Dasar-Dasar Pemilihan Media Pembelajaran

Sebelum kita membahas dasar-dasar media pembelajaran kita terlebih dahulu harus menegetahui media pemebelajaran itu sendiri seperti apa. Secara garis besar media pembelajaran adalah alat yang digunakan untuk menyampaiakn pelajaran atau sebagai alat perantara untuk untuk menyampaikan pesan dalam sebuah pelajaran.

Sebelum membuat media pembelajaran kita terlebih dahulu harus mengetahui dasar pertimbangan pemilihan media pembelajaran. Menurut miller, dkk sebagaimana dikutip oleh rudi susilana-cepi riyana, Di masa lalu diskusi mengenai media pembelajaran lebih didominasi oleh apa yang disebut oleh dwyer sebagai “teori realisme”.

Sebelum membuat media pembelajaran kita terlebih dahulu harus mengetahui dasar pertimbangan pemilihan media pembelajaran. Menurut miller, dkk sebagaimana dikutip oleh rudi susilana-cepi riyana, Di masa lalu diskusi mengenai media pembelajaran lebih didominasi oleh apa yang disebut oleh dwyer sebagai “teori realisme”.

Pendekatan iniberasumsi bahwa belajar yang sempurna hanya dapat tercapai jika digunakan bahan bahan visual dan audiovisual yang mendekati realitas. Lebih banyak sifat bahan program media yang menyerupai realitas, makin mudah terjadi belajar.di kutip dari (brunner dan traver) berpandangan bahwa realism tidak menjamin bahwa informasi yang berguna dapat dipresepsi atau dirasakan, dipelajari, dan diingat. Ini berarti bahwa ada kemungkinan suatu gambar garis yang sederhana lebih baikdari ssebuah objek sebenarnya.[1]Dasar pemilihan media pembelajaran dibagi mejadi dua yaitu

Alasan teoritis pemilihan media

Alasan terpenting pemilihan media dalam proses pembelajaran karena didasari pada konsep dari pembelajaran sebagai suatu system yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Upaya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran ditunjang oleh media yang sesuai dengan materi, strategi yang digunakan, dan karakteristik siswa. Untuk mengetahui hasil belajar, maka selanjutnya guru menentukan evaluasi yang tepat, sesuai tujuan dan materi. Apabila hasilnya rendah maka perlu di telusuri penyebab dengan cara menganalisis setiap komponen, sehingga kita dapat mengetahui faktor peneyebabnya dengan lebih objektif.

Setelah menganaslisis tujuan dan materi maka selanjutnya menganalisis penerapan strategi dan penggunaan media pembelajaran. Startegi bisa jadi tidak tepat bagi siswa sehingga membuat siswa pasif. Membosankan, dan menjenuhkan sehingga berpengaruh ke hasil belajarnya. Tetapi jika strategi dan media sudah tepat, maka perlu di kaji evaluasi yang digunakan apakah sudah tepat baik bentunya, jenis, instrumenevaluasi serta prosedur evaluasinya. Penggunaan media akan meningkatkan kebermaknaan hasil belajar. Dengan demikian pemilihan media  menjadi penting artinya dan ini menjadi lasan teoritis mendasr dalam pemilihan media.

Pentingnya memilih media dengan melihat kedudukan media dalam pembelajaran dapat dilihat dengan model system pembelajaran yang dikemukakan oleh gerlach dan elly. Pengkajian system pembelajaran oleh gerlach dan elly menempatkan komponen media menjadi dasar alasan sebagai bagian integral dalam keseluruhan system pembelajaran. Dengan demikian secara teoritis model tersebut menjadi alasan mengapa kita perlu melakukan pemilihan terhadap media, agar memiliki kesesuaian dengan tujuan, kesesuaian dengan isi, strategi pembelajaran dan waktu yang tersedia.[2]

Baca Juga :  Cara membuat media pembelajaran dari bahan printout yang diberi nama The Our Body

Alasan praktis pemilihan media

Terdapat beberapa penyebab orang memilih media anatara lain

  1. Demonstrasion. Dalam hal ini media dapat digunakan sebagai alat untuk mendemonstarikan sebagai konsep, alat, objek, kegunaan, cara mengoperasikan dll. Media sendiri berfungsi sebagai alat peraga pembelajaran.
  2. Familiarity. Dalam hal ini penggunaan media pembelajaran karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut, jika menggunakan media yang lain bekum tentu bisa dan untuk mempelajarinya membutuhkan waktu , tenaga dan biaya. Sehingga secara terus menerus ia menggunakan media yang sama.
  3. Clarity. Dalam hal ini penggunaan media pembelajan dalah untuk lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit.
  4. Active learning. Media dpat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh guru. Salah satunya media dapat berperan untuk membuat siswa aktif, baik secara fisik maupun secara mental dan emosional. Dengan adanya media yang menarik dalam pembelajaran maka semangat dan gairah belajar siswa dapat bertambah.[3]

Adapun dasar pemilihan media pembelajaran menurut azhar arsyad yang dikutip dari annisa ratna sari anatara lain

  1. Faktor keakraban/kenyamanan pengguan
  2. Perasaan bahwa media dapat menggambarkan/ menjelaskan dengan lebih baik daripada dirinya
  3. Media tersebut dapat menarik minat dan perhartian siswa, serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisir.
  4. Modifikasi media
  5. Memerlukan respon pelajar
  6. Mengalanilisis karakter pelajar
  7. Hambatan pengembangan dan pengajaran (dana, fasilitas, waktu, sumber yang tersedia)
  8. Menyesuaikan denga kebutuhan belajar siswa
  9. Ketarmpilan guru dalam penggunaannya[4]

Penggunaan media harus dapat memotivasi siswa untuk belajar, meningkatkan kuakitas belajar, tetapi memperhatikan bahwa media tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa Lalu ada pula dasar-dasar penggunaan media dalam proses belajar mengjar terbagi menjadi 2 yaitu

  1. Dasar psikologis yaitu membahas tentang presepsi atau pengenalan tentang alat indera akan jelas jika objek yang diamati jelas. Pengalaman belajar dimulai dari hal yang kongkret menuju hal yang abstak.minat yang tinggi terhadap sesuatau dapat memotivasi untuk mempelajari objek lebih mendalam
  2. Dasar tekonologi dalam proses pembelajaran teknologi tidak dapat dipisahkan. Dalam memenuhi kebutuhannya siswa memerlukan teknologi, maka dari itu penggunaan media harus sesuai dengn teknologi yang ada.[5]
Baca Juga :  Model Pembelajaran

Disamping itu adapula landasan dasar pemilihan media pembelajaran antara lain :

  1. Landasan filosofis yang membahasa tentang hakikat, cara dan nilai guna atau manfaat
  2. Landasan psikologis yang membahas kondisi siwa, pengalaman siswa, dan perkembangan usia.
  3. Landasan historis yang membahas tentang mengapa media pembelajaran itu dibuat dan diguanakan
  4. Landasan teknologis yang membahsa tentang kemusahan media pembelajaran untuk dijelaskan kepada siswa, membantu pembelajaran menjadi cepat dan singkat dan efisien
  5. Landasan empiric yang membaha tentang interaksi guru terhadap pemahaman siswa,[6]

[1]Munadi Yudhi,Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru (Jakarta: gaung persada pers, 2008).

[2]cepi riyana rudi susilana, Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, Dan Penilaian (bandung: CV. Wacana Prima, 2009).

[3]Rudi Susilana.

[4] Arsyad Azhar, ‘Media Pembelajaran’, Meedia Pembelajaran, 1, 2008, 1–13 <https://doi.org/media pembelajaran>.

[5] Afid Burhanuddin, ‘Media Pembelajaran Tujuan Belajar’, 1–16.

[6] Darmanto M Pd, ‘MEDIA’.

Tags: