Lingkungan Dan Manusia

Dapat kita ketahui sekarang ini musim hujan yang mana Sekitaran kemaren waktu indonesia barat di tempat daerah jawa barat terjadilah banjir dan angin puting beliung yang menggenangi ratusan rumah warga yang bahwasannya banjir dan tidak lama kemudian disusul dengan angin puting beliung yang sudah melanda rumah warga dan sekitarnya dikarenakan musim hujan yang terus menerus mengguyur kawasan tersebut.

Dapat kita ketahui sekarang ini musim hujan yang mana Sekitaran kemaren waktu indonesia barat di tempat daerah jawa barat terjadilah banjir dan angin puting beliung yang menggenangi ratusan rumah warga yang bahwasannya banjir dan tidak lama kemudian disusul dengan angin puting beliung yang sudah melanda rumah warga dan sekitarnya dikarenakan musim hujan yang terus menerus mengguyur kawasan tersebut.

Dalam hal ini curah hujan yang semakin deras dan di susul oleh angin puting beliung yang sangat kencang diperkirakan memakan korban beserta rumah dan pepohonan di sekitar jalan yang roboh akibat angin puting beliung yang sangat kencang kemaren, diperkirakan korban warga mencapai 300 lebih orang yang tidak terselamatkan dan 200 orang yang terkena luka-luka, yang saat itu orang tersebut sedang melakukan kegiatan yang sangat padat sehingga tidak sempat menyelamatkaan diri atau pun lainnya.

Alangkah baiknya jika terjadi seperti ini kita harus lebih berhati-hati atau kurang lebih kita harus siap-siap menyelamatkan diri dalam kondisi apapun agar sehingga kita dapat melindungi diri dari bahaya

Kemungkinan sementara korban yang terselamatkan di ungsikan di daerah yang jauh dan strategis agar banjir tidak memakan korban lagi dan sehingga warga-warga tersebut tidak merasa ketakutan dalam waktu apapun seperti contoh, dalam waktu tidur maupun bekerja.

Saat tim sukses menelusuri diperkirakan orang yang tidak terselamatkan mencapai 100 orang yang terdeteksi bahwannya tewas akibat terkena angin puting beliung atau pun banjir yang arusnya sangatlah deras dengan curah hujan yang sangat tinggi juga.

Tim sukses juga segera berkoordinasi dengan seluruh tim agar mengevaluasi dan menelusuri tempat atau daerah tersebut dengan menyebarkan pasukan agar bisa menemukan seorang yang sudah tidak terselamatkan tersebut agar keluarga juga tidak terlalu khawatir dan sedih. Dalam situasi ini tim sukses membuat penelurusan hingga larut malam hingga biasanya ada beberapa korban yang di temukan di pinggiran atau terdampar di beberapa tempat.

Berdasarkan perhitungan yang diperkirakan kerugian akibat banjir dan angin puting beliung ini mencapai total sebanyak Rp 55.220.500.000, yang di perkirakan selain rumah-rumah warga sawah seluas 2.493 hektar dan sejumlah tambak dan gedung-gedung yang rusak akibat angin puting beliung kemaren, kerugian untuk sawah dan tambak diperkirakan mencapai Rp 4,8 milliar. Banjir dan angin puting beliung ini membuat ruas jalan di wilayah tersebut terdampak dengan kerugian senilai Rp 12,9 milliar.

Baca Juga :  Gemar Berliterasi di Tengah Pandemi

Diperkirakan juga sekolah yang terkena banjir dan angin puting beliung berakibat sejumlah sarana dan prasarana sekolah juga ikut rusak akibat banjir dan angin puting beliung, seperti buku, ruang kelas, laptop, infocus, printer, lemari, dan mebel.

Kira-kira total kerugian yang dicapai sebesar Rp 2,1 milliar kemudian kerusakan ditingkat desa diperkirakan senilai Rp 1,1 milliar.

Kira-kira warga tersebut mengira bahwasannya Banjir juga terjadi akibat tersumbatnya sifon Cikaranggelam, serta sampah-sampah yang berserakan di selokan-selokan warga akibatnya tersumbat dan terjadilah banjir secara tiba-tiba dan disusul dengan angin puting beliung.

Awal mula banjir menceritakan, awalnya hujan turun dengan deras hingga membuat debit air di sungai-sungai meningkat dan juga sangat deras. Derasnya aliran sungai membuat tanggul sisi timur ambrol.

Jika banjir juga merendam rumah-rumah warga dikarenakan banjir belum juga surut dan berturut-turutnya hujan yang mengguyur wilayah tersebut sehingga air pun sangat lama untuk surut.

Diperkirakan hingga wilayah tersebut belum juga terselesaikan para pemerintah daerah memutuskan untuk para warga agar tidak mendekati wilayah sementara tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Hingga kesungguhan tim eksekusi hingga selama banjir melanda hingga diperkirakan tiga hari para tim dan jajarannya sedang melakukan investigasi agar warga yang belum ditemukan akan segera di temukan mayatnya dikarenakan banjir dan angin puting tersebut kemungkinan akan datang secara tiba-tiba sehingga para warga belum siap untuk melarikan diri dan terjebak di wilayah tersebut dan tidak terselamatkan.

Diperkirakan juga warga yang mengungsi di wilayah lain mendapat bantuan dari permerintah jakarta pusat atau mendapat bantuan dari para tetangga kota-kota lain dari berbagai apapun itu termasuk kebutuhan pangan yang sangat penting dalam setiap harinya dengan menunggu wilayah yang masih terendam banjir.

Baca Juga :  Sublimasi Manhaj Dan Pancasila Untuk Islam Yang Rahmatan Lil ‘Alamin

Hingga sudah tiga hari lamanya akhirnya banjir pun surut tetapi disisi lain diperkirakan kerusakan di wilayah tersebut sangat parah karena seiring hujan yang melanda dan pada akhirnya banjir ikut menyerang, dilain sisi bersamaan dengan angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba kerusakan yang sangat parah ada dimana-mana.

Pemukiman warga saat ini berada sangatlah jauh dengan lokasi yang terkena banjir dikarenakan banjir atau angin puting beliung di takutkan warga akan datang lagi atau lebih parah dari yang pertama ini, sementara ini anak-anak Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas saat ini diliburkan dulu karena sekolah-sekolah atau gedung-gedung tersebut kerusakannya sangat lah parah.

Jika banjir tidak terjadi maka manusia akan tidak memiliki rasa kepedulian atau pun perasaan merasa bersalah.

Dengan terjadinya seperti ini warga merasa sedih ataupun merasa bersalah karena banjir terjadi karena ulah manusia sendiri karena kurang beradaptasi terhadap lingkungan akibatnya saat hujan deras mengguyur beserta angin puting beliung terjadilah banjir yang dimana manusia kurang siap dalam menyikapi hal sepele seperti ini akhirnya karena sampah-sampah yang kurang diperhatikan akibatnya banjir yang sangat dalam hingga air surut pun sangat sulit hingga harus menunggu sampai berhari-hari.

Dalam hal ini kita harus harus mengambil pelajarannya akibat kita manusia yang kurang memelihara lingkungan kita sendiri yang terkena, kerugian demi kerugian semakin banyak anak-anak yang sebenarnya harus sekolah kini harus diliburkan.

Yang mana dalam hal ini kita harus saling menjaga lingkungan melestarikan lingkungan menyayangi lingukungan dengan membuang sampah pada tempatnya membersihkan  tempat yang kotor agar terhindar dari penyakit, menjaga kebersihan dan lain-lain.

Tags: