Urgensi Manajemen Pendidikan MI

Kepekaan melihat kondisi global yang bergulir dan peluang masa depan menjadi modal utama untuk mengadakan perubahan paradigma dalam manajemen pendidikan. Modal ini akan dapat menjadi pijakan yang kuat untuk mengembangkan pendidikan. Pada titik inilah diperlukan berbagai komitmen untuk perbaikan kualitas. Ketika melihat peluang, dan peluang itu dijadikan modal, kemudian modal menjadi pijakan untuk mengembangkan pendidikan yang disertai komitmen yang tinggi, maka secara otomatis akan terjadi sebuah efek domino (positif) dalam pengelolaan organisasi, strategi, SDM, pendidikan dan pengajaran, biaya, serta marketing pendidikan.

Urgensi  Manajemen Pendidikan MI

Untuk menuju point education change (perubahan pendidikan) secara menyeluruh, maka manajemen pendidikan adalah hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan sehingga menghasilkan out-put yang diinginkan. Walaupun masih terdapat institusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya. Manajemen yang digunakan masih konvensional, sehingga kurang bisa menjawab tantangan zaman dan terkesan tertinggal dari modernitas.

Jika manajemen pendidikan sudah tertata dengan baik dan membumi, niscaya tidak akan lagi terdengar tentang pelayanan sekolah yang buruk, minimnya profesionalisme tenaga pengajar, sarana-prasarana tidak memadai, pungutan liar, hingga kekerasan dalam pendidikan. Manajemen dalam sebuah organisasi pada dasarnya dimaksudkan sebagai suatu proses (aktivitas) penentuan dan pencapaian tujuan organisasi melalui pelaksanaan empat fungsi dasar: planning, organizing, actuating,dan controllingdalam penggunaan sumberdaya organisasi. Karena itulah, aplikasi manajemen organisasi hakikatnya adalah juga amal perbuatan SDM organisasi yang bersangkutan.

Manajemen pendidikan Islam juga  merupakan suatu kegiatan memimpin, mengatur dan mengarahkan waktu, ruang, personal, daya, dana dan fasilitas secara efektif dan efisien dalam interaksi kegiatan pendidikan Islam secara teoritis maupun praktis agar tujuan pendidikan tersebut tercapai. Manajemen pendidikan Islam secara teoritis maupun praktis mempunyai konsep yang sama dengan manajemen secara umum. Dalam mencapai tujuan, perlu pengembangan yang berorientasi ke depan, persepsi yang berpandangan luas, berwatak indisipliner, serta berpijak pada budaya bangsa. Pada dasarnya, fungsi-fungsi manajemen pendidikan Islam sama dengan manajemen secara umum serta manajemen pendidikan pada umumnya, yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Hanya saja, dalam operasionalnya, manajemen pendidikan Islam berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadits.

Sedangkan manfaat atau signifikansi manajemen pendidikan Islam diantaranya:

Baca Juga :  Penggunaan Media Sosial Di Era Masa Kini

a. Memudahkan pekerjaan administratif dalam pendidikan, memudahkan proses-prosesnya, menyusun potensi manusia dan material yang diperlukan dalam masalah administrasi pendidikan yang dihadapi.

b. Menciptakan iklim ruhaniah, psikologis dan sosial, dimana dilaksanakan aqidah, akhlaq Islam yang penuh dengan iman, kejujuran, amanah dan keikhlasan.

c. Meningkatkan moral dan semangat anggota-anggota lembaga pendidikan dan mengembangkan semangat setia kawan diantara mereka serta kegairahan kerja yang berguna dan produktif.

d. Menumbuhkan produktivitas pekerjaan dalam aparat administrasi lembaga pendidikan.

e. Mengembangkan sistem-sistem dan media administratif secara terus menerus dan meningkatkan kemampuan pekerja-pekerja dalam lembaga serta mempertinggi pengetahuan dan keterampilannya.

f. Mengadakan perubahan yang diinginkan dalam proses pendidikan dan membantu peserta didik mencapai pertumbuhan secara menyeluruh dan utuh.

g. Menghubungkan antara proses pendidikan dengan tujuan pembangunan dalam masyarakat serta mempererat hubungan lembaga pendidikan dengan lingkungannya.

Disamping memiliki pedoman, tujuan, fungsi-fungsi serta signifikansi, manajemen pendidikan Islam juga mempunyai beberapa prinsip yang secara terinci dapat diketahui diantaranya: Ikhlas, Kejujuran, Amanah, Adil, Tanggung jawab, Dinamis, Praktis, Fleksibel. Dengan diberlakukannya manajemen pendidikan Islam, maka dapat mempermudah tercapainya tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Karena dengan manajemen pendidikan Islam, kegiatan pendidikan dan prosesnya dapat terencana, terorganisir, terarah kan sekaligus juga dapat terawasi dan terevaluasi. Sehingga secara otomatis, upaya pencapaian tujuan pendidikan Islam dapat lebih mudah diwujudkan. Bahkan lebih dari itu, efektivitas dan efisiensi tujuan pendidikan Islam dapat terealisasi dan bukanlah suatu wacana belaka.

Tags: