Peduli Dan Rawat Bumi Kita

Lingkungan selalu berhubungan erat dengan kehidupan manusia, dikarenakan lingkungan ini terdiri dari komponen yang bersangkutan dengan kehidupan manusia. Ada 2 kemungkinan keadaan lingkungan yaitu lingkungan sehat dan lingkungan kotor. Lingkungan sehat ini berupa lingkungan yang bersih indah dan nyaman, Udara bersih tanpa polusi, air bersih tanpa ada pencemaran, tanah subur yang mudah ditanami apapun, dan sungai yang bersih dan tidak berbau dan lain sebagainya. Itulah beberapa teori lingkungan sehat yang tercetak dalam buku. Namun hal ini selalu tidak sesuai dengan realita. Lingkungan yang sering kita jumpai adalah lingkungan kotor, tercemar, kumuh, banyak polusi dan sampah dimana-mana yang memiliki potensi banyak kuman dan bakteri penyebab penyakit pada manusia. Lingkungan ini bisa dikatakan lingkungan yang kotor dan tidak sehat.

Lingkungan selalu berhubungan erat dengan kehidupan manusia, dikarenakan lingkungan ini terdiri dari komponen yang bersangkutan dengan kehidupan manusia. Ada 2 kemungkinan keadaan lingkungan yaitu lingkungan sehat dan lingkungan kotor. Lingkungan sehat ini berupa lingkungan yang bersih indah dan nyaman, Udara bersih tanpa polusi, air bersih tanpa ada pencemaran, tanah subur yang mudah ditanami apapun, dan sungai yang bersih dan tidak berbau dan lain sebagainya. Itulah beberapa teori lingkungan sehat yang tercetak dalam buku. Namun hal ini selalu tidak sesuai dengan realita. Lingkungan yang sering kita jumpai adalah lingkungan kotor, tercemar, kumuh, banyak polusi dan sampah dimana-mana yang memiliki potensi banyak kuman dan bakteri penyebab penyakit pada manusia. Lingkungan ini bisa dikatakan lingkungan yang kotor dan tidak sehat.

Lingkungan kotor juga menjadi salah satu sebab terjadinya bencana alam disekitar kita. Jika terjadi bencana alam mereka selalu memprotes pemerintah, mereka selalu menyalahkan ini semua karena ulah pemerintah yang tidah becus mengurus kota maupun negara. Mereka dalam hal ini adalah manusia yang sering menyalahkan pemerintah. Padahal dibalik semua itu ada ulah kita sendiri yang terkadang tidak sadar tentang hal itu. Setiap orang berpotensi menambah angka pencemaran lingkungan. perihal bencana alam seperti banjir yang sering terjadi, hal ini disebabkan oleh banyaknya sampah yang ditimbulkan oleh manusia setiap harinya. Manusia selalu menggunakan kemasan plastik setiap membeli apapun, namun plastik ini selalu saja langsung dibuang walaupun plastik tersebut masih baru, masih sekali digunakan, dan masih bisa digunakan kembali. Dimana kemasan plastik ini sulit terdegrasi oleh tanah, butuh waktu lebih dari seratus tahun untuk mengahancurkan kemasan plastik tersebut, jika sampah plastik ini dibakar akan berakibat pada gas karbondioksida yang semakin bertambah dan berakibat pada penipisan lapisan ozon.

Begitu sulit pemecahan masalah sampah plastik yang ada di Indonesia. Hal ini sangat berkebalikan dengan kenyatan yang ada, menurut manusia era sekarang jika mendaur ulang atau memakai kantong plastik berulang kali bisa dikatakan seorang tersebut tidak menjaga kehigienisan. Jika dilihat dari sudut pandang kehigienisan mungkin ini sedikit salah tapi pedulilah pada bumi kita yang semakin hari semakin kritis. Harga kantong plastik yang beredar dimasyarakat memiliki harga yang cukup terjangkau sehingga masyarakat selalu menyepelakan hal ini dengan menggunakan kantong plastik satu kali pakai. Jika bukan kita siapa lagi yang akan memperdulikan dan merawat bumi kita ini. Bencana alam yang terjadi ini disebabkan oleh usia bumi itu sendiri dan perilaku manusia yang semakin hari semakin merajalela.

Baca Juga :  Guru Merdeka

Untuk menanggulangi beberapa masalah tersebut maka perlu dilakukan upaya dari diri kita. Saat kita berbelanja lebih dianjurkan memakai tas atau wadah belanja yang bisa digunakan berulang kali, hal ini dapat mengurangi penggunaan tas kantong plastik sekali pakai. Adanya pengadaan pembelian tas kantong plastik di supermarket juga memiliki dampak positif untuk menyadarkan sebagian masyarakat, mereka akan membawa tas tersendiri daripada membeli tas kantong plastik yang harganya sekian rupiah. Upaya ini perlu diterapkan dibeberapa tempat maupun di seluruh Indonesia karena semisal harga tas kantong plastik memiliki harga yang melambung tinggi, maka masyarakat akan berfikir dua kali ntuk membelinya dengan begitu masyarakat luas akan sadar dan memberikan efek jera kepada masyarakat yang selalu menyepelekan kantong plastik. Mengingat upaya ini belum banyak di gunakan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Jika semakin banyak pengguna kantong plastik maka akan menimnulkan sampah industri yang tidak teratur. Maka sampah industri tersebut harus dibuang di TPA. Tempat pembuangan akhir untuk sampah industri sudah banyak yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir daerah setempat, sebagian masyarakat sudah sadar akan pentingnya pengelolaan sampah buangan industri. Namun tidak semuanya sadar, mereka yang berdomisili di daerah aliran sungai dan daerah yang kumuh mereka malah membuang sampah seenaknya sendiri, ada yang membuang sampah di sungai maupun disekitar komplek tempat tinggal mereka sendiri. Dengan begitu mereka menciptakan permasalahan untuk dirinya sendiri dan orang lain. Untuk dirinya sendiri sampah tersebut berakibat pada kesehatan dirinya dan keluarganya yang dapat mengancam nyawa seseorang tersebut, sedangkan akibat untuk orang lain adalah terjadinya penyumbatan sungai penyebab banjir dan aroma tidak sedap yang tercium oleh banyak orang sekalipun orang tersebut tidak ikut membuang sampah sembarangan namun orang tersebut merasakan semua dampak yang tidak diperbuat olehnya.

Baca Juga :  Implementasi Pembelajaran Tematik Di Mi

Beberapa hal inilah yang menyebabkan kenyamanan terganggu. Karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, yang rela demi diri sendiri dan mengorbankan orang lain. Pemerintah sudah banyak melalkukan upaya diantaranya meregulasi peraturan pemerintah tentang lingkungan. Namun semua kembali lagi ke pribadi masing masing, sebaik apapun peraturan pemerintah jika masyarakatnya tidak memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan semua akan terasa percuma. Kurangnya kesadaran ini perlu dan sangat penting untuk ditingkatkan. Perlu diadakan kegiatan terjun langsung ke masyarakat dengan upaya sosialisasi di setiap desa dengan peserta sosialisasi adalah bapak-bapak dan ibu-ibu yang sering berbelanja dengan menggunakan kantong plastiksekali pakai dan penduduk pemukiman yang berada didaerah kumuh. Dari proses sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat sekitar dapat menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan bumi ini. dimulai dari diri kita sendiri kemudian diadakan desa yang ramah lingkungan sehingga masyarakat akan memiliki tanggung jawab untuk bumi kita ini. Dwi Rahma Damayanti

Tags: