Pendekatan Supervisi Pendidikan

Pendekatan berasal dari kata approach. Approach disini yaitu cara mendekatkan diri kepada objek atau langkah-langkah menuju objek. Pada lingkungan sekolah tentunya terdapat proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru kepada peserta didiknya. Dengan hal ini seorang guru menjadi faktor utama dalam meningkatkan dan perbaikan pengajaran.

Pendekatan berasal dari kata approach. Approach disini yaitu cara mendekatkan diri kepada objek atau langkah-langkah menuju objek. Pada lingkungan sekolah tentunya terdapat proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru kepada peserta didiknya. Dengan hal ini seorang guru menjadi faktor utama dalam meningkatkan dan perbaikan pengajaran.

Untuk meningkatkan perbaikan dan kualitas kepala sekolah maka supervisor harus melakukan pendekatan dan teknik yang tepat. Karena kepala sekolah satu dengan kepala sekolah lainnya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sehingga supervisor harus bisa menentukan pendekatan yang tepat dalam meningkatkan kinerjanya. Kepala sekolah dan guru akan mendapatkan wawasan yang luas dengan proses pembinaan dari supervisor. Karena tugas seorang supervisor adalah membimbing. Menurut Sudjana (2004) terdapat dua pendekatan supervisi, yakni pendekatan langsung dan pendekatan tidak langsung.

Namun, terdapat satu pendekatan yang mencakup dua pendekatan. Sehingga terdapat tiga pendekatan sebagai berikut (Shulhan, 2013):

Pendekatan langsung (direktif)

Pendekatan langsung adalah suatu cara pendekatan terhadap masalah yang dilakukan secara langsung oleh supervisor terhadap guru atau pendidik yang sedang mengalami masalah. Pada pendekatan ini supervisor memberikan arahan secara langsung, dengan itu pengaruh perilaku supervisor lebih dominan. Pendekatan langsung ini berdasarkan pada pemahaman terhadap psikologis behaviouritis. Prinsisp behaviourisme adalah semua perbuatan yang berasal dari refleks, yaitu respons terhadap rangsangan atau stimulus. Jika seorang guru atau pendidik memiliki kekurangan dalam melakukan tugasnya, maka perlu diberi arahan atau stimulus agar guru atau pendidik bisa memperbaiki kekurangannya dan berubah menjadi lebih baik lagi. Dalam memberi arahan supervisor dapat melakukan hal sebagai berikut:

  1. Menjelaskan
  2. Menyajikan
  3. Mengarahkan
  4. Memberi contoh
  5. Menerapkan
  6. Menguatkan

Pendekatan tidak langsung (non-direktif)

Pendekatan  tidak langsung adalah suatu cara pendekatan pada masalah yang dilakukan secara tidak langsung. Perilaku supervisor tidak secara langsung menunjukkan masalah,  ia mendengarkan dahulu permasalahan yang dikemukakan oleh guru atau pendidikan, hal itu supervisor memberikan kesempatan pada guru untuk menyampaikan permasalah yang terjadi. Pendekatan ini berdasarkan pada pemahaman psikologis humanistik. Psikologi humanistik sangat menghargai orang yang akan dibantu. Oleh karena itu, setiap guru yang dibimbing akan sangat dihormati, ia banyak mendengarkan terlebih dulu dibanding berkomentar tentang masalah yang dihadapi guru tersebut. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut supervisor melakukan hal sebagai berikut:

  1. Mendengarkan gagasan yang dikemukaan oleh guru atau pendidik
  2. Memahami permasalahan yang dihadapi guru tersebut
  3. Memberi penguatan
  4. Menjelaskan dan menyajikan tentang masalah yang dihadapi
  5. Memecahkan masalah
Baca Juga :  Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus

Pendekatan kolaboratif

Pendekatan kolaboratif adalah cara pendekatan yang mencakup pendekatan langsung (direktif) dan pendekatan tidak langsung (non-direktif). Pendekatan ini supervisor dan supervisi memiliki kesepakatan untuk menentukan langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Pada pendekatan ini berdasarkan pada pemahaman psikologi kognitif. Yang dimaksud dengan psikologi kognitif ini beranggapan bahwa belajar merupakan gabungan antara kegiatan individu dengan lingkungan yang akan berpengaruh pada aktivitas individunya. Pendekatan ini berhubungan pada dua arah yaitu dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Dengan hal itu supervisor dapat melakukan pendekatan sebagai berikut:

  1. Menyajikan
  2. Menjelaskan
  3. Mendengarkan
  4. Memecahkan masalah
  5. Negosiasi

Dengan melihat perilaku yang supervisor lakukan diatas maka pendekatan ini dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan kegiatan. Pertama supervisor melakukan percakapan awal (pre-conference) kemudian melakukan observasi, setelah melakukan observasi maka supervisor akan menganalisis permasalahan yang terjadi. Kemudian melakukan percapakan  akhir (past-conference) dan menganalisis akhir. Dan yang terakhir berdiskusi.

Tags: