Media Pembelajaran Audio Visual

Media pembelajaran berbasis audio-visual merupakan jenis media pembelajaran penyampai informasi yang memiliki karakteristik audio (suara) dan visual (gambar). Adanya dua karakteristik tersebut, jenis media ini memiliki kemampuan yang lebih baik.

Sehingga media pembelajaran berbasis audio-visual dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Audio-visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam misalnya bingkai suara (sound slide), film bingkai suara, dan cetak suara.
  2. Audio-visual gerak, yaitu media yang menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak misalnya film suara dan video cassette.

Pembagian  lain dari media pembelajaran berbasis audio-visual ini adalah :

  1.  Audio-visual murni merupakan unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber misalnya film video cassette.
  2. Audio-visual tidak murni merupakan unsur suara dan unsur gambar berasal dari sumber yang berbeda misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya dari slide proyektor dan unsur suaranya bersumber dari tape recorder. (Haryoko, 2009)

Kelebihan media pembelajaran berbasis audio-visual (Harland Paningga, 2019)

  1. Media pembelajaran berbasis audio-visual lebih efektif terhadap kedisiplinan siswa.
  2. Media pembelajaran berbasis audio-visual lebih menarik perhatian siswa dalam pembelajaran.
  3. Lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
  4. Bahan pembelajaran tidak monoton pada komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru
  5. Pembelajaran akan lebih terasa inovatif dan tidak membosankan.

Kekurangan media pembelajaran berbasis audio-visual. (Fadhil, 2015).

  1. Waktu guru yang terbatas untuk membuat media.
  2. Keterbatasan dalam menguasai software editing audio-visual (video), sehingga membuat guru hanya memanfaatkan media yang sudah ada.
  3. Kurangnya fasilitas yang mendukung adanya media audio-visual misalnya LCD proyektor, DVD, televise, dll.

Baca Juga :  Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
Tags: