Media Pembelajaran Berbasis Manusia

Banyak manfaat yang didapatkan dari media pembelajaran ini, sehingga media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Berikut adalah macam macam media pembelajaran:

Media pembelajaran berbasis manusia merupakan media tertua yang digunakan untuk mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi (Arsyad Azhar, 2011). Media pembelajaran berbasis manusia biasa ditemukan ketika berada di dalam kelas, yakni dengan cara bertatap muka secara langsung antara pendidik dan peserta didik.

Media Pembelajaran Berbasis Manusia

Media pembelajaran berbasis manusia merupakan media tertua yang digunakan untuk mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi (Arsyad Azhar, 2011). Media pembelajaran berbasis manusia biasa ditemukan ketika berada di dalam kelas, yakni dengan cara bertatap muka secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Media pembelajaran berbasis manusia memiliki banyak manfaat, khususnya bila tujuan kita sebagai seorang guru adalah mengubah sikap atau ingin secara langsung terlibat dengan pemantauan pembelajaran para siswa. Misalnya, media manusia dapat memengaruhi proses belajar melalui kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru terjadi di sekitar lingkungan belajar. Instruktur manusia atau guru atau pendidik sebagai media yang memiliki kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari dapat merasakan kebutuhan setiap siswanya, dan memberinya pengalaman belajar yang akan membantu mencapai tujuan pembelajaran.

Media pembelajaran berbasis manusia memiliki 2 teknik belajar yang efektif. Yaitu teknik pembelajaran yang dihadapkan pada masalah dan teknik pembelajaran dengan cara bertanya ala Socrates. Maksud dari teknik pembelajaran yang dihadapkan pada masalah adalah para pelajar diberikan persoalan atau permasalahan yang ada kemudian masalah itu dapat dipecahkan olehnya. Langkah-langkah rancangan jenis pembelajaran ini adalah sebagai berikut :(Arsyad Azhar, 2011, p.83)

  1. Merumuskan masalah secara berhubungan atau relevan
  2. Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang terkait untuk memcahkan masalah. Gunakan buku teks dan ceramah sebagai sumber untuk menyajikan pengetahuan.
  3. Ajarkan mengapa pengetahuan itu penting dan bagaimana pengetahuan itu dapat diterapkan untuk pemecahan masalah.
  4. Tuntun kegiatan seorang siswa.
Baca Juga :  Konsep Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan

Sedangkan teknik pembelajaran ala Socrates maksudnya adalah dengan menggunakan atau mengajukan berbagai pertanyaan-pertanyaan baik dari guru maupun dari siswa untuk guru, sehingga teknik tersebut mempunyai sisi manfaat dapat mendorong siswa untuk berpikir melalui penyelidikan secara kognitif. Langkah-langkah teknik pembelajaran Socrates  adalah sebagai berikut: (Meaningful Assesment, 2002).

  1. Menyiapkan barisan pertanyaan yang akan diajukan kepada siswa.
  2. Guru memberikan pertanyaan terhadap siswa dan diharapkan dapat menemukan jawaban yang benar.
  3. Ajarkan mengapa pengetahuan itu penting dan bagaimana pengetahuan itu dapat diterapkan untuk pemecahan masalah.
  4. Tuntun kegiatan seorang siswa.

Salah satu faktor penting dalam pembelajaran dengan media berbasis manusia adalah rancangan pelajaran yang interaktif. Dengan adanya manusia sebagai pemeran utama dalam proses belajar maka kesempatan interaksi semakin terbuka lebar. Disamping itu, pelajaran interaktif mendorong partisipasi siswa dan jika digunakan dengan baik dapat mempertinggi hasil belajar dan penambahan pengetahuan (Arsyad Azhar, 2011). Berikut ini adalah beberapa jenis pembelajaran interaktif:

  1. Pembelajaran partisipatori yaitu pembelajaran dengan cara mencurahkan pendapat dari seluruh siswa. Kenudian guru mengelompokkkan, mengevaluasi, dan membahas hasil pendapat bersama dengan siswa.
  2. Pembelajaran main peran yaitu dengan cara main peran oleh siswa yang sukarela dan diberi tahapan kemudian butir informasi penting dibahas dan disimpulkan.
  3. Pembelajaran kuis tim yaitu dimulai dengan cara mengumumkan kepada siswa bahwa akan ada kuis ketika peljaran berakhir. Siswa dibagi dalam kelompok dan bersaing untuk mengumpulkan angka berdasarkan jumlah jawaban yang benar. Kemudian setiap tim akan diberikan pertanyaan, dengan itu per tim akan memberikan jawaban terbaiknya.
  4. Pembelajaran kooperatif yaitu dengan membentuk tim atau kelompok yang bisa bertanggung jawab untuk saling mengajar pengetahuan atau keterampilan khusus.
  5. Debat terstruktur yaitu dengan cara menguraikan isu yang telah diberikan oleh guru. Kemudian setiap tim mengemukakan pandangan yang dimiliki yang berkaitan dengan isu tersebut. Setelah itu guru membahas mengenai isu yang diperdebatkan.
  6. Pembelajaran 99-detik yaitu denagn cara mengarahkan siswa untuk membahas informasi secara singkat sesuai waktu yang telah ditentukan (Arsyad Azhar, 2011, p. 87-88).
Baca Juga :  Konsep Umum Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran

Kelebihan Dan Kekurangan Media Pembelajaran Berbasis ManusiaKelebihan

  1. Dapat membantu siswa untuk menghubungkan pengtahuan baru dengan pengetahuan terdahulu.
  2. Dapat membantu siswa untuk membentuk karakter dan kepribadian yang lebih baik.
  3. Dapat membantu siswa untuk meneliti persamaan dan perbedaan masalah dan pengalaman yang baru dengan yang terdahulu.

Kekurangan

  1. Menjadikan siswa lebih cepat bosan.
  2. Penyampaian materi pelajaran mejadi tidak efektif dan kondusif ketika terlalu banyak audiens.
  3. Penyampaian materi pelajaran akan kurang dipahami oleh siswa jika suara tidak terdengar.

Tags: