Sistem Manajemen Pendidikan Islam

Sistem manajemen pendidikan Islam  (Madrasah ) idealnya harus ada kegiatan administrasi dan mekanisme manajemen yang benar, karena tanpa keduanya akan sukar memperoleh hasil yang maksimal.

Sistem Manajemen Pendidikan Islam

Madrasah  sebagai lembaga pendidikan Islam dalam pengelolaannya memerlukan koordinasi kegiatan yang sistematis, seperti perencanaan, mengorganisasikan, kepemimpinan, dan pengawasan, serta upaya pengembangan yang terus menerus.

Upaya untuk mewujudkan pendidikan Islam yang konsisten dengan visi dan misi memerlukan langkah – langkah praktis. Lembaga Pendidikan Islam (Madrasah) dituntut untuk melakukan perubahan – perubahan stategis di bidang manajemen.

Dalam hal ini pimpinan madrasah dituntut memiliki visi, misi, tanggung jawab, wawasan, dan keterampilan manajerial yang tangguh. Ia hendaknya dapat memainkan peran sebagai lokomotif perubahan menuju terciptanya madrasah berkualitas.

Untuk kepentingan tersebut, paradigma manajemen madarsah harus mengalami pergeseran dari paradigma lama ke paradigma baru, sebagaimana yang diungkapkan Rahim yaitu :

  1. Dari Posisi subordinatif ke posisi otonomi.
  2. Dari strategi sentralistik ke strategi desentralisasi.
  3. Dari pengambilan keputusan otoritatif ke keputusan partisipatif.
  4. Dari pendekatan birokratik ke pendekatan profesional.
  5. Dari model penyeragaman ke model keragaman.
  6. Dari langkah praktis kaku ke langkah praktis luwes.
  7. Dari kebiasaan diatur ke kebiasaan berinisiatif.
  8. Dari serba regulasi ke deregulasi.
  9. Dari kemampuan mengontrol ke kemampuan mempengaruhi.
  10. Dari kesukaan mengawasi ke kesukaan memfasilitasi.
  11. Dari ketakutan beresiko ke keberanian mengelola resiko.
  12. Dari pembiayaan individual ke pembiayaan yang efisien.
  13. Dari kecerdasan individu ke kecerdasan kolektif/team.
  14. Dari informasi tertutup ke informasi terbagi/terbuka.
  15. Dari pendelegasian ke pemberdayaan.
  16. Dari organisasi hirarkis ke organisasi egaliter.

Dengan paradigma manajemen di atas,  pimpinan madrasah dituntut untuk melakukan langkah-langkah ke arah perwujudan visi dan misi madrasah: agamis, populis, berkualitas, dan beragam, diantara langkah – langkah dimaksud adalah :

  1. membangun kepemimpinan madrasah yang kuat dengan meningkatkan koordinasi, menggerakkan semua komponen madrasah, mensinergikan semua potensi, dan berani mengambil prakarsa dalam pembaharuan.
  2. Menjalankan manajemen madrasah yang terbuka dalam mengambil keputusan dan penggunaan keuangan.
  3. Mengembangkan tim kerja yang solid, cerdas, dan dinamis.
  4. Mengupayakan kemandirian madrasah untuk melakukan langkah terbaik bagi madrasah.
  5. Menciptakan proses pembelajaran yang efektif, dan semangat yang tinggi dalam menjalankan tugas.
Baca Juga :  Strategi Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa Mi

Tags: