Pengertian Aqidah Atau Tauhid

  • Whatsapp
Undangan Digital

Perkataan tauhid berasal dari bahasab arab yaitu, وَهَّدَ  (Wahhada) يُوَهِدُ (yuwahhidu). Secara etimologis, tauhid berarti keesaan. Maksudnya itikad atau keyakinan bahwa Allah swt adalah esa, tunggal, satu. Dan secara terminologi tauhid berarti “keesaan Allah”; mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah; mengesakan Allah.

Pengertian Aqidah Atau Tauhid
Secara umum tauhid dibagi menjadi 3 yaitu: tauhid rububiyah  dan tauhid uluhiyah Tauhid Asma Wa sifaat. Namun masalah tauhid pada dasarnya berkisar pada persoalan-persoalan yang berhubungan Allah, Rasul dan Nabi dan hal-hal yang berkenan dengan kehidupan manusia sesudah mati. Dengan kata lain ruang lingkup pembahsan dalam ilmu tauhid meliputi mabda (persoalan yang berhubungan dengan Allah), wasitah (masalah yang berkaitan dengan perantara atau penghubung antara manusia dan Tuhan) dan ma’ad (hal-hal yang berkenan dengan hari yang akan datang atau kiamat)[1]. Ilmu tauhid memiliki beberapa nama. Penamaan itu muncul sesuai dengan aspek pembahasan yang ditonjolkan oleh tokoh yang memberikan nama tersebut.
  1. Ilmu ini dinamakan ilmu tauhid karena pokok bahasannya dititikberatkan kepada keesaan Allah swt
  2. Ilmu tauhid dinamakan ilmu kalam karena pembahasannya mengenai eksistensi Tuhan dan hal-hal yang berhubungan dengan-Nya digunakan argumentasi-argumentasi filosofis dengan menggunakan logika
  3. Ilmu tauhid dinamakan ilmu usluhuddin karena objek bahasan utamanya adalah dasar-dasar agama yang meupakan masalah esensial dalam ajaran Islam
Meskipun nama yang diberikan berbeda-beda, namun inti pembahasan ilmu tauhid adalah sama, yaitu wujud Allah swt dan hal-hal yang berkaitan dengan-Nya. Karena itu aspek penting dalam ilmu tauhid adalah keyakinan adanya Allah yang maha sempurna, maha kuasa, dan memiliki sifat-sifat kemahasempurnaan lainnya. Keyakinan yang demikian pada gilirannya akan membawa kepada pada keyakinan terhadap adanya malaikat, kitab-kitab, Nabi dan rasul, hari akhir, dan melahirkan kesadaran akan tugas dan kewajiban terhadap pencipta[2] Akidah secara etimologi berarti ikatan, sangkutan, dan secara teknis berarti kepercayaan, iman. Pembahasan mengenai akidah Islam pada umumnya berkisar pada Arkanul Iman (Rukun Iman yang enam)[3] Secara terminologi Akidah yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidak tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.

Pos terkait