta, perasaan kasih dan sayang, khawatir, rindu, yang menyesakkan kalbu, ataupun perasaan ingin memiliki dan dimiliki. Mungkin itulah definisi singkatnya.

Secara istilah, cinta memiliki makna sebagai suatu perasaan yang dialami manusia sehingga menimbulkan perasaan kasih bagi yang merasakannya. Cinta dalam pandangan islam itu sendiri merupakan luapan perasaan indah setelah beriman kepada Allah SWT. Beberapa ulama juga mengatakan bahwa cinta merupakan perwujudan dari  limpahan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk-Nya, terbukti dari betapa sempurnanya Allah menciptakan dunia dan isinya.

Cinta memiliki arti luas serta pemahaman yang mendalam bagi seorang yang menggunakan akal pikirannya. Cinta bukan hanya pada lawan jenis, tetapi cinta bisa diberikan kepada semua yang ada disekeliling kita. Tak melulu diungkapkan dengan pernyataan simbolis yang terbungkus kata-kata manis, membahagiakan lalu menangis ataupun membuat seseorang kehilangan tempat termanis.

Jika dirasa lebih dalam, cinta sendiri tidak mengharuskan orang yang mencintai ataupun yang dicintai untuk berkorban, tetapi menukmati semua keadaan yang ada. Walaupun pahit manis serta menebus pengorbanan meski bukan hanya dengan nyawa, harta, ataupun tahta.

Cinta sering disalahartikan. Banyak orang yang menganggap cinta seperti obralan baju yang bisa dibeli murah. Apakah itu cinta yang konon katanya suci tapi nyatanya penuh duri. Bukan, tentu bukan. Lalu bagaimana cinta itu bisa kita dapat tanpa membuat kita melarat harkat dan martabat?

Ada sebuah kalimat yang terungkap dikalangan pelajar “Minjem jodoh kok bangga” sebuah peringatan yang mengingatkan siapa saja tentang berhubungan tanpa ikatan halal, karena banyak anak zaman sekarang yang lebih membanggakan kekasihnya daripada Rosulnya.

Tak perlu risau untuk mendapatkan cinta, karena sutradara terbaik sudah mengatur semua tanpa ada keraguan didalamnya dengan porsi sesuai dengan kemampuan makhluknya. Cinta yang sejati ialah cinta yang diperoleh serta diberikan dengan cara yang terbaik kepada semua yang setiap hari ada disekeliling kita. Misalnya cinta terhadap orang tua, teman, tumbuhan, dan hewan. Apalagi untuk yang masih berstatus pelajar, layaknya patut memperjuangkan cinta kepada ilmu serta pengetahuan, bukan memperjuangkan rindu yang berakhir dengan kekecewaan.

Baca Juga :  Hilangnya Pendidikan Pada Anak Usia Sekolah

Rasa cinta sesama manusia adalah suatu fitrah yang wajar terjadi dan cinta tersebut dapat diwujudkan dengan saling tolong-menolong dan menjalin silaturahmi. Jadi, bukan hanya diwujudkan dengan hal yang merusak moral ataupun harga diri. Untuk saat ini tak perlu menampakkan cinta kepada lawan jenis, sebab belum tentu kita akan bersamanya nanti. Jika memiliki rasa maka cukup doakan dia dalam diam. Tunggu saja kapan saatnya kita menjadi lakon dalam drama hidup bersama sutradara yang kasih sayangnya tak pernah redup. Karena sejatinya cinta adalah sendiri untuk sementara waktu dalam proses memperbaiki diri.

Itu mengapa menjaga cinta adalah sebuah tindakan yang bijak. Terutama untuk wanita. Wanita yang sholihah jaran sekali diperebutkan. Sebab ia hanya pantas untuk diperjuangkan. Cukuplah sampai disini kejahiliyahan kita menukarkan cinta pada Yang Tiada Duanya dengan sesuatu yang sering menduakan cinta kita. Menjadi seorang wanita yang dihormati itu adalah lebih baik dibanding menjadi yang sangat diminati. Jadilah wanita yang susah didapat namun membuat si pemilik merasa beruntung ketika memiliki. Amilya Nurul Erindha

Tags: