Ide-Ide Dan Strategi Manajemen Madrasah Ibtidaiyah

Untuk mengembangkan ide-ide dan strategi yang kreatif dalam pengembangan Manajemen Madrasah Ibtidaiyah adalah dengan berangkat dari Visi, Misi, Tujuan dan sasaran Madrasah itu sendiri, yang kemudian dapat dilanjutkan dengan cara memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah tersebut.

Ide-Ide Dan Strategi Manajemen Madrasah Ibtidaiyah

Ide-ide kreatif pendidikan juga dapat dilaksanakan dengan mengembangkan 8 Standar Nasional Pendidikan yang meliputi:[1]

  1. Standar isi
  2. Standar proses
  3. Standar kompetensi lulusan;
  4. Standar pendidik dan tenaga kependidikan;
  5. Standar sarana dan prasarana;
  6. Standar pengelolaan;
  7. Standar pembiayaan;dan        
  8. Standar penilaian pendidikan

Kehadiran manajemen dalam sebuah organisasi bertujuan untuk melaksanakan kegiatan agar suatu tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dan untuk meningkatkan mutu dari Madrasah Ibtidaiyah diperlukan ide-ide dan strategi yang digunakan untuk mencapainya. Strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari Madrasah Ibtidaiyah diantaranya adalah dengan mengembangkan 8 dari standar pendidikan nasional di atas. dengan melaksanakan dan memaksimalkan 8 standar pendidikan nasional di atas, maka terciptalah Madrasah Ibtidaiyah yang berkualitas.

Selain itu,  ide-ide dan strategi peningkatan mutu Madrasah Ibtidaiyah dapat juga dilakukan dengan memaksimalkan serta memperbaiki garapan/komponen-komponen dari manajemen Madrasah Ibtidaiyah itu sendiri, yang meliputi beberapa komponen manajemen, diantaranya: [2]

  1. Manajemen Peserta Didik

Knezevich(1961) mengungkapkan bahwa manajemen peserta didik merupakan layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan individual peserta didik seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang mendapatkan proses pendidikan di sekolah.[3]

Peserta didik merupakan personil sekolah yang paling penting, karena peserta didik lah yang menjadi subyek dari pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan manajemen peserta didik yang baik, untuk mencetak peserta didik yang sesuai dengan harapan Madrasah Ibtidaiyah, yaitu peserta didik yang unggul dan berwawasan global.

Manajemen peserta didik berfungsi sebagai wadah dan wahana untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki oleh peserta didik sehingga mampu berkembang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan yang ada di masyarakat baik dalam aspek kepribadian, sosial, maupun intelektualnya. Manajemen peserta didik mencakup seluruh proses dalam pengelolaan peserta didik dalam sebuah sistem pendidikan. Ruang lingkup manajemen peserta didik ini meliputi: Analisis kebutuhan, Rekrutmen, Seleksi dan penerimaan, Proses pencatatan dan Pelaporan, Orientasi, Penempatan, Pembinaan dan pengajaran, kelulusan dan alumni.

Dari ruang lingkup tersebut mulai proses awal yang di mulai dari analisis kebutuhan peserta didik hingga peserta didik tersebut menjadi alumni, Madrasah harus mampu memberikan yang terbaik bagi peserta didik, sehingga ketika lulus dari Madrasah Ibtidaiyah tersebut peserta didik menjadi out put yang kedatangannya di tunggu oleh jenjang pendidikan selanjutnya, dalam artian Madrasah Ibtidaiyah telah mencapai tujuan dari Manajemen peserta didik yang diharapkan.

  • Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Baca Juga :  Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin Di Madrasah Ibtida’iyah Islamiyah Sumberwudi

Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan di definisikan sebagai keseluruhan proses pengelolaan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik dan kependidikan memiliki kompetensi dan kualifikasi yang sesuai dengan tuntutan kerja mereka secara profesional.

Tenaga pendidik dan kependidikan di harapkan orang yang benar-benar profesional atau berprofesi dalam dunia pendidikan, dan kosentrasinya. Agar tidak salah dalam penentuan pendidik dan tenaga kependidikan maka di adakan seleksi yang meliputi: proses penerimaan lamaran, seleksi administratif, tes tertulis dan wawancara, tes micro teaching, tes membaca Al-Qur’an, keputusan penerimaan, kontrak kerja sementara, pembinaan dan persiapan. Oleh karena itu konsep seleksi merupakan strategi yang paling penting untuk mendapatkan orang yang tepat dalam mengisi posisi yang di butuhkan.

Untuk mewujudkan Madrasah Ibtidaiyah yang berkualitas, tenaga pendidik dan kependidikan harus mempunyai kemampuan sesuai dengan bidangnya. Seperti halnya pendidik yang harus mempunyai kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Karena pendidik merupakan komponen sumber daya manusia yang berperan penting dalam dunia pendidikan, yang mana pendidik menjadi motor penggerak dari pendidikan itu sendiri, maka pendidik dituntut untuk profesional. Begitu juga dengan tenaga kependidikan yang lain, juga diharapkan untuk menempati posisi sesuai dengan bidangnya, agar kegiatan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, sehingga terwujudlah mutu yang bagus bagi Madrasah Ibtidaiyah.

  • Manajemen Kurikulum

Manajemen kurikulum lebih menekankan pada pengelolaan terhadap unsur-unsur dalam kurikulum sehingga unsur-unsur tersebut bisa berfungsi secara integratif dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Ruang lingkup manajemen kurikulum ini meliputi perencanaan kurikulum, implementasi rancangan kurikulum dan evaluasi pelaksanaan kurikulum.

Prinsip yang perlu di perhatikan dalam manejemen kurikulum diantaranya:

  1. Berorientasi pada pembentukan karakter bangsa
  2. Fokus pada minat, bakat dan potensi peserta didik
  3. Flexibility
  4. Relevancy
  5. Komprehensif

Isi dari kurikulum berhubungan dengan pengalaman belajar yang dimiliki oleh peserta didik. Isi kurikulum haruslah menyangkut semua aspek meliputi, kognitif, afektif dan psikomotorik, yang hendaknya tergambarkan dalam setiap pelajaran yang diberikan maupun aktifitas siswa untuk mencapai tujuan dari pendidikan tersebut.

Kurikulum yang diterapkan pada Madrasah Ibtidaiyah selalu menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan dari peserta didik itu sendiri, karena kurikulum merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan tujuan dari pendidikan, yang mana kurikulum merupakan penggerak dari seluruh kegiatan yang ada dalam lembaga pendidikan.

  • Manajemen sarana dan prasarana
Baca Juga :  Pentingnya Karateristik Moral Pada Siswa Mi

Maanajemen sarana prasarana adalah proses pengelolaan terhadap seluruh perangkat, alat, bahan dan fasilitas lainnya yang digunakan dalam sebuah proses kegiatan belajar mengajar. Sehingga, proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif.

Salah satu ide kreatif untuk memaksimalkan Manajemen Madrasah Ibtidaiyah adalah dengan melengkapi dan mencukupi Sarana dan prasarana yang ada pada Madrasah Ibtidaiyah tersebut. Guna untuk mencukupi kebutuhan kegiatan belajar mengajar dan kebutuhan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah. Sehingga dapat membantu jalannya kegiatan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah tersebut.

  • Manajemen keuangan/pembiayaan

Manajemen keuangan/pembiayaan merupakan sebuah proses dalam mengoptimalisasikan sumber dana yang ada, mengalokasikan dana yang tersedia dan mendistribusikannya sebagai fasilitas atau sarana pendukung proses pembelajaran sehingga tercipta proses yang efektif dan efisien.

Dalam manajemen keuangan/pembiayaan ada tiga prinsip yang harus dilakukan yaitu:

  1. Optimalisasi sumber dana

Fungsi manajemen pembiayaan adalah bagaimana lembaga pendidikan mampu mengoptimalakan sumber-sumber pembiayaan pendidikan yang diperoleh.

  • Alokasi

Alokasi dalam pembiayaan pendidikan harus mengedepankan prioritas dalam sebuah proses pendidikan

  • Distribusi

Distribusi merupakan proses penyaluran dana sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan.

Keuangan merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi jalannya suatu kegiatan pendidikan. Tanpa adanya keuangan yang bagus dan stabil, maka kegiatan pendidikan kurang berjalan lancar. Dalam manajemen keuangan ini, diharapkan dapat melaksanakan prinsip-prinsip dari manajemen keuangan itu sendiri dengan baik, sehingga, manajemen keuangan pada suatu madrasah dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga dapat teratasi permasalahan dalam hal keuangan.

  • Manajemen Hubungan Madrasah dengan Masyarakat

Hubungan organisasi dengan masyarakat harus terjadi secara erat dan harmonis, hal ini disebabkan proses komunikasi antara organisasi dan lingkungannya akan berdampak pada produktivitas organisasi.

Hubungan madrasah dengan masyarakat dianggap penting karena madrasah memerlukan masukan dari masyarakat dalam menyusun program yan relevan, sekaligus memerlukan dukungan dalam melaksanakan program tersebut.[4]

Oleh karena itu hubungan yang baik antara madrasah dengan masyarakat juga merupakan strategi untuk mencapai tujuan dari manajemen Madrasah Ibtidaiyah yang efektif dan efisien. Karena untuk mencapai tujuan Madrasah yang diharapkan juga perlu adanya dukungan dari masyarakat.

  • Manajemen Mutu Madrasah

Strategi untuk mengoptimalisasikan manajemen mutu ialah dengan menitikberatkan pada program-program seperti peningkatan kualifikasi guru, penataan evaluasi dan akreditasi. Dalam hal peningkatan mutu perencanaan dan penganggaran selain melakukan penyempurnaan seperti standar evaluasi diri, juga meliputi evaluasi hasil pembelajaran, serta melakukan sosialisasi pentingnya evaluasi diri dalam rangka peningkatan mutu kinerja lembaga pendidikan.

Baca Juga :  Perencanaan Sarana Dan Prasarana Pada Anak Usia Dini

Manajemen mutu madrasah juga dapat dikembangkan dengan memaksimalkan beberapa komponen manajemen seperti yang telah disebutkan di atas.

  • Kepemimpinan Madrasah

Kepemimpinan dalam konteks pendidikan merupakan kemampuan untuk menggerakkan pelaksanaan pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat dicapau secara efektif dan efisien.[5]

Dalam sebuah madrasah, peran kepemimpinan kepala madrasah memiliki peranan yang cukup besar dalam mengembangkan mutu pendidikan, karena semangat kerja para guru dan karyawan tergantung pada kinerja kepala madrasah.

Oleh karena itu Davis(1981:127) yang dikutip oleh Engkoswara dan Aan Komariah (2010,178) mengidentifikasi tiga ketrampilan kepemimpinan yaitu:

  1. Technical skill

Yaitu pemimpin pendidikan perlu menguasai cara-cara menyusun renstra, membuat silabus, memahami kegiatan belajar mengajar, menguasai teknik penilaian dan sebagainya.

  • Human skill

Pemimpin pendidikan perlu mempunyai kemampuan dalam membangun relasi dan dapat beketja sama dengan orang lain.

  • Conceptual skill

Pemimpin yang di segani adalah pemimpin yang mampu memberi solusi yang tepat yang timbul dari pemikirannya yang cerdas tentang suatu persoalan.

Pemimpin Madrasah Ibtidaiyah diharapkan mempunyai 3 kemampuan di atas, karena pimpinan madrasah lah yang menjadi contoh dan penggerak bagi personil sekolah lainnya yang meliputi tenaga pendidik, karyawan, dan peserta didik.

Ide-ide kreatif serta strategi manajemen pendidikan dapat dilaksanakan dengan mengembangkan 8 standar nasional pendidikan yang ada, dan melaksanakan Komponen-komponen manajemen di atas dengan baik dan maksimal, dengan menerapkan fungsi manajemen terhadap komponen manajemen Madrasah Ibtidaiyah tersebut yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. sehingga tercapailah Visi, Misi, dan tujuan Madrasah Ibtidaiyah. Sehingga terwujudlah Madrasah Ibtidaiyah yang berkualitas dan menjadi lembaga pendidikan yang sangat di bangga dan didambakan oleh masyarakat untuk menyekolahkan putra putri mereka, dan Madrasah Ibtidaiyah tidak lagi menjadi nomor sekian setelah sekolah lain di mata masyarakat.


[1] Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005, tentangstandar nasional pendidikan, Bab I pasal 2.

[2] Ibid …, hlm. 15

[3] Jaja Jahari,  Amirulloh Syarbini, Manajemen Madrasah teori, strategi, dan implementasi …, hlm. 17

[4]Mulyasa, Pedoman Manajemen Berbasis Madrasah, (Jakarta: Departemen Agama, 2005), hlm. 66       

[5] Ibid…, hlm. 100

Tags: