Tanah Surga

Sebutan tanah surga memang pantas disandang oleh Indonesia dengan segala kondisi tanahnya yang subur. Seperti halnya pada lagu kolam susu “Tongkat kayu dan bantu jadi tanaman”, kalau bukan saking suburnya tanah Indonesia sebuah tongkat kayu tidak akan semudah itu menjadi tanaman. Bahkan Indonesia mempunyai ribuan jenis flora yang menandakan bahwa tanah kita benar-benar subur.

Sebutan tanah surga memang pantas disandang oleh Indonesia dengan segala kondisi tanahnya yang subur. Seperti halnya pada lagu kolam susu “Tongkat kayu dan bantu jadi tanaman”, kalau bukan saking suburnya tanah Indonesia sebuah tongkat kayu tidak akan semudah itu menjadi tanaman. Bahkan Indonesia mempunyai ribuan jenis flora yang menandakan bahwa tanah kita benar-benar subur.

Bukan hanya tentang tanah yang subur tapi Indonesia juga mempunyai laut yang terhampar luas. Bahkan wilayah Indonesia kebanyakan adalah lautan. Pada sepenggal lirik lagu kolam susu “Bukan lautan hanya kolam susu”, lautan yang kita punya bak kolam susu sumber yang menyegarkan. Hamparan luas laut Indonesia merupakan sumber kehidupan masyarakat Indonesia.

Pada lirik “Tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu” menggambarkan betapa melimpahnya kekayaan laut Indonesia. Para nelayan hanya bermodalkan kail dan jala untuk mencari sumber kehidupan. Mereka berlayar berbulan-bulan menemui badai dan topan.

Tanah surga kita ini tak hanya menyuguhkan tanah subur dengan beribu jenis flora dan lautan luas yang kaya akan ikan dan udang tapi tanah surga kita juga mempunyai gunung-gunung tinggi menjulang yang eksotis, subur nan sejuk. Hamparan dataran-dataran tinggi yang menawarkan sejuk dan ketenangan. Sumber daya alam Indonesia memang benar-benar menjanjikan tapi tergantung pada sumber daya manusianya sebijak apa mengolah, merawat, dan memanfa’atkannya.

Mengulas kembali masa penjajahan, kenapa bangsa barat menjajah negeri kita Indonesia?. Karena mereka tertarik pada sumber daya alam kita, rempah-rempah kita yang beragam jenisnya. Saking kaya akan rempah-rempah, kuliner khas negeri kita terkenal akan rasa rempahnya. Negeri kita Indonesia juga diklaim sebagai salah satu paru-paru dunia. Bentangan hutan kita, berperan besar pada pernapasan dunia. Apa jadinya jika hutan kita terus-terusan digundul tanpa direboisasi?. Bagaimana jadinya dunia ini tanpa hutan kita?, tentu akan kalang kabut berebut oksigen.

Baca Juga :  Sublimasi Manhaj Dan Pancasila Untuk Islam Yang Rahmatan Lil ‘Alamin

Berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia. Negeri kami luas dengan beribu pulau yang dipisahkan oleh hamparan hamparan laut yang luas. Negeri kami kaya dengan beribu jenis flora dan fauna. Negeri kami juga menyuguhkan keindahan alam yang jarang ditemukan dinegera lain, banyak destinasi wisata dinegeri kami yang mampu memikat para turis luar negeri.

Tanah subur negeri ini mampu membuat Indonesia tersohor dengan beras ekspornya, dengan tembakau ekspornya, dengan migas ekspornya, dengan batu baranya, dengan kerajinan kerajinan kayu ekspornya dan masih banyak lagi. Perkebunan dan sektor pertanian yang subur, pengolahan kelapa sawit, pengolahan gula tebu dan aren. Apalagi jika berbicara tentang kekayaan alam di Papua, beridirinya perusahaan freeport di Papua telah menemukan kekayaan alam berupa tembaga, perak dan emas.

Dari 34 provinsi kami negeri kami mempunyai flora dan fauna yang berbeda beda, dan menjadi ikon tersendiri tiap provinsi. Pada pulau Jawa negeri kami mempunyai fauna elang Jawa, badak bercula satu, harimau Jawa, rusa. Dipulau Bali kami mempunyai burung jalak Bali, ayam hutan dan masih banyak lagi. Sedangkan dipulau Kalimantan negeri kami mempunyai monyet bekantan, beruang madu, orang utan, dan masih banyak lagi. Belum lagi fauna yang tersebar dibagian timur wilayah Indonesia.

Bahkan Indonesia juga dijuluki zamrud khatulistiwa, bukan karena wilayah Indonesia dilewati garis khatulistiwa. Tetapi dilihat dari angkasa Indonesia dengan gugus gugus pulaunya nampak berwarna hijau nan menyejukkan mata yang memandang. Dari pulau-pulau yang berwarna hijau ini juga menandakan bagaimana suburnya tanah surga Indonesia.

Selain kaya akan flora dan fauna kami juga  kaya akan adat dan budaya. Bahkan Indonesia adalah negara budaya. Dengan budaya yang beraneka ragam di setiap daeranya, Indonesia juga mempunyai beragam ada istiadat yang masih terjaga kelestariannya hingga saat ini. Adat istiadat tercipta dari kebiasaan masyarakat sekitar. Contoh adat istiadat di daerah Jawa Timur yakni sedekah bumi yang masih lestari hingga sekaran dan masih banyak lagi. Negeri kami pun kaya akan bahasa daerah. Kekayaan bahasa bisa dimaknai sebagai proses panjangnya sebuah sejarah perjalanan suatu bangsa. Indonesia memiliki  sekitar ratusan lebih ragam bahasa. Dalam satu kabupaten saja dapat memiliki belasan bahasa yang berbeda. Tapi tetap bahasa Indonesialah bahasa pemersatu kami.

Baca Juga :  Penerapan Agama dan Budaya Dalam Pendidikan Karakter

Bagi warga negara Indonesia yang masih bertanya tanya tentang apa saja sih kekayaan yang dimiliki negeri kita ini?. Sekarang stasiun televisi swasta dinegeri kita ini sudah banyak yang membuat program untuk mengeksplorasi kekayaan yang ada dinegara kita ini. Mengeksplorasi tentang ragam adat dan budaya, ragam kuliner yang ada, ragam bahasa, ragam kerajinan tiap daerah, dan juga ragam wisata yang menawarkan segala keindahannya.

Apalagi wisata lautnya, Indonesia mempunyai laut laut yang indah. Seperti dipulau Raja Ampat, disitu banyak keindahan yang disuguhkan apalagi bagi para penyelam. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita juga patut turut menjaga kelestarian kekayaan sumber daya alam yang ada. Eksplor kekayaan Indonesia lewat media sosial instagram, whatsaap, facebook, tweeter, dan lain sebagainya. Dan tetap tambah wawasan tentang perkembangan sumber daya alam yang ada di Indonesia ini. Terima kasih Tuhan atas semua anugrah yang kau berikan pada negeri Indonesia ini, negeri yang mempunyai miliaran kekayaan. Negeri Indonesia adalah TANAH SURGA. Yuyun Fitrianti

Tags: