Strategi dan Metodologi Pembelajaran BIPA

  • Whatsapp
Undangan Digital

Pengajar adalah orang yang bertanggung jawab untuk memberikan bantuan kepada seseorang yang diajarnya dalam pengembangan baik fisik dan spiritual (Dri Atmaka, 2004: 17). Moh. Uzer Usman (2005 : 9) mengatakan bahwa peran pengajar dalam proses mengajar yaitu sebagai (1) pengajar sebagai demonstrator, (2) pengajar sebagai pengelola kelas, (3) pengajar sebagai mediator dan fasilitator, (4) pengajar sebagai evaluator. Posisi pengajar adalah salah satu tonggak lingkungan. Dalam lingkungan pengajar berposisi sebagai model dan dapat juga berperan sebagai pemberi umpan balik bagi pembelajar. Pengajar juga bisa menjadi sebagai pencipta lingkungan yang dapat diubah lebih kondusif, pemotivasi. (Sumarsono, 2001: 1) Menurut Iskandarwassid (2011 : 278) menjelaskan bahwa pengajaran BIPA memliki strategi mandiri yang tetap menjadikan kemampuan berbahasa meningkat, ada 4 aspek yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat aspek itu memiliki strategi yang berbeda-beda. Berikut penjelasan masing-masing aspeknya. a. Keterampilan Mendengar (Menyimak) 1) Mentranskipkan bahan tugas menyimak untuk meningkatkan pemahaman dalam menyimak dan sekaligus dapat meningkatkan kemampuannya dalam melafalkan bunyi-bunyi bahasa target sehingga dapat mendekati pelafalan penutur asli. 2) Memperhatikan pengajar dengan serius dan pengajar mengoreksi pelafalan yang dituturkan oleh pelajar. 3) Menyimak tuturan penutur asli dengan seksama baik dari media elektronik maupun dari tuturan langsung. 4) Memperhatikan isi maupun bentuk bahasa yang digunakan pengajar di kelas. b. Keterampilan Berbicara 1) Menirukan atau melafalkan kata-kata yang diucapkan oleh pengajar. 2) Mencoba mengingat pola kalimat yang benar yang ditemukannya sewaktu mentranskripsikan wacana bahasa target yang didengarnya. 3) Menggunakan pola kalimat yang baik yang digunakan oleh penulis yang baik yang dikemukakan dalam teks yang dibacanya untuk digunakan dalam berbicara.

Baca Juga :  Implementasi Konsep Merdeka Belajar dalam Sistem Pendidikan Di Era New Normal
c. Keterampilan Membaca Keterampilan membaca dapat dicapai dengan cara membaca sebanyak-banyaknya buku untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memperbanyak kosa-kata berbahasa. d. Keterampilan Menulis 1) Kemampuan menulis bisa dicapai dengan cara berlatih menulis secara rutin. 2) Menirukan gaya tulisan dan pola kalimat yang digunakan para penulis baik yang ditemukannya sewaktu membaca teks berbahasa untuk digunakannya dalam membuat tulisan. Metodologi menurut Bakker (1984) merupakan cara-cara yang mengatur prosedur penelitian ilmiah pada umumnya, sekaligus pelaksanaannya terhadap masing-masing keilmuan secara khusus. Ada juga pendapat lain menurut Soehardjo (2003 : 32) yaitu metodologi adalah bagian dari estimologi (sub-field of estimology), disebut sebagai ilmu untuk menemukan (the science to find out). Ada beberapa metode yang diajarkan oleh pengajar BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) yaitu : 1) Metode Langsung (Direct Method) Metode ini dikembangkan oleh Berlitz dan Jespersen abad ke-19. Bahasa dipelajari melalui asosiasi langsung antara kata dan frasa dengan benda dan aksi (gerak-gerik) tanpa inverensi bahasa ibu. Pembelajar belajar untuk memahami suatu bahasa melalui menyimak bahasa secara rutin. Pembelajar juga belajar berbicara melalui kegiatan berbicara. Karakteristik Umum a) Pembelajaran bahasa harus bermula dari pengenalan benda-benda dan prilaku yang ada didalam kelas. b) Para pembelajar belajar bagaimana berkomunikasi dalam bahasa sasaran. c) Metode langsung memanfaatkan gambar untuk menghindari penggunan terjemahan. d) Penjelasan mengenai kosa kata baru melalu parafrase dalam dalam bahasa sasaran, gerak-gerik bahasa tubuh, menunjuk benda yang dimaksud. e) Pemahaman bacaan diperoleh tanpa menggunakan kamus dan terjemahan. f) Aturan kebahasaan tidak diajarkan secara eksplisit, tetapi dipelajari para pembelajar melalui latihan. Mereka didorong untuk membuat generalisasi tentang tata bahasa melalui metode induktif.

Pos terkait