Fungsi Pengendalian dan Pelaporan dalam Manajemen Madrasah Ibtidaiyah

Pengendalian, Pengendalian atau pengawasan merupakan fungsi administrasi yang tidak kalah penting dengan perencanaan dan pengorganisasian. Pengawasan merupakan usaha pemimpin untuk mengetahui semua hal yang mengangkut pelaksanaan kerja, khususnya mengetahui kelancaran kerja para pendidik jika dikaitkan dengan pendidikan.[1] Lagi-lagi pengawasan atau pengendalian ini bertujuan agar tercapainya tujuan bersama.

Fungsi Pengendalian dan Pelaporan dalam Manajemen Madrasah Ibtidaiyah

Tanpa pengendalian yang baik, pekerjaan akan kehilangan arah untuk berada pada koridor yang benar. Pengendalian ini dilakukan agar bisa mengukur dan mengoreksi prestasi kerja pendidik guna memastikan bahwa tujuan pendidikan dapat dilaksanakan.[2] Oleh karena itu pengendalian atau pengawasan memegang peran yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja pendidik agar menemui kecocokan antara apa yang telah direncanakan oleh kepala sekolah dengan hasil yang di dapat.

Proses pengendalian atau pengawasan ini setidaknya terdiri dari lima tahap yakni:

  1. Penetapan standar pelaksanaan.
  2. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan.
  3. Pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata.
  4. Perbandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisisan penyimpangan-penyimpangan.
  5. Pengembangan tindakan koreksi jika diperlukan.[3]

Pengawasan ini diperlukan agar pelaksanaan dilapangan sesuai dengan program dan mekanisme yang sudah diatur. Namun berbagai pola kepemimpinan seorang kepala sekolah akan mempengaruhi terhadap pengawasan tersebut,[4] karena semuanya kembali kepada kebijakan seorang kepala sekolah.

Pelaporan, Pelaporan merupakan salah satu kegiatan lembaga agar bisa mengetahui hasil yang dicapai, kendala yang muncul, serta penyimpangan yang terjadi. Dan laporan ini juga menjadi bahan acuan untuk merancang program kerja kedepannya.[5] Oleh karena itu laporan harus jelas serta terperinci yang memuat kejadian-kejadian yang sebelumnya tidak ada berdasarkan realita yang terjadi.

Ada beberpa petunjuk praktis untuk menyusun pelaporan dengan ketentuan bisa dilaksanakan secara fleksibel. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Membuat sistematika atau garis-garis besar laporan dengan memperhatika pedoman yang berlaku atau ditentukan.
  2. Buat lah draf batang tubuh laporan, dimulai dari bagian pendahuluan hingga kesimpulan, rekomendasi, implikasi dan sejenisnya.
  3. Mebuat ringkasan eksekutif atau abstrak laporan, misalnya dalam dua versi bahasa.
  4. Membuat kata pengantar laporan.
  5. Membuat daftar tabel, gambar, grafik, lampiran, apendik, dan sejenisnya.
  6. Membuat daftar isi secara lengkap.
  7. Dalam daftar isi juga hendaknya menyertakan halaman.
  8. Lakukan pengetikan laporan.
  9. Melengkapi laporan secara menyeluruh, baik dari segi ilmiah, bahasa, maupun cara pengetikan.
  10. Melakukan penjilidan laporan.
  11. Melakukan pengiriman laporan.[6]
Baca Juga :  Karakteristik Madrasah

Jira rangkaian pelaksanaan diatas dilakukan, setidaknya akan mendapatkan gambaran secara umum terhadap hasi yang terdi dilapangan berdasarkan hasil penelitian.


[1]Kisbiyanto, Manajemen Pendidikan…,h. 5.

[2]Sudarwan Danim, Yunan Danim, Administrasi Sekolah…,hlm. 35.

[3]Prim Masrokan Mutohar, Manajemen Mutu Sekolah…,hlm. 51.

[4]Jaja Jahari, Amirulloh Syarbini, Manajemen Madrasah…,hlm. 13.

[5]Sudarwan Danim, Yunan Danim, Administrasi Sekolah…,hlm. 38-39.

[6]Sudarwan Danim, Yunan Danim, Administrasi Sekolah…,hlm. 39.

Tags: