Klasifikasi Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan MI

Manajemen pendidikan secara umum memiliki ruang lingkup yang lebih luas daripada manajemen sekolah. Manajemen pendidikan tidak hanya menyangkut penataan pendidikan formal (sekolah, madrasah dan perguruan tinggi), tetapi juga pendidikan luar sekolah atau pendidikan  nonformal, seperti TPA/TPQ, pondok pesantren, lembaga – lembaga kursus maupun lembaga – lembaga pendidikan yang berkembang di masyarakat: majlis taklim, PKK, karang taruna, pembinaan wanita dan yang lainnya. Untik memudahkan bahasan ini, maka penulis lebih banyak menggunakan istilah “sekolah/madrasah” untuk mewakili kegiatan pendidikan formal.

Klasifikasi  Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan MI

Secara umum ada beberapa hal yang menjadi subtansi manajemen pendidikan di madrasah atau lembaga Islam yaitu : manajemen kurikulum, manajemen ketenagaan pendidikan (kepegawaian), manajemen peserta didik, Manajemen sarana dan prasarana pendidikan, manajemen keuangan/ pembiayaan pendidikan, manajemen/administrasi perkantoran, manajemen unit – unit penunjang pendidikan, manejemen layanan khusus pendidikan, Manajemen tata lingkungan dan keamanan sekolah, serta  manejemen hubungan dengan masyarakat.  

Adapun ruang lingkup menajemen pendidikan ini secara lebih rinci dapat di jelaskan sebagai berikut:

  •  Manajemen kurikulum meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan tentang pendataan mata pelajaran/mata kuliah yang diajarkan/dipasarkan, waktu jam yang tesedia, jumlah guru beserta pembagian jam pelajaran, jumlah kelas, penjadwalan, kegiatan belajar-mengajar, buku – buku yang dibutuhkan, program semester, evaluasi, program tahunan, kelender pendidikan, perubahan kurikulum maupun inovasi – inovasi dalam pengembangan kurikulum.
  •   Manajemen ketenagaan pendidikan (kepegawaian) meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan penerimaan pegawai baru, mutasi, surat keputusan, surat tugas, berkas – berkas tenaga kependidikan, daftar umum kepegawaian, upaya peningkatan SDM serta kinerja pegawai, dan sebagainya.
  • Manajemen peserta didik meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan penggalangan penerimaan siswa baru, pelaksanaan tes penerimaan siswa baru, penempatan dan pembagian kelas, kegiatan-kegiatan kesiswaan, motivasi dan upaya peningkatan kualitas lulusan dan sebagainya.
  • Manajemen sarana dan prasarana pendidikan meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan pengadaan barang pembagian dan penggunaan barang (inventaris), perbaikan barang, dan tukar tambah maupun penghapusan barang.
  • Manajemen keuangan/ pembiayaan pendidikan  meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan masuk dan keluarnya dana, usaha-usaha menggali sumber pendanaan sekolah seperti kegiatan koperasi serta penggunaan dana secara efisien.
  • Manajemen/administrasi perkantoran meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan kantor agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua orang yang membutuhkan serta berhubungan dengan kegiatan lembaga.
  • Manajemen unit – unit penunjang pendidikan  meliput:i perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan ddan evaluasi kegiatan unit-unit penunjang, misalnya bimbingan dan penyuluhan (BP), perpustakaan, UKS, pramuka, olahraga, kesenian, dan sebagainya.
  • Manejemen layanan khusus pendidikan meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan pelayanan khusus, misalnya menu makanan/konsumsi, layanan antar jemput , bimbingan khusus di rumah, dan sebagainya
  • Manajemen tata lingkungan dan keamanan sekolah meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi tata ruang pertamanan sekolah, kebersihan dan ketertiban sekolah, serta keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
  • Manejemen hubungan dengan masyarakat meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan hubungan masyarakat, misalnya pendataan alamat kantor/orang yang dianggap perlu, hasil kerjasama, program-progran humas, dan sebagainya.
Baca Juga :  Manfaat Multimedia dalam Representasi Konsep Kimia

Secara umum, semakin besar dan maju suatu lembaga pendidikan, semakin banyak ruang lingkup manajemen yang harus ditangani sekolah. Demikian juga sebaliknya, semakin renddah dan kecil sekolah semakin sedikit ruang lingkup manajemen yang harus ditanganinya. Misalnya manajemen sekolah yang tergolong kecil dan bermutu rendah lebih sederhana pengelolaannya seperti sekolah-sekolah dasar yang adda di pelosok desa dibanding dengan manajemen sekolah yang tergolong besar dan maju seperti sekolah Al-Azhar Kebayoran Jakarta, Pondok Modern Ponorogo, MIN Malang I dan sebagainya.

Tags: