Karakteristik Blended Learning

Karakteristik dari Blended Learning ini sendiri yaitu percampuran model pembelajaran yang konvensional dengan belajar secara online. Penerapan blended learning terlebih dahulu harus ada pertimbangan tentang sebuah karakteristik dan tujuan pembelajaran yang ingin di capai, aktifitas pembelajaran yang tentu saja relevan serta memilih dan menentukan aktifitas mana yang relevan dengan konvensional dan aktifitas mana yang relevan untuk online learning.  

Dengan begitu karakteristik dari blended learning yaitu sebagai berikut (Mohammad Nadhif, 2015):

Yang pertama, Pembelajaran yang menggabungkan anatara berbagai cara penyampaian, gaya pengajaran, model pembelajaran, serta bisa mengakses  berbagai macam media berbasis teknologi yang beragam.

Penggabungan antara model pembelajaran yang konvensional dengan media belajar secara online bukanlah hal yang baru kita kenali, yang menjadi dasar utama yaitu pelengkap pembelajaran konvensional yang digunakan adalah E-learning. E-learning merupakan sebuah metode pembelajaran yang berfungsi untuk pelengkap dari metode pembelajaran yang konvensional dan lebih banyak memberikan pengalaman bersifat afektif bagi seorang pelajar.

Yang kedua, Sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung atau bias disebut (face to face), belajar mandiri, dan belajar mandiri melalui via online.

Pembelajaran blended juga dapat menggabungkan pembelajaran tatap muka (face-to-face) dengan pembelajaran yang berbasis komputer. Artinya, pembelajaran dengan pendekatan teknologi pembelajaran dengan kombinasi sumber-sumber belajar tatap muka dengan pengajar maupun secara virtual.. Tujuan utama pembelajaran blended adalah memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik pembelajar agar terjadi belajar mandiri, berkelanjutan, dan berkembang sepanjang hayat, sehingga belajar akan menjadi lebih efektif, lebih efisien, dan lebih menarik.

Yang ketiga, Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaiannya, cara mengajarannya dan gaya pembelajarannya.

Blended learning juga dapat membuat peserta didik lebih termotivasi dalam usaha melakukan pembelajaran mandiri. Hal ini terlihat oleh banyaknya peserta didik yang mau online dalam sebuah pembelajaran. Disini juga siswa bertanya dalam suatu forum diskusi dengan guru maupun dengan siswa lain. Selain forum diskusi peserta didik menggunakan media  sebagai wahana untuk bertanya bertukar informasi dengan peserta didik lain.

Baca Juga :  Keefektifan Model Pair Checks Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa

Yang keempat, Guru dan orang tua dalam seorang pembelajar memiliki peran yang sama pentingnya, guru sebagai fasilitator, dan orang tua sebagai pendukung.

Sedangkan menurut Jhon Watson (dalam Usman, 2019) karakterisitk blended learning, yaitu:

  1. Pembelajaran yang mencampurkan berbagai cara penyampaian, pengajaran, gaya pembelajaran, serta menggunakan media teknologi yang beragam.
  2. Sebuah kombinasi pembelajaran lagsung (face-to-face), belajar mandiri, dan belajar mandi secara online
  3. Pengkombinasian yang efektif dari cara penyampaian, cara mengajar, dan gaya pembelajaran.

Guru serta orang tua siswa memiliki peran yang sama penting, yang mana guru sebagai fasilitator, dan orang tua sebagai pendukung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *